Baru saja dua minggu saya pulang dari Gunung Lawu di Jawa tangah, dua orang teman datang ke rumah untuk main dan berbincang-bincang tentang gunung. Mereka bertanya tentang medan Gunung Merbabu kepada saya, yang kebetulan tahun lalu saya berkesempatan ke Gunung Merbabu. Mereka berniat meminjam barang-barang pendakian yang memang ada di rumah saya semua. Ternyata mereka sedang merencanakan untuk pergi ke Gunung Merbabu minggu depan, saya berfikir sejenak dalam hati, jiwa petualang saya kembali tertantang untuk mendaki ke Gunung tersebut. Tanpa pikir panjang saya langsung berkata "oke gw ikut lagi kali ini".
Sebenernya kegiatan kuliah di kampus sudah aktif, namun saya lebih tertarik untuk kembali ikut dalam pendakian, karena mendaki gunung sudah menjadi bagian dalam hidup saya. Akhirnya disetujuilah kami akan berangkat Tanggal 27 Februari 2012. Awalnya hanya berangkat dengan jumlah 3 orang, namun setelah tersiar kabar ke teman-teman yang lain, maka perjalanan kali ini bertambah menjadi 5 orang.
Sabtu, 25 Februari 2012
Seusai jam kuliah di kampus, saya pulang ke Jakarta dan langsung menuju rumah saudara Pitax untuk packing. Hingga sekitar pukul 23.00 kami packing di kediaman beliau, setelah packing kami pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat dan menjaga stamina untuk perjalanan besok.
Minggu, 26 Februari 2012
Siang hari saya baru terbangun dari tidur, dan langsung membereskan barang-barang yang belum ter-packing di rumah. Kemudian saya berpamitan kepada orang tua dan langsung menuju rumah saudara Pitax untuk kumpul kembali di sana. Dari rumah saudara Pitax inilah yang menjadi starting point keberangkatan kami. Sore hari kami mulai berangkat, hujan rinti-rintik menemani keberangkatan. Kami menuju pinggir jalan dan mencari angkot untuk menuju halte bus daerah Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Sampai di Halte, lama kami menunggu bus patas jurusan Pasar Senen. Akhirnya Pukul 19.00 datang juga bus yang ditunggu-tunggu.
Tanpa menunggu lama lagi, kami langsung naik ke dalam bus tersebut. Kami tiba di Pasar Senen sekitar pukul 19.30. Karena jadwal kereta masih lama, kami duduk-duduk sebentar di emperan toko dekat parkiran motor. Di sana kami membuka perbekalan nasi, agar dalam perjalanan perut tidak kosong.
Pukul 20.00 kami mulai masuk ke dalam stasiun, dan duduk kembali di dalam menunggu kereta. Tak lama menunggu kereta pun tiba, kami masuk ke dalam gerbong nomer 2. Kereta mulai berjalan meninggalkan kota Jakarta menuju Kota Semarang Jawa Tengah. Di dalam kereta kami hanya bercanda dan mengobrol, sulit sekali mencoba memejamkan mata malam itu di kereta.
Senin, 27 Februari 2012
Tiba di stasiun Poncol Semarang pukul 07.30 pagi. Kami langsung membereskan packingan dan bersih-bersih muka di toilet. Banyak sekali calo yang menghampiri kami disini. Kami sempat berfikir untuk menghitung kembali biaya menuju Kota Salatiga, ternyata biaya naik bus dan mencarter tidaklah jauh beda, hingga akhirnya kami memilih untuk mencarter sebuah angkot menuju Kota Salatiga. Dua jam kami didalam angkot sambil tidur-tiduran saja dan menikmati perjalanan, sampai lah kami di Basecamp Manggala Merbabu Cuntel. Sepi sekali basecamp hingga akhirnya saya kontek nomer telepon Mas Ando yang merupakan penjaga basecamp Gunung Merbabu. Sekitar 15 menit datang juga Mas Ando bersama kawannya. Kami berbincang bincang sejenak sambil istirahat, karena kami berniat untuk mulai berjalan sekitar jam 12siang. Terasa bahwa kami sangat lelah sekali karena di kereta tidak bisa tidur.
