Ditengah kesibukan antara kuliah dan pekerjaan, salah seorang teman mengajak saya untuk mendaki Gunung Gede. Saya langsung setuju walaupun sudah sekian kalinya kesana. Pesona Gunung Gede dan Pangrango tidak akan pernah membuat saya bosan untuk mendakinya. Penyebab saya kembali untuk mendakinya lagi karena saya hanya memiliki waktu libur yang sedikit, jadi tak ada pilihan lain untuk pergi jauh.
September tanggal 22, Saya pulang ke rumah dari kosan di daerah Bandung Jawa Barat. Hal itu bertujuan untuk membicarakan kembali niatan untuk berangkat ke Gunung Gede bersama teman saya. Setelah pembicaraan di malam harinya, kami langsung mengumpulkan barang-barang yang diperlukan dan packing di rumah saya.
Tanggal 23 September, pagi hari saya mulai belanja bersama teman ( Dede ) di sebuah supermarket. Setelah belanja kami memasukan barang belanjaan ke dalam packingan tadi malam. Kini semua barang telah siap dan lengkap. Kami berenana berangkat dengan jumlah 5 orang, dua orang diantara kami perempuan.
Sore pukul 17.00 kami mulai berangkat dari rumah bertiga dan dua perempuan nanti bertemu di Terminal Lebak Bulus. Seperti biasa dengan sebuah angkot menuju Lebak Bulus dan tiba di sana sekitar Pukul 19.00 karena Jakarta sore itu sangat padat sekali. Setelah kami bertemu, langsung tancap menuju Terminal Kp. Rambutan. Di terminal Kp. Rambutan, tak lama kami menunggu datanglah bus yang kami inginkan, tak lupa jurus-jurus nego dikeluarkan demi mendapatkan harga yang minimal. Setelah harga sudah diambil kesepaktan kami naik bus dan mengambil posisi untuk tidur, karena memang mata terasa berat sekali setelah packing seharian.
Singkat cerita kami tiba di Cibodas sekitar pukul 20.00. Kami langsung menuju warung Kencana seperti biasa. Kali ini kami ingin mencoba mendaki pada waktu sesudah subuh, biasanya anak-anak Kompak mendaki sebelum subuh atau malam hari. Acara malam itu hanya tidur-tiduran saja di warung menunggu subuh datang.
Sekitar Pukul 04.00, saya membangunkan teman-teman untuk bersiap berjalan. Hingga akhirnya sekitar pukul 05.00 kami jalan dari warung untuk menuju pos pemeriksaan. Langit sudah tak terlihat gelap lagi, terlihat awan kebiruan bertanda pagi kan datang. Kami memasuki gerbang hutan dan berjalan dengan pasti seiring datangnya pagi. Kicauan burung selalu menemani langah kaki kami.
Satu jam berjalan, sampai di Pos Telaga biru, kami berfoto sejenak menikmati udara pagi. Beberapa pendaki pun mengikuti kami untuk berhenti dan berfoto ria. Lanjut jalan akan tetapi kami tetap saja mencoba untuk jeprat-jepret sehingga perjalanan terasa lama. Mungkin karena baru kali ini kami jalan di pagi hari.
| Di Rawa Gayongyong |
Kemudian sampailah kami di Pos Panyacangan, berhenti sebentar lalu lanjut jalan lagi. Perjalanan yang sebenarnya baru terasa, tanjakan yang landai dan memutar membuat perjalanan nampak jauh. Kami berhenti di sebuah pos yang tak pernah saya singgahi selama mendaki gunung ini. Kemudian kembali kami berjalan tanpa henti walau sesekali berhenti untuk sekedar menghela nafas.
Pukul 11.30 kami tiba di Pos Hotspring, dan kami mencari lapak untuk memasak dan makan siang. Kami bertemu beberapa pendaki lain dan berbincang-bincang khas pendaki. Masak beberapa bungkus mie instan dan nasi siang itu, Setelah masak dan makan siang, kami semua mencoba memejamkan mata sejenak yang memang terasa sekali kantuk mengganggu perjalanan kali ini.
Pukul 13.00 kami membereskan semua sampah dan packing ulang, lanjut jalan menuju Pos Kandang Badak. Di sini teman saya terserang penyakit secara tiba-tiba, ia merasa sakit sekali pada salah satu bagian tubuhnya. Akan tetapi ia tidak mau mengecewakan kami, ia terus berjalan walau menahan sakit. Sampailah kami di Pos Kandang Badak pukul 14.30. Kami duduk dan membicarakan akan hal ini.
Akhinya diambil keputusan bahwa kami mendirikan tenda di Pos Kandang Badak, dengan berharap teman saya itu sembuh keesokan harinya dan bisa lanjut ke Puncak Gede. Membuka packingan lalu mendirikan tenda. Masak-memasak lagi karena didaerah dingin perut selalu minta diisi. Hari makin sore dan gelap, pendaki mulai berdatangan di pos ini. Terasa ramai sekali malam itu.
Teman saya masih saja belum juga pulih dari penyakitnya, kami kebingungan mengatasinya. Hanya tidur yang kami sarankan untuk dia agar tidak terasa sakit. Malam makin larut, keheningan Pos Kandang Badak membawa kami terlelap ke dalam mimpi indah. Hingga hawa dingin membangunkan saya pada pukul 01.00. Saya terbangun dan menyalakan kompor untuk menyeduh kopi. Kemudian teman yang lain bangun dan kami pun masak nasi untuk mengisi perut kembali.
setelah itu saya memutuskan untuk ke Puncak pada pukul 03.00. Namun, teman yang sakit tadi tidak menyanggupinya karena masih terasa sakit. Saya menyarankan untuk turun ke bawah saat pagi datang, namun ia tidak mau mengecewakan dua orang perempuan yang belum pernah ke Puncak Gede. Akhirnya saya putuskan untuk ke Puncak Gede pukul 03.00, sementara teman saya yang sakit berada di tenda untuk istirahat.
Pukul 03.00, saya berangkat berempat. Pagi buta itu sangat terasa mencekam sekali, hati saya merasa tidak enak dengan teman yang berada di tenda, akan tetapi saya yakin ia lebih pengalaman dalam situasi seperti ini. Angin kencang sekali malam itu, trek terasa sunyi dan sepi, tak ada pendaki lain yang jalan. Cuaca sangat dingin terasa menyentuh tulang.
Setelah 30 menit saya berjalan saya berhenti di sebuah batu besar, seorang diantara kami meminta untuk istirahat sebentar. Hati saya tetap tak tenang, melihat kondisi malam yang kian mencekam dengan hembusan angin yang tak biasa.
Saya berjalan didepan kemudian diikuti dua teman perempuan dan paling belakang dijaga oleh satu teman yang laki-laki. Saya tak menghiraukan perasaan dalam hati, saya terus berjalan didepan memikirkan hal yang negatif.
Satu jam berjalan kami tiba di Tanjakan Setan / rante. Melihat angin yang sangat berhembus kencang sekali, saya melewati sebeleh kiri melipir dan tidak melewati tanjakan tersebut. Gunung terasa sepi sekali pagi ini, hingga akhirnya kami bertemu dua orang penjual nasi uduk yang ingin ke Pos Kandang Badak. Kami berhenti lagi untuk mengambil nafas. Kami banyak berhenti karena dua orang teman kami yang perempuan baru pertama kali mendaki dan ini adalah pengalaman pertamanya.
Jam sudah menunjukan pukul 05.00, puncak nampak sedikit lagi, matahari pun sudah terlihat melirik dari ujung sana. Tanjakan yang melelahkan membuat langkah kami semakin melambat.
Tepat pukul 05.30 kami berhasi mencapai puncaknya, begitu indah pemandangan pagi hari ini. Saya terus melaju kedepan utnuk mengambil posisi kami beristirahat. Setelah mendapatkan tempat yang bagus, kami duduk-duduk menikmati keindahan Puncak Gede pagi hari sambil ditemani sehelai roti dan kopi panas.
| Sunrise |
| Pangrango from Gede's Peak |
| Kawah Gunung Gede |
| Subhanallah Indah Banget |
Angin masih berhembus sangat kencang di Puncak ini. Kami terus berjalan hingga titik trianggulasi. Berfoto ria di Puncak sambil menikmati lukisan Tuhan yang sangat luar biasa.
| Trianggulasi |
| Di Puncak |
Sekitar dua jam kami di Puncak gede, tepatnya pukul 08.00 kami memutuskan utuk turun kembali ke Pos Kandang Badak menuju tenda dan teman kami yang terbaring sakit. Perjalanan turun yang terasa sangat cepat karena kami sedikit berlari. Kami berlari karena tuntutan perut yang maminta diisi nasi.
| Pemandangan dari Tanjakan Setan |
| Kandang Badak di bawah sana |
Sekitar 45 menit kami menuruni trek yang cukup tajam, akhirnya kami sampai di Pos Kandang Badak. Disini kami bersatu kembali. Saya langsung beranjak mencuci peralatan masak dan para perempuan menunjukan fungsinya sebagai tukang masak. Menu kali ini sedikit rada mewah yaitu spagheti.
| Makan-makan |
| Makan-makan full team |
Setelah makan-makan kami bersiap membereskan semua peralatan dan bersiap untuk turun. Sekitar pukul 12.30 kami turun melalu jalur Cibodas. Perjalanan turun sangat melelahkan karena turunan yang landai membuat kaki terasa pegal dan berdenyut. Berjam-jam menuruni gunung sampai juga akhirnya di Pos Panyacangan, disana berhenti dan berfoto sebentar.
| Team |
| Saya |
Hingga akhinya kami mencapai pos pemeriksaan pada pukul 17.00. Lanjut langsung menuju warung kencana untuk beristirahat dan membersihkan badan. Setelah membersihkan badan kami memesan makanan yang hangat agar kondisi badan tetap terjaga. Kemudian kami menuju Jakarta sekitar Pukul 20.00 dan sampai di Jakarta sekitar pukul 24.00. Kami semua sampai dengan selamat di rumah masing masing . . Alhamdulillah. . Salam Lestari...!!!!!
For you info:
Pendaftaran Surat Perizinan Taman Nasional Gede Pangrango
Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia 43253
Email: info@gedepangrango.org Tel/ Fax: +62-263-512776 [office]
Email: booking@gedepangrango.org Tel/ Fax: +62-263-519415 [booking]





Saturday, 1 October 2011
Berikan Komentar Anda: