Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Ultralight Hiking. Ada banyak sekali yang menerjemahkan arti Ultralight ini. Tapi pada prinsipnya Ultralight Hiking atau Trekking itu adalah Suatu cara atau teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip Ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja, akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat Ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan ringan tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.
Ultralight Hiking adalah teknik mengurangi beban barang bawaan saat berkegiatan di alam bebas, contohnya mendaki gunung. Dalam teknik ini kita tidak mengurangi prosedur keamanan dan kenyamanan bagi kita sehingga kita masih aman dalam berkegiatan di alam bebas.
Atau bisa juga pertanyaannya dibalik menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel?? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu; lambat, membosankan, kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak. Juga meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di tempat camp. Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.
Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya. Sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 - 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi camp tidak dalam keadaan sangat lelah.
Apakah Ultralight Hiking aman?
Setiap Ultralight Hiker atau Trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada garansi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya.
Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency technic dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang se-ringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.
Peralatan Ultralight Hiking :
Ada banyak sekali bermacam type peralatan ultralight yang beredar dipasaran, dan saat ini beberapa diantaranya bisa didapatkan di Indonesia, akan tetapi harga peralatan tersebut masih tergolong mahal. Meskipun demikian kita bisa merancang sendiri peralatan yang kita butuhkan dan membuatnya. Berikut adalah beberapa contoh peralatan ultralight yang ada dan sangat simple dalam penggunaannya.
2. Sleeping Bag : Untuk sleeping bag saat ini ada jenis ultralight baik berbahan down maupun sintetis. Seperti contoh disini packing yang sangat kecil dan ringan. Diatas semua itu kemampuan isolasinya tidak berkurang.
![]() |
| Sleeping bag yang packingannya kecil dan ringan |
3. Matras : Untuk matras atau alas tidur, saat ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat, mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk tenda atau bivak untuk satu orang.
| Matras alumunium, mudah dilipat dan ringan |
![]() |
| Tenda Ultralight, model seperti ini masih mahal dipasaran Indonesia |
5. Alat Masak : Ada banyak sekali alat masak ultralight untuk penggunaan satu atau dua orang, sebagai contoh disini kompor spritus dengan satu misting dan penutupnya yang juga bisa berfungsi sebagai penggorengan. Selain kompor jenis spritus saat ini juga tersedia di pasaran kompor gas ultralight buatan primuss sweden.
![]() | ||||
| Kompor ini masih mahal dipasaran |
![]() |
| Kalau saya cukup pakai model seperti ini ditambah 1 nesting untuk memasak, murah dan lumayan kecil |
6. Wadah Air : Tempat minum lipat dari plastik atau kulit sangat praktis dan tidak memakan tempat saat kosong, ada banyak sekali botol lipat saat ini beredar dipasaran, baik itu keluaran nalgene ataupun playtipus. Dan meskipun dalam keadaan diisi air tutupnya sangat rapat dan tidak bocor. Selain itu wadah air lipat untuk membawa air dari lokasi mata air ke tempat camping juga dibutuhkan yang praktis dan bisa dilipat. dibandingkan dengan botol aluminium atau plastik.
7. Pakaian : Jaket polar dan goretex adalah pilihan yang baik untuk isolasi dingin dan udara lembab, dan ponco adalah pilihan baik juga untuk perlindungan terhadap hujan, disamping bisa digunakan sebagai alas. Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar tidak kelebihan atau kekurangan.
8. Hal lainnya : Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.
![]() |
| GPS sebagai penunjuk arah |
Karena rata-rata barang pendakian dengan teknologi ringan dan mudah dibawa masih sangat mahal dipasaran Indonesia, maka kita harus pintar-pintar bereksperimen (impovisasi) dengan menggunakan barang-barang yang ada disekitar kita dan ramah dengan kondisi kantong.
Contoh barang yang pernah saya bawa ketika mengaplikasikan sistem Ultralight Sistem :
- Ransel Deuter Futura 32
- Sleeping bag Makalu Outdoor
- Tenda Consina ukuran 2 orang + Frame + Flysheet
- Botol air mineral ukuran 1,5 liter untuk minum saat berjalan mendaki.
