Januar Arifin

Cigamea Yang Berubah

Posted by Januar arifin on Saturday, 23 October 2010

Di Basecamp
Sudah lama saya dan anak-anak GDM tidak melakukan kegiatan touring ke luar kota. Saya membuat rencana untuk ke Pantai Anyer sebelum puasa. Rapat pun kami lakukan setiap malam minggu untuk mencapai kesepakatan dari anggota. Kami membicarakan masalah keuangan dan keikutsertaan anggota.

Akan tetapi, setelah beberapa anggota pergi ke Anyer untuk hunting lokasi ternyata harga penginapan di luar dugaan, sehingga membuat sebagian anggota tidak jadi ikut. Kamipun memutar otak agar touring tetap terlaksana dan anggota pun lengkap semua demi kebersamaan kami.

Semua keputusan ada di tangan saya sebagai Captain jalanan. Lalu saya mengusulkan ke Cigamea daerah Gunung Bunder lagi untuk mengenang masa-masa lalu pada saat GDM pertama kali touring. Seluruh anggota akhirnya sepakat untuk kesana, selain harganya murah jaraknya juga tidak terlalu jauh (maklum kantong anak ingusan jadi masih minta sama orang tua). Perjalanan direncanakan sehari sebelum puasa.

Hari itu anak-anak berkumpul di Basecamp GDM dan merencanakan berangkat jam 8, tapi namanya juga orang Indonesia "tukang ngaret" jadi berangkat jam 9. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam itu sangat melelahkan karena sempat terjebak macet di Pasar Prumpung.

Jalur yang di lewati Pondok Aren-Pamulang-Pasar Prumpung (Bogor)-Rumpin-Leuwiliang-Desa Cibatok. Kira-kira 2 jam lebih kami sampai di pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kami sempat kaget karena biaya masuk yang 5 bulan lalu seharga Rp. 10.000 kini menjadi Rp. 26.000. Okelah kalo beg beg beg begitu!!!!

Hutan Karet Desa Cidokom
Akhirnya kami masuk dan disambut oleh hutan hujan tropis yang sangat rindang ciri khas gunung tropis di Indonesia. Kami langsung menuju Curug Cigamea, karena sudah tak sabar ingin berendam dan menikmati udara segar.

Hari itu di Cigamea sudah banyak sekali wisatawan yang berlibur, sehingga Air terjun yang indah itu terlihat seperti lautan manusia. Hujanpun menyambut kedatangan kami. Setelah mendapat sebuah warung untuk berteduh dan menyimpan tas, kami sebagian menuju air terjun.
Kedinginan
Jhanu (kiri), Kopet (kanan) orang Eropa tahan dingin

Saya tak melewatkan kesempatan kali ini. Saya langsung menceburkan diri dan berenang di bawah air terjun, "edaaann airnya dingin bangeet". Kejenuhan dan kebosanan dalam otak saya pun luntur terbawa air yang dingin.

Cigamea yang dahulu indah bersih dan sepi ini, sekarang sudah kotor dan rusak seiring banyaknya wisatawan yang datang. Sungguh disayangkan alam yang indah ini harus hancur karena perbuatan manusia sendiri. Seharusnya kita menjaga alam kita ini agar tidak timbul bencana. Jujur saya sudah ke tempat ini sejak 6 tahun yang lalu tapi kini semua telah berubah amat drastis.

Setiap tahun bahkan 6 bulan sekali saya ke tempat ini untuk menghilangkan kebosanan hiruk pikuk kota. Semua berubah ya memang berubah. Pemerintah seharusnya memperhatikan ini, jangan hanya mengambil untung saja dari tempat ini. Mungkin bukan hanya di tempat ini saja, misalkan curug Cibereum G. Gede, disana sangat kotor saat ini karena ulah manusia, seperti banyaknya coretan di dinding atau sampah plastik. Ini sangat memprihatinkan sekali.

Waktu menunjukan jam 3 sore, saatnya saya mandi dan bersiap untuk pulang. Kami pun pulang kembali ba'da ashar. Perjalanan pulang lebih santai dengan kecepatan maksimal 40km/jam. Hingga akhirnya kami sampai di Basecamp GDM jam 7 malam.

Peta Lokasi
For you info :
Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Jl. Raya Cipanas - Kecamatan Kabandungan,
PO. Box 2 Parungkuda - Sukabumi 43157
Jawa Barat - Indonesia.
Phone/Fax : +62-266-621256 / 621257



Tambahkan Komentar

2 comments:

  1. ckep ckep w suka dah isinya.....tingkatkanlah isi blog ini hehehehehe tpi ftonya kya org kedinginan + masuk angin hehehehe cnda....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih qoh. emang juga ini lagi pada kedinginan :)

      Delete