Januar Arifin

Kalian Yang Mengaku Pecinta Alam

Posted by Januar arifin on Thursday, 29 March 2012

Beberapa hari yang lalu saat saya sedang mengurus izin SIMAKSI untuk pendakian Gunung Gede-Pangrango, saya menyempatkan sejenak untuk trekking ke Curug Cibereum. Hari itu sudah terlalu sore untuk menuju curug, namun saya tetap berjalan saja hitung-hitung olahraga sedikit. Saat sampai Pos Telaga Biru saya berhenti dan duduk-duduk disana sambil menikmati cerahnya sore itu.

Kemudian setelah beberapa lama disana, saya memutuskan untuk kembali ke bawah karena takut kesorean sampai di Bandung. Sambil turun saya memunguti sampah yang ada di trek pendakian, dan luar biasanya sampah itu sampai dua kantong lumayan besar. Ini jumlah yang sangat banyak sekali, padahal saya hanya memunguti dari Pos Telaga biru sampai bawah. Miris sekali saya melihat keadaan seperti ini. Mereka hanya berwisata tanpa memperhatikan hal-hal yang sangat sepele seperti ini. Padahal apa susahnya membawa kembali sampah itu turun ke bawah. 

Saya menulis ini bukannya sok bersih atau sok peduli lingkungan. Akan tetapi hanya menghimbau kepada kawan-kawan yang beraktifitas di alam agar lebih menjaga dan menghargai alam, karena kalau bukan kita semua, siapa lagi??.

Dari pengalaman saya, bertemu dengan wisatawan-wisatawan mancanegara yang sedang mendaki atau berkegiatan di alam Indonesia, mereka pada dasarnya sangat iri pada Indonesia yang memiliki alam begitu indah. Apalagi wisatawan yang berkegiatan di gunung, mereka sangat takjub akan keindahan alam Indonesia yang menyandang predikat sebagai Ring of Fire dan pemilik Hutan Hujan Tropis terbaik. Namun, satu dari mereka yang tidak suka, yaitu banyaknya sampah dan aksi vandalisme yang merusak keindahan lingkungan. 

Saya pernah bertemu seorang pendaki asal Rusia di Gunung Merapi, beliau berkata "i don't like, a lot of garbage here". Kemudian beliau turun dari puncak Gunung Merapi hingga ladang penduduk sambil memunguti sampah dari yang terkecil seperti puntung rokok hingga yang besar seperti plastik dan sebagainya. Kemana orang kita, mereka yang dari jauh saja menghargai dan merasa memiliki alam hingga berbuat seperti itu.  Harusnya kita malu dengan hal ini.

Beberapa wisatawan mancanegara yang saya temui di Gunung Gede-Pangrango pun pernah berkata hal yang sama seperti itu. 

Kemana mereka yang mengaku Pecinta Alam??  Saya juga bingung dengan pertanyaan itu. Banyak yang mengaku pecinta alam, namun kelakuan dan kepribadiannya tidak seperti orang yang mencintai alam. Miris sekali. Bahkan banyak juga vandalisme-vandalisme yang dengan bangganya menulis nama kelompok pecinta alam mereka di puncak gunung atau di batu-batuan.

Jangan sampai bencana datang terlebih dahulu baru menyesal. Ini tugas kita semua sebagai manusia yang hidup di dunia. Bukankah dalam agama di ajarkan bahwa "Kita ini diciptakan untuk menjadi Khalifah di bumi, bukan menjadi perusak di bumi". 

Berikut ada beberapa bukti foto yang menunjukan keadaan sampah dan vandalisme yang mengganggu keindahan alam. Diambil dari kamera saya sendiri dan teman-teman seperjalanan saya. 


Vandalisme di Petunjuk arah Puncak Gede-Pangrango Tahun 2010

Vandalisme di Pos Pencari Kayu Gunung Lawu Tahun 2012

Vandalisme di dalam Pos Pemancar Gunung Merbabu 2012

Bangunan Pemancar Gunung Merbabu Tahun 2012

Ada Beberapa Teman yang mengingatkan melalui secarik kertas

Sampah di Pos 4 Gunung Merbabu 2012

Di Jalur pendakian Gunung Gede 2011

Vandalisme di Gunung Gede

Papan informasi di Gunung Gede

Kenteng songo Merbabu yang di coret-coret dengan Tipe-x



Yang ini juara, niat banget bawa cat ke Puncak Gunung Gede. Entah bermaksud apa ia mengecat batu itu.
Puncak Gunung Gede September 2011


Salam Lestari. . MARI KITA JAGA ALAM INDONESIA YANG INDAH INI !!!

Jangan kau tinggalkan apapun kecuali jejak. . 
Jangan kau ambil apapun kecuali foto. . 
Jangan kau bunuh apapun kecuali waktu. . 
Jangan kau bakar apapun kecuali semangat. .
Jangan kau bawa apapun kecuali kenangan. . 

Bandung, 29 Maret 2012. . Januar Arifin



Tambahkan Komentar

17 comments:

  1. If you lost on the mountain in Indonesian, you can follow the rubbish (kalau baca blog orang luar yang cerita pendakian di Indonesia, bakal sering banget ketemu kalaimat serupa, miris ya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sumpah miris asli, malu juga masa orang luar negeri sampe beragumen gitu. . :(

      Delete
    2. ;( kapan ya orang Indonesia bisa bener2 sadar kalau buang sampah sembarangan itu merusak alam...sepertinya pada sekolah sampai S1 atau bahkan lebih, tapi masalah membuang sampah aja ga ngerti dan ga bertanggung jawab... T_T

      Delete
  2. Sudah lama saya meninggalkan kegiatan yang paling saya suka yaitu mendaki gunung kangen rasanya bertemu kembali dengan rekan-rekan pendaki yang sekarang saya tidak tahu dimana mereka berada
    salam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba hubungin lagi mas, kita jalan lagi melihat keindahan alam

      Delete
  3. memang gan, di daerah ane juga begitu air terjun dengan suasana sejuk banyak bebatuan tapi di coret2. mmiris memang.

    mudah2an saja kita semua lebih peka terhadap kebersihan linkungan.

    makasih sharingnya

    salam dan suport dari duniasharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh parah yaa, sepertinya corat-coret membudaya dimana-mana.

      Delete
  4. hanya sedikit orang yg mencintai alam bagaikan mencintai dirinya sendiri gan....................

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener gan, untuk saat ini sedikit orang yg seperti itu .

      Delete
  5. Sejak kecil saya sudah diajarkan ortu untuk selalu membawa kantung plastik sebagai jaga2 kalau tidak ada tempat sampah. Saya melihat masih banyak sekali orang Indonesia yang tidak peduli dengan kebersihan dan lingkungannya. Pake mobil mewah, tapi tetap aja buang sampah ke jalan :(
    Ada yang salah nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang ada yg salah dengan semua ini gan. mereka gak pernah mau peduli dengan sekitarnya :((

      Delete
  6. memang susah sob, dimana-mana kek gitu, daerah saya juga seperti itu, belum adanya kesadaran untuk menjaga alam padahal menamakan dirinya kelompok pencinta alam, ironis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat ironis pastinya, berikrar pecinta alam tetapi berprilaku bukan layaknya pecinta alam :((

      Delete
  7. emang susah mengajarkan tentang kepedulian lingkungan, semuanya kembali pada kesadaran diri sendiri! salam semangat brother!

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang sulit bro jika tidak diajarkan dari kecil semangat broo.

      Delete
  8. untuk cinta lingkungan
    mulai dari lingkungan kecil kita

    ReplyDelete