- Botol lipat 10 liter untuk digunakan saat berada di mata air dan tempat camp
- Asesories (headlamp, pisau lipat, lampu badai, obat2an, dll)
- Jas hujan atau ponco
- Baju ganti sesuai dengan lamanya kita di hutan
- Peralatan masak (kompor butterfly + 1 bagian nesting + kertas nasi sebagai pengganti piring + gelas kecil, dll)
- Jaket 3 in 1 (windproof, waterproof, polar fleece)
- Celana ganti
- Kamera saku sebagai alat dokumentasi
- Kaos kaki + bandana + kupluk + sarung tangan, dll
- Matras Alumunium
- Logistik sesuai dengan lamanya di hutan.
Semua masuk ke dalam ransel Deuter Futura 32. Biasanya saya mengaplikasikan ini dengan satu teman saya. Jadi kita bisa berbagi berat beban bawaan juga dengan teman kita. Mari kita saling sharing dengan komentar dibawah ini, semoga kita bisa banyak belajar tentang hal ini. Sebab saya juga masih perlu banyak belajar lagi tentang hal ini. Sebaiknya untuk pendaki yang baru mulai melakukan pendakian jangan dulu mengaplikasikan teknik ini sebab harus lebih banyak berimprovisasi untuk mengakali setiap barang bawaan yang kita bawa. Juga harus belajar lebih banyak lagi tentang keadaan darurat yang ada di alam bebas.
Saya sendiri juga terhitung hanya beberapa kali mengaplikasikan teknik ini. Biasanya saya mendaki dengan Ransel/Keril 70-100 liter dengan bawaan yang lumayan banyak bukan dengan teknik Ultralight ini. Alasanya karena saya pribadi kadang merasa kurang aman saja, padahal Ultralight Hiking sudah diperhitungkan dengan matang keamanan dan kenyamanannya.
Saya sendiri juga terhitung hanya beberapa kali mengaplikasikan teknik ini. Biasanya saya mendaki dengan Ransel/Keril 70-100 liter dengan bawaan yang lumayan banyak bukan dengan teknik Ultralight ini. Alasanya karena saya pribadi kadang merasa kurang aman saja, padahal Ultralight Hiking sudah diperhitungkan dengan matang keamanan dan kenyamanannya.
Sumber dari SINI dan tentunya dengan tambahan-tambahan dari saya. Bagi yang ingin sharing tentang sistem ini, silahkan berkomentar dibawah.





Tuesday, 13 May 2014








sebagai pencinta alam sepertinya mas janu ini. kelihatan dari semua peralatannya sangat komplit sepertinya, jadi pengin Belajar, dengan mendekatkan diri ke alam nyata akan membawa seseorang untuk lebih menyayangi lingkungannya terutama alam itu sendiri dan berusaha untuk bisa menjaganya dari kerusakan, dengan begitu bisa menyalurkan Bimbingan kepada komunitasnya untuk lebih bisa Belajar menghargai alam, sukses selalu mas Janu semoga bisa ditularkan kepada Anak nya kelak memngenai pengalamam yang menantang ini, terimakasih
ReplyDeleteuntuk alat saya gak komplit2 amat mbak, kadang masih pinjam sana-sini. hehe
DeleteBenar sekali dekat dengan alam banyak yang bisa dipelajari terutama kebersihan. Terima kasih mbak
peralatannya lengkap sob,untuk kenyamanan dan keselamatan.
ReplyDeletegak terlalu lengkap sob, tapi yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan standar keamanan dalam mendaki
DeleteMuantabs Infonya...!
ReplyDeleteterima kasih :)
DeleteJanu, saya belum pernah sama sekali mendaki gunung. Orang tua saya menilai mendaki gunung adalah hal yang sangat berbahaya, jadi tidak pernah mengizinkan anak2nya. Senang bisa dapat pengetahuan ttg. ultralight hiking. Kasihan tulang belakang kalau membawa beban terlalu berat selama pendakian, adanya metode ultralight ini bagus banget. Peralatannya banyak yang masih mahal ya, sudah ada jasa penyewaannya?
ReplyDeletewah mesti dicoba tuh seumur hidup sekali, kalo kita sudah siap peralatan sesuai standar keamanan Insyaallah yang berbahaya bisa diminimalisir kok. Untuk saat ini Ultralight memang sedang tren tapi peralatannya masih sangat mahal karena masih impor dari luar. Penyewaan ada tapi masih mahal juga biaya permalamnya.
Deletelengkap banget kang peralatannya hehee.... :) makasih atas informasinya tentang ultralight hiking :)
ReplyDeletelengkap banget kang peralatannya hehee.... :) makasih atas informasinya tentang ultralight hiking :)
ReplyDeletewah..wah.. jadi pengen jalan2 spt itu.. he..he dulu ga pernah sekalipun, sekarang mau, mikir fisiknya mampu ga ya? untuk yg muda .. manfaatin waktunya berpetualang.. biar ga ngiler nantinya... makasih infonya.. bayangin saja sekarang seneng..
ReplyDeleteSaran untuk poin 15. Logistik diusahakan tetap berlebih untuk spare kalau terjadi hujan/badai maupun hambatan lainnya. Karena jika dibuat pas dengan waktu perjalanan dapat mengakibatkan kekurangan logistik jika hal tersebut terjadi.
ReplyDeletePengalaman ketika di Ciremai, waktu pendakian lebih satu hari karena fisik, cuaca dan mencari jalur yang berbeda untuk pulang. Karena jalur untuk pulang baru ditemukan sekitar jam 4 sore dan langit semakin gelap karena mendung, akhirnya diputuskan bermalam satu hari lagi untuk menghindari kemungkinan yang buruk. Untungnya persediaan air dan makanan masih ada..
asoy lah info na, nuhun kang
ReplyDeleteDownloads-Corners
Mungkin aku termasuk orang yang berisiko, biasa jalan dengan peralatan minim, kadang malah cuma bawa pisau sama senter doang.. efeknya ya belajar makan apa saja di jalan hehehe... informasi yang berguna sekali
ReplyDeleteKebalikan dg bung bahtiar,awal2 sy sering bw aparel berlebih, spt logistik, baju celana ganti termsuk cd dan kaos dalam...biasanya stlh turun sy evaluasi utk keberangkatan berikutnya. alangkah baiknya jika kita bawa ssi rencana matang, shg konsep ultralight hiking optimal. Makasih mas Janu atas sharingnya...nambahin dikit, jangan pernah bawa jaket dan celana jean, disamping kontra ultralight, juga berat dan lebih berat lg klo basah.....skrng celana, baju, kaos , udah banyak yg tipis dan kuat buatan lokal yg cukup murah.Aduh senangnya pendaki jaman sekarang...hehehe... salam rimba
ReplyDeleteJalan" dimari sob lama gk bekunjung :)
ReplyDeletesemoga sehat selalu
wah-wah jadi bener2 pengen jalan-jalan kaya bang Janu, fhotonya juga keren-keren tuh di header blog,, nice travelling
ReplyDeleteBikin ngiler aja ni bang janu.. Kapan nie bisa jalan bareng..??
ReplyDeleteWah,, artikelnya keren bang janu !! Bersyukurlah pendaki jaman sekarang, alat dah canggih2, banyak n mudah nyari pula! Wah kl dulu extrem bgt dah, minim alat pokoknya muncak! Pengalaman gw nih, kl muncak usahakan pnya 1 partner yg paaaaasss bgt ma qt, cukup bawa 1 keril aj, bawanya gantian, sgt menyingkat waktu n sgt menghemat tenaga, walaupun melakukan pendakian bersama, tetap dgn partner yg sama, dijamin stamina tetap terjaga! Krn gw n partner begitu kompaknya, smpe diledekin 2 sejoli ,hahaha ,,,kl inget ini ngakak pasti ,,tp syikasyik pokoknya :)
ReplyDeleteBagus min infonya :)
ReplyDeleteThanks