Januar Arifin

Pendakian Gunung Salak 2211mdpl

Posted by Januar arifin on Tuesday, 26 February 2013

Gunung Salak, gunung yang selalu impikan untuk didaki. Pesona kerapatan dan keanekaragaman hayatinya yang membuat saya tertarik untuk mendakinya. Kali ini saya bersama Putro, Pare, dan Pitak mencoba menggapai puncak tertinggi Gunung Salak.


Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 mdpl dan Salak II 2.180 mdpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 mdpl.

Secara administratif, Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani KPH Bogor, namun sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, kini bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Banyak yang mengira nama Gunung Salak berasal dari nama tanaman Salak, akan tetapi sesungguhnya nama gunung ini berasal dari bahasa sansekerta "Salaka" yang berarti perak. Maka Gunung Salak bermakna "Gunung Perak."

Jumat, 8 Februari 2013

Pagi hari saya sengaja pulang dari Bandung ke Jakarta langsung menuju rumah saudara Pitak. Sampai Jakarta packing barang kemudian pulang sebentar untuk solat jumat dan pamitan dengan orang tua. Pukul 16.00 saya berpamitan kepada orang tua dan menuju rumah saudara Pitak untuk kembali packing barang yang belum terbawa sebelumnya.

Selepas magrib barulah kami berempat pergi menuju terminal Lebak Bulus Jakarta. Sekitar 30 menit perjalanan kami tiba di terminal. Namun, bus jurusan Sukabumi tak nampak di terminal malam itu. Saya melahap 2 mangkuk bubur ayam sembari menunggu bus. Satu jam setengah menunggu tak nampak jua bus yang ditunggu, dalam hati ingin pergi ke Bogor terlebih dahulu dan lanjut ke Sukabumi dengan kendaraan Elf. Akan tetapi bus yang ditunggu datang juga, seketika bus langsung diserbu para penumpang. Penuh dan akhirnya kami terpaksa berdiri. Tak disangka hampir 2 jam setengah kami berdiri sampai Cidahu, Sukabumi. Awalnya kami berfikir bus akan kosong kembali sampai di Ciawi, namun tak disangka semua penumpang tujuan Sukabumi. Lumayan lah untuk peregangan otot paha dan betis.

Di Cidahu malam itu sudah tidak ada angkot. Banyak yang menawarkan untuk carter sampai atas Javana Spa. Namun kami santai dulu menunggu angkot yang benar-benar murah. Rata-rata mencarter minta harga 100-150 ribu sekali jalan.

Sabtu, 9 Februari 2013

Pukul 01.00 kami dapat angkot dengan persetujuan biaya 60 ribu sampai pos pendaftaran Cangkuang. Perjalanan ke atas lumayan jauh juga terhitung sekitar 1 jam kami tiba di pos pendaftaran. Kami melapor dan membayar uang masuk daerah konservasi pada petugas yang jaga malam itu. Setelah melapor kami mencari warung untuk sekedar merebahkan badan dan minum kopi. Ternyata warung sangat jauh ada di Blok 3. Kami berjalan menyusuri jalan beraspal sejauh -/+ 1km menanjak.

Sampai di warung kami memesan teh hangat dan kopi. Malam ini kami beristirahat di warung hingga sang fajar bersinar. Kami habiskan waktu dengan berbicang-bincang dan mengisi perut. Kecuali saudara Pitak yang bisa terlelap tidur di warung. Pukul 03.00 hujan lebat turun membuat hawa semakin dingin.

Pukul 05.30 Alhamdulillah hujan mulai reda, kami packing ulang barang bawaan. Kami semua bersiap untuk melakukan pendakian Gunung Salak. Pukul 06.00 kami telah bersiap, langsung keluar warung dan berdoa untuk keselamatan kami semua.

Perjalanan awal kami tetap menyusuri jalan beraspal hingga pintu jalur pendakian. Sekitar 15 menit berjalan dari warung kami sampai di gerbang jalur pendakian Salak 1 dan Kawah Ratu. Tak disangka tak diduga ternyata gerbang pendakian ditutup / digembok. Terpaksa kami memanjat pagarnya untuk bisa masuk ke dalam jalur pendakian.

di depan pintu gerbang yang digembok
Setelah memanjat pagar, kami berdoa lagi untuk keselamatan kami semua. Bismillah. . trek awal yang sedikit menajak dengan jalan berbatu kemudian melewati sebuah jematan berwarna hijau yang sudah sedikit rusak. Trek masih agak menanjak kemudian menurun hingga Patok 1Km, trek kemudian berbelok ke kiri dengan menanjak namun tetap berbatu yang tersusun rapi. 
trek berbatu menanjak
Kami berjalan dengan sedikit-sedikit berhenti menghela nafas. Sekitar -/+ 2 jam berjalan kami tiba di di patok 2,5km. Disinilah yang dinamakan Simpang Bajuri. Dimana jalur ke kiri menuju Kawah Ratu dan lurus menuju Puncak Salak 1. Di Simpang Bajuri ini kami mengeluarkan alat masak untuk sekedar membuat kopi. Di Simpang Bajuri ini lah sumber air terakhir bagi yang ingin menuju Puncak Salak 1. Sumber air terletak mengikuti jalur menuju Kawah Ratu, -/+ 20meter dari Simpang Bajuri.

Pukul 09.00 kami santai sejenak disini sambil meminum susu dan kopi yang terasa segar di badan. Kicauan burung menambah syahdunya pagi ini. Kami semua baru pertama kali menginjakan kaki di Gunung Salak ini. Sejak dahulu mengimpikan dapat mendaki gunung ini, namun kesempatan itu sirna oleh ajakan-ajakan  pendakian gunung yang lebih jauh. 

Ngopi dulu di Simpang Bajuri
Satu jam kami santai di Simpang Bajuri, datang juga rombongan dari Jakarta menambah ramainya pendakian kali ini. Kami mulai jalan lagi. Kali ini jarak patok dihitung berdasarkan HM (hektometer), dan mulai di Simpang Bajuri ini dihitung dari 0 (nol) lagi. 

Petunjuk arah di Simpang Bajuri

Perjalanan mulai menembus lebatnya hutan gunung ini. Trek semakin menanjak sudah tak berbatu lagi. Sesekali kami beristirahat untuk menghela nafas dan minum. Kini trek kadang menurun dan kemudian naik dengan curam. Pada HM 9 hingga HM 16 jalur menurun dan disinilah banyak jebakan-jebakan lumpur yang lumayan dalam. Lumpur-lumpur itu dalamnya sekitar sebetis manusia, disini lah kita musti pintar-pintar memilih pijakan kaki. Walaupun akhirnya pasti akan tercebur juga ke lumpur tersebut, karena tidak ada pijakan lain yang bisa diinjak.

Lumpur dalam
Harus pintar memilih pijakan
Akhirnya tercebur juga ke lumpur

Kami terus berjuang melawan trek yang terjal ini dengan sesekali berhenti untuk minum. Sekitar Pukul 14.00 kami tiba di patok HM 39 Kami dihadapkan oleh tebing yang tegak lurus 90derajat dengan seutas tali webing untuk membantu memanjatnya. Dengan berdoa didalam hati dan keyakinan yang kuat kami mulai memanjatnya satu-persatu. Mengerikan sekali karena di bawahnya dihadapkan oleh jurang yang menganga. Saya pikir ini lebih menantang dari pada Tanjakan Setan di Gunung Gede sana.

Kalau tidak salah ada 3 model tebing yang harus dilewati dengan tali. Tebing pertama dengan bantuan tali webing dan yang ke 2 dan ke 3 memakai bantuan tali tambang. Setelah semua itu terlewati trek seperti agak serong kanan, sepertinya berpindah punggungan. Trek tetap menanjak tanpa bonus. Kali ini kami berjalan di tanah gambut yang lebarnya hanya setengah meter dengan kiri dan kanannya jurang. Dibutuhkan konsentrasi yang lebih jika tak mau terjun bebas.

Sore ini nampak Kawah Ratu dari atas sini, tapi sedikit berkabut. Kami terus berjalan, letih mulai terasa, kantuk mulai mendera tetapi kami harus terus melanjutkan perjalanan ini. Patok HM 46 ada pertigaan dari arah kanan yang ternyata itu adalah jalur pendakian dari Girijaya (Curug Pilung).

Nampak Kawah Ratu dari sini
Kami naik dari jalur Cidahu yang sebelum Javana Spa

Alhamdulillah pukul 16.00 kami tiba di Puncak Salak 1. Kami langsung bergegas mendirikan tenda sebab hari itu terlihat mendung sekali. Setelah tenda berdiri kami semua masuk tenda dan mulai ritual masak-memasak. Menu hari ini adalah mie goreng, nasi, dan sosis goreng. Perut kenyang saatnya KoLu = roKo duLu. Setelah semua itu berakhir kami mulai terlelap diselimuti kabut puncak Salak 1 yang sedikit sejuk. Malam ini tidak terasa begitu dingin sebab gerimis mulai turun.

Minggu, 10 februari 2013

Gubuk sederhana kami
Saya terbangun pukul 03.00 membuka tenda melihat cuaca sudah mulai cerah. Nampak kerlip lampu Kota Sukabumi yang begitu indah. Disusul Pare yang terbangun, kemudian saya membuat nasi untuk sarapan pagi dan pare memasak minuman hangat. Hingga tak terasa mentari mulai menyapa, pukul 06.00 saya dan pare ke luar tenda dan berjalan-jalan di sekitar puncak Salak 1. Ada beberapa orang yang berziarah di Makam Mbah Salak. Mereka bercerita sebelum ada peristiwa Sukhoi Mei tahun lalu, Puncak Salak 1 begitu lebat oleh pepohonan, namun pada saat ada peristiwa tersebut Pepohonan di puncak ini sudah dibabat habis oleh para tim SAR.

Kami kembali ke tenda, Putro dan Pitak sudah terbangun saatnya ritual utama yaitu foto-foto. Sebab tak ada satupun yang boleh kau ambil di gunung kecuali foto. Pagi itu pemandangan sunrise sangatlah luar biasa, matahari terbit diantara celah-celah Gunung Gede dan Pangrango. Kami semua berfoto ria dengan kostum tim sepak bola kebanggan masing-masing (edisi tim bola).

Sunrise nih
Puncak Salak 1
Nampak Puncak Salak 2
Pake kostum Tim kesayangan
Kompak berkibar di Salak 1 bersama tim dari Jakarta
Setelah puas berfoto ria, kami kembali ke tenda untuk melahap makanan yang sedari tadi dimasak. Menu pagi ini Tempe goreng, sosis dan mie rebus. Mantaap lumayan mewah kali ini. Pukul 08.00 kami selesai makan langsung packing barang dan tenda. Setelah selesai packing tak lupa kami ke Makam Mbah Salak untuk sekedar mengirimkan doa dan berziarah.

Menuju Makam Mbah Salak
Berziarah di makam Mbah Salak
Setelah itu saatnya kami meninggalkan kawasan Puncak Salak 1. Kami turun melewati jalur yang sama dengan kami naik yaitu Cidahu. Turun tak kalah berat dengan naik. Kehati-hatian dan kefokusan dalam melangkah lebih diperhatikan. Jurang yang menganga siap menerkam bila kita tak fokus. Rekan kami Putro hampir saja terperosok ke jurang, namun masih bisa naik kembali karena pertolongan dari Pare.

Luar biasa trek semakin basah karena semalam hujan. Lumpur-lumpur dalam trek semakin dalam saja. Kami terus turun dengan langkah agak cepat, namun sesekali berhenti lama untuk minum dan merokok. Pukul 14.30 kami samapai di Simpang Bajuri. Hujan besar turun, kami mengambil persediaan air utnuk minum.

Trek menjadi sungai kecil
Rekan Pitak nyebur lumpur
Lanjut turun ditemani hujan yang besar. Trek semakin parah menjadi aliran air deras bak sungai. Alhamdulillah akhirnya kami tiba di Pos pendakian Pukul 16.00. Hujan masih menemani, kami memanjat pagar lagi layaknya berangkat kemarin. Sore itu langsung menuju warung untuk makan dan membersihkan badan.

Pukul 17.30 kami turun dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan angkot carteran beserta rombongan dari Jakarta. Pukul 21.30 tiba di Jakarta tepatnya terminal Kp. Rambutan. Dan lanjut dengan bus Agra Mas sampai rumah saudara Pitak Pukul 22.30. Alhamdulillah kamisemua sampai dengan selamat tidak kekurangan satu hal pun. Terimakasih Sampai jumpa di pendakian berikutnya. Salam Lestari. 

Thanks to :
- Allah S.W.T
- Saudara Seperjalanan (Putro, Pare, Pitak)
- Orang tua yang selalu mendoakan di rumah
- Serta Gunung Salak yang menyambutku dengan pesona luar biasaMU

Keterangan :
- Gunung Salak hanya memiliki Jalur resmi yaitu Cidahu dan Pasir Reungit
- Trek berlumpur mendominasi di gunung ini
- Hati-hati terhadap binatang pacet yang sewaktu-waktu menempel
- Jaga kealamian trek, jangan berbuat VANDAL di gunung ini
- Apa yang kau bawa harap bawa turun lagi

video :






Tambahkan Komentar

13 comments:

  1. Replies
    1. okaay thx bangdull. ente sih kaga bisa ikut. .

      Delete
  2. keren om, saya asli bogor masih mikir klo mau ngedaki kesalak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih om. . wah saya juga modal nekat aja, awalnya mikir2, tp setelah niat dan tekad bulat akhirnya jalan juga. hehe :D

      Delete
  3. good bgt dah saya juga abis naek salak awal tahun 2013 om!! insya allah mw kesalak lagi nih tgl 28 !sukses deh buat om

    ReplyDelete
  4. 17 agustus insya Allah saya juga mau naik ke salak...kalau naik bus jurusan sukabumi turunnya di cidahu sebelah mana om? terus kalau saya turun di cicurug untuk sampai pos cidahu berapa jam? kira2 sewa angkotnya berapa ya? thx before

    ReplyDelete
    Replies
    