Gunung Merbabu 3142 Mdpl
Pukul 12.00 tiba, kami mulai bergegas berangkat dan berpamitan kepada Mas Ando. Kami berjalan ke arah desa dahulu mencari warung untuk membeli perbekalan yang masih kurang. Kemudian kami berjalan menuju trek pendakian. 15 menit berjalan kami tiba di Pos Bayangan 1, duduk sebentar lalu jalan kembali dan sampai di Pos Bayangan 2 memakan waktu 20 menit. Dahulu saya bisa mendapati air jernih di tandon air Pos Bayangan 2, namun saat ini kering, karena sering di rusak oleh pendaki yang tidak betanggung jawab. Saat ini air dapat ditemui dengan menyusuri jalan di sebelah kanan Pos Bayangan 2.
Kemudian kami lanjut berjalan, sekitar 30 menit kami sampai di Pos 1. Kami sempat foto-foto di Pos 1 ini. di pos ini ada sebuah kejadian yang lucu tapi menegangkan, keril yang saya bawa merosot kearah jurang, dan saya reflek mengejar keril yang jatuh ke bawah. sampai akhirnya keril itu dapat diraih kembali oleh tangan saya, untung ada sebatang kayu yang menyelamatkan badan saya, kemudian saya naik kembali ke atas dan masih merasa panik.
Setelah kejadian tersebut, kami langsung berjalan kembali menuju Pos 2. Di pertengahan menuju pos 2 kami disuguhkan pemndangan yang sangat indah. Berhenti sejenak lalu berfoto-foto kembali. Sampai di pos 2 sekitar 15.30, kami duduk-duduk santai sambil menikmati keindahan alam. Kemudian lanjut lagi menuju Pos 3. Ternyata hari mulai gelap, salah seorang teman saya juga sepertinya mengalami gagal dengkul, akhirnya kami memutuskan untuk membuka tenda di Pos 3, awalnya niat saya sebagai leader ingin nge-camp di Pos 4 tapi apa daya, mungkin kami kelelahan setelah semalaman begadang di kereta.
![]() |
| Pemandangan Menuju Pos 2 |
![]() |
| Sumbing-Sindoro Nampak Jelas |
Selasa, 28 Februari 2012
Setelah tenda terbuka, ternyata kami semua tertidur lelap lupa untuk makan. Tengah malam saya terbangun karena lapar, dan membangunkan teman yang lain. Kami memasak mie instan, agar cepat penyajiannya karena kami ingin segera berjalan kembali. Pukul 02.00 kami packing tenda dan barang-barang lainya. Saat kami packing kami mendengar sayup-sayup suara pendaki dari kejauhan, ternyata mereka rombongan dari Salatiga.
Pukul 03.30 kami mulai berjalan di kegelapan malam, hal ini yang saya suka, karena jika gelap kita gak akan melihat trek di depan kita. maka perjalanan akan terasa cepat. Satu setengah jam berjalan, kami sampai di Pos 4 Pemancar, teman yang kemarin mengalami gagal dengkul meminta untuk loss keril, akhirnya saya putuskan loss keril dan menyimpannya di Pos 4 yg notabene ada bangunan di Pos tersebut. Di dalam bangunan pos pemancar kami berbincang-bincang sejenak sambil ngopi-ngopi. Sekitar pukul 08.00 pagi kami berangkat menuju puncak.
Dengan membawa air dan perbekalan makanan untuk di puncak nanti, kami mulai berangkat ke puncak. Trek dari Pos 4 menurun hingga Pos Helipad (batas kabupaten). Kemudian trek kembali menanjak tajam hingga daerah Jembatan Setan.Trek kembali landai dan menurun hingga menanjak lagi melewati Geger Sapi dan sampai di Pertigaan antara Puncak Syarif dan Kentheng Songo. Perjalanan itu kami lalui kurang lebih 2 jam. Kami santai dan menghela nafas sejenak di Pertigaan tersebut.
Saya langsung mengajak teman-teman untuk berjalan lagi menuju Puncak, karena kalau terlalu siang takut hujan. Dari pertigaan menuju puncak jalan sedkit datar dan menurun, kemudian melipir ke arah kiri. Hingga akhirnya kami dihadapkan oleh tebing yang terjal. Saya berkata "ini adalah perjuangan terakhir merbabu, ayo semangat kawan".
Tanjakan terjal menanti, dan jalur traverse ke kiri dan kembali terjal hingga Puncak Kentheng Songo. 30 menit dari persimpangan tadi, akhirnya kami sampai di Puncak Kentheng Songo Pukul 10.30. Kami duduk sejenak di puncak ini, lalu kami kembali berjalan menuju Puncak Trianggulasi. Summit Party kali ini hanya kopi-kopi saja dan mie instan.
![]() |
| Jalur Traverse menuju Puncak |
Tiba2 sedang asyik kami tidur-tiduran di puncak, datang seekor monyet besar menghampiri, seakan ingin mengambil barang-barang. Kami lemparkan sebungkus mie instan dia langsung membukanya, dengan luar biasa monyet itu bisa membuka bungkus mie instan dan memakan mie tersebut. Belum puas dengan mie instan, monyet itu masih mendekati kami. Permen dan makanan lainnya kami bagi agar dia tak mengikuti lagi.
![]() |
| Ini dia yang malakin kita di Puncak |
Kemudian kami turun melalui jalur yang sama, kami turun menuju Pos 4 Pemancar. Satu jam kami turun, tiba juga di Pos Pemancar. Awalnya niat kami ingin turun di Selo, akan tetapi melihat kondisi kawan kami yang kurang fit, akhirnya kami putuskan untuk kembali turun di Cuntel.
Rasa lapar tak tertahankan pagi itu. Di Pos Pemancar kami mulai masak-memasak lagi untuk mengisi perut yang kosong. Saat itu kami berniat untuk turun hari itu juga karena persediaan air menipis. Namun, ketika hujan deras datang, kami mengurungkan niat untuk pulang hari itu, kami keluar mengisi derigen dengan air hujan. Hujan membawa air jernih, hujan membawa berkah.
Siang itu akhirnya kami semua tertidur kembali di dalam bangunan Pos 4 Pemancar. Saking lelapnya hingga tak terasa kami tertidur hingga pukul 18.00. Saya terbangun oleh dinginnya belaian angin malam. Saya pun langsung memasak air untuk membuat segelas kopi. dua orang teman saya juga terbangun dan ikut membuat mie untuk menghangatkan badan. Kami memasak di luar bangunan Pemancar tersebut. sehingga dapat melihat kota salatiga dan ungaran pada malam hari yang begitu indah. Setelah ngopi-ngopi di luar, kami kembali masuk ke dalam tenda dan menarik sleeping bag lagi. Terlelap hingga pagi datang.
Siang itu akhirnya kami semua tertidur kembali di dalam bangunan Pos 4 Pemancar. Saking lelapnya hingga tak terasa kami tertidur hingga pukul 18.00. Saya terbangun oleh dinginnya belaian angin malam. Saya pun langsung memasak air untuk membuat segelas kopi. dua orang teman saya juga terbangun dan ikut membuat mie untuk menghangatkan badan. Kami memasak di luar bangunan Pemancar tersebut. sehingga dapat melihat kota salatiga dan ungaran pada malam hari yang begitu indah. Setelah ngopi-ngopi di luar, kami kembali masuk ke dalam tenda dan menarik sleeping bag lagi. Terlelap hingga pagi datang.
Rabu, 29 februari 2012
Pagi hari kami keluar bangunan. dan berfoto-foto di Pos ini, cuaca pagi terlihat begitu cerah sekali. Sekitar pukul 08.00 kami mulai packing barang untuk turun. Kami akhirnya turun dari Pos 4 pukul 10.00. berjalan terus menurun tanpa berhenti, hingga akhirnya kami berhenti di Pos 1. Karena kami mendengar ada suara babi hutan yang sedang berkelahi, antara takut dan penasaran, kami mempersiapkan diri masing-masing dengan kayu yang lumayan panjang, untuk berjaga-jaga kalu benar ada babi yang menyerang kita.
Dari Pos 1 berjalan pelan-pelam sekali, hingga 20 menit akhirnya sampai di Pos Bayangan 2, Kami langsug lanjut menuju pos bayangan 1. Di Pos Bayangan 1 kami beristirahat sejenak sambil membakar sebatang rokok, dan kemudian kami lanjut sampai basecamp. kami tiba di basecamp sekitar pukul 14.30.
Sampai di basecamp, kami beristirahat, dan mencari warung makan. Saya bingung karena, warung pada tutup semua. Akhirnya saya menuju Kediaman Pak Tono, kebetulan beliau ada di rumah dan kami disambut begitu hangat. Istri Pak Tono ternyata bersedia masak nasi goreng untuk kami berlima.
Saat kami makan-makan di rumah Pak Tono. beliau menawarkan mobil untuk menuju Basecamp Gunung Merapi. Setelah di perhitungkan dengan matang, akhirnya kami setuju dengan tawaran Pak Tono. Setelah selesai makan, kami kembali menuju basecamp Gunung Merbabu dan bersiap menunggu mobil carteran dari Pak Tono. Pukul 17.30 mobil carteran yang ditawarkan Pak Tono datang, kami langsung berfoto-foto sebelum meninggalkan Basecamp Gunung Merbabu. Ternyata Mas Ando, Pak Tono, dan Pak Slamet ikut dengan kami menuju Basecamp Merapi, mereka ingin silaturahmi ke Basecamp Merapi sekaligus mengantarkan kami.
![]() |
| Foto bersama Keluarga Basecamp Merbabu |
Sekitar pukul 20.00, Kami tiba di Basecamp Merapi. Di sana kami beristirahat dan mengobrol-ngobrol dengan Bapak Syamsuri / Suparmin dan keluarga. Lalu kami berpamitan untuk beristirahat, karena kami berniat untuk mulai mendaki pukul 04.00 subuh. Kami semua tertidur lelap malam itu hingga bangun kesiangan sampai pukul 06.00.
Kamis, 1 Maret 2012
Gunung Merapi
Pukul 06.30 setelah packing, kami mulai berjalan menuju New Selo. Kami berjalan 15 menit sampai di New Selo. Namun, salah satu teman saya yang bernama Pitax merasa tidak enak badan, akhirnya Ia kembali turun menuju Basecamp. Dan saat ini kami hanya tinggal 4 orang yang melanjutkan pendakian ke merapi.
Satu jam berjalan kami masih bertemu dengan para pencari kayu. Sempat saya bertanya arah menuju puncak. Kami berjalan terus sesekali berhenti untuk menghela nafas. Sekitar 3 jam kami berjalan kami bertemu dengan pendaki dari Semarang, dan mereka bilang bahwa ini adalah Pos 2. Saat itu hujan mulai mengguyur kami pun memilih untuk membuka tenda di sana. Niatnya kami ingin tek-tok satu hari, namun hujan menghentikan langkah kami.
Setelah tenda berdiri kami semua tertidur di dalam tenda mungkin karena kelelahan. Saya terbangun sekitar pukul 17.00 dan hujan sudah berhenti. Saya keluar tenda dan melihat puncak garuda dengan gagahnya berdiri menantang. Di sebelah barat terlihat begitu serasi Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, Di sebelah timur terlihat Gunung Lawu yang menyendiri. Dan tentu saja terlihat begitu indah Gunung Merbabu di utara sana.
![]() |
| Nampak Puncak Garuda |
Sore itu kami mulai memasak nasi dan makanan untuk mengisi perut yang sudah lapar. Sampai malam tiba kami semua mengisi keheningan malam dengan bermain kartu saja. Saat main kartu, suasana sempat mencekam saat beberapa ekor binatang mendekati tenda dan menjilati sisa bekas makanan di nesting dan panci. kami sedikit agak khawatir kalau binatang buas, hingga saat main kartu pun, kami sambil memegang golok dan pisau badik.
Malam itu, kami main kartu lama sekali hingga tak terasa waktu tiba pukul 02.00. Kami bergegas menutup mata sejenak menunggu subuh datang.
Jumaat, 2 Maret 2012
Kami ternyata kesiangan lagi untuk summit attack, Kami semua terbangun Pukul 06.00. Kami langsung beranjak dari sleeping bag, dan menyiapkan barang-barang untuk summit.
Berjalan di trek yang menurut saya lumayan terjal. membuat dengkul serasa copot. Pukul 06.30 kami sampai di Pasar Bubrah dan bertemu rombongan orang-orang Jepang, mereka hanya sampai Pasar Bubrah. Saya sempat bertanya kepada guide yang mengantar orang Jepang tersebut, mengenai jalur menuju puncak. Mereka menunjukan ada orang yang sedang naik juga ke puncak, kami di suruh mengikuti jalur yang sudah dilalui orang pagi ini. Disana saya mengambil jalur bebatuan curam yang labil. Boleh dibilang setiap satu kali melangkah, maka kaki akan turun setengah langkah.
Saya terus naik ke atas dan terkadang terperosok kebawah kembali. Di butuhkan tenaga yang lebih banyak dan perjuangan yang begitu keras untuk mencapai puncak ini. Satu jam saya bergelut dengan tanjakan yang terjal dengan bebatuan labil, akhirnya sampai di Puncak Gunung Merapi. Di Puncak kami ucapkan syukur yang tak henti-hentinya, karena cuaca lumayan cerah pagi ini. Seperti biasa kami melakukan ritual di puncak yaitu foto-foto dan menghabiskan berbatang-batang rokok. (menikmati Indonesia dengan cara dan sudut pandang yang berbeda).
| Di Puncak Garuda Gunung Merapi |
| Bersama Ranger dari Patagonia (Sir Alexander Beringia) |
Kami menemukan sebuah tas ransel besar di puncak, yang ternyata milik dari Sir Alexander Heart. Seorang Volcano Hunter dari Rusia. Kami berkenalan dengan beliau dan mengobrol-ngobrol. Sempat kami bertukar email dan nomer handphone. Tak lupa beliau memasukan kami ke dalam film dokumenternya di puncak hari itu. Berbeda dengan jalur naik, kami turun melwati jalur yang berpasir. Kami semua melucur serasa main Snow boarding, akan tetapi ini Sand Boarding.
Hal terlucu adalah, ketika rokok dari Sir Alex habis, kami berikan beliau rokok Dj*rum c*klat 76. Ternyata dan tanpa di sangka beliau menyukainya, kami semua terawa lebar. "ternyata bule mau juga rokok anak kampung kaya kita", Kata Saya.
Setelah santai-santai di Pasar Bubrah, kami turun bersama menuju Pos 2. Tak lupa kami berdoa juga untuk teman-teman yang telah tiada di Pasar Bubrah. Setelah 15 menit turun, kami tiba di Pos 2. Lalu kami mulai packing karena cuaca juga sudah mulai tak mendukung. Di Pos 2 Sir Alex kami suguhkan segelas jahe hangat, tak dipungkiri ia juga sangat menyukainya. Kemudian Beliau berpamitan untuk jalan duluan, dan janjian untuk ketemu lagi di basecamp Pak Syamsuri.
Setelah 30 menit kami packing, kami juga bergegas turun, tak lupa berdoa juga untuk in memoriam yang ada di Pos 2. Hujan mulai turun saat itu, kami membuka kembali ponco, dan berjalan sedikit berhati-hati di batuan licin. Tiga jam menuruni batuan vulkanik yang licin kami tiba di New Selo. Di sana kami memesan nasi goreng dan beberapa tempe mendoan untuk mengisi perut yg sedari tadi berontak ingin makan.
Setelah makan makan, kami langsung menuju basecamp. Disana bertemu kembali dengan saudara Pitax yang terlihat senang sekali hidup di desa ini. Basecamp, kami semua bergantian mandi dan membereskan ulang barang-barang pendakian, karena jika terlalu sore sudah tidak ada kendaraan menuju Boyolali. Benar saja kendaraan umum sudah tidak ada, mau tak mau kami mencarter kendaraan warga sekitar sampai Kota Solo. Setelah kesepakatan harga telah dicapai akhirnya kami naik kendaraan carteran menuju Kota Solo. Sampai di Kota Solo sekitar pukul 19.00. Kami meminta diantar sampai Stasiun Solo Jebres. Sialnya sesampainya kami di stasiun Jebres, saya baru ingat kalau tas yang berisi kamera dan dompet tertinggal di mobil carteran. Saya sempat panik, namun teman-teman berusaha menenangkan. Saya menelepon Pak Tono Merbabu untuk berkoordinasi dengan Pak Syamsuri. Lalu saya juga menelepon Pak Syamsuri untuk menelepon si supir yang mengantarkan kami tadi.
Alhamdulillah sekitar 30 menit, supir tersebut datang lagi dan mengantarkan tas yang tertinggal. Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang dan warga sekitar Gunung Merbabu-Merapi yang sangat baik dan menyambut kami dengan ramah.
Sungguh cobaan datang lagi, saat kami ke loket tiket kereta, ternyata semua tiket kereta menuju Jakarta telah habis terjual. Akan ada lagi sekita hari senin. Kami semua terdiam dan bingung untuk berbuat apa. Jika menunggu hari senin, maka biaya hidup di Kota Solo akan tambah besar.
Akhirnya kami mencoba berfikir positif sejenak dan mencoba untuk mengisi perut terlebih dahulu di angkringan depan Stasiun Jebres. setelah selesai makan, saya dan saudara Pitax naik becak untuk menuju terminal Tirtonadi Solo. Saya berniat men cari bus jurusan Jakarta.
Doa ami terkabul, ada satu bus yang belum jalan dengan jurusan Jakarta. Saya mulai mengeluarkan jurus tawar menawar saat itu hingga disepakati harga yang lumayan murah dibanding harus menunggu kereta hari senin. Saya langsung naik Taxi dan menjemput teman-teman di Stasiun Jebres untuk menuju terminal Kertosono. Di terminal kami langsung naik bus Teguh Jaya dengan jurusan Pulo Gadung Jakarta.
Di bus kami mengisi malam hari dengan terlelap tidur. Sampai di Jakarta tepatnya Pulo Gadung Pukul 11.00. Kami langsung naik Busway menuju Blok M. Dari Blok M, kami naik metromini 71 jurusan Bintaro. Hingga sampai lagi di kediaman saudara Pitax Pukul 13.00.
Terima Kasih Untuk ;
- Allah S.W.T
- Teman-teman KOMPAK ( Putro, Epen, Pitax, Budi)
- Pak Tono Merbabu (081325932700)
- Mas Ando Merbabu (085329720365)
- Pak Slamet Merbabu
- Mas Musis sebagai driver menuju Basecamp Merapi
- Pak Syamsuri Merapi (081329266656)
Gallery Merbabu-Merapi KOMPAK 2012
![]() |
| Saputro (baso) |
![]() |
| Ari (Pitax) |
![]() |
| Epen |
![]() |
| Saya |
![]() | |
| Budi |
![]() |
| Arah barat puncak |
![]() |
| terlihat jalur naik turun |
![]() |
| Jalur naik turun |
![]() |
| saya |
![]() |
| Kawah Merapi yg meletus 2010 |
![]() |
| Kentheng Songo |
![]() |
| Baso |
![]() |
| Epen |
![]() |
| Saya |
![]() |
| Budi |





Thursday, 15 March 2012






















bikin ngiri sob... hikshikshiks... enak banget y bisa daki gunung kayak gitu^^
ReplyDeletehmm..., dengan membaca artikel sobat serasa mendaki juga meski tidak hanya dalam angan :D
thanks y sob dah berbagi pengalaman. moga bermanfaat. sukses selalu u/ sobat ;)
iya makasih sobat, sukses terus, semoga bisa bergabung dengan saya di pendakian2 gunung :D
DeleteWah.. sangat menyenangkan sobat, salam kenal..
ReplyDeletesalam kenal juga sobat. sukses selalu :D
DeleteAlam punya caranya sendiri membuktikan kebesaran-Nya...harus menginjakkan kaki sekali lagi ke Merapi, tapi kali ini wajib, sampai tanah tertinggi.
ReplyDeletemerapi wajib wen, ayo berangkat lagi, gw siap iut lagi. . hehe
Deletegood adventure, so nice
ReplyDeletethank you :D
Deletekeren banget...
ReplyDeletejadi pengen daki gunung nihh...
belum pernah sekalipun...
pemandangan diatas keren* banget yaa :D
pasti, indonesia ini keren loh gunung2nya.
Deletemudah2an bisa gabung dgn saya klo tertarik :D
Have a happy weekend to you. Keep posting.
ReplyDeletethank you :D
Deleteluar biasa perjalanannya, jembatan itu kenapa dibilang jembatan setan ya ??
ReplyDeletekarena serem sob, kiri kanannya jurang dalam. trus tanjakannya luar biasa menguras tenaga.
Deleteluar biasa sob, sy rencana besok jumat sore tgl 16 nov mau naik nih hehe
ReplyDeletejadi kangen sama basecamp manggala...
ReplyDeletegak mampir ke rumah saya sob?
ReplyDeletewah di magelang ya mas..
Deleteinsyallah brother, kita menyusul perjalanan kalian, dalam mendaki kok kalian sepertinya tidak punya target untuk menikmati sunrise sepertinya, dan sampai puncak pasti sudah siang he he he he
ReplyDeletesalut pengen ngikutin jejak hikkers kalian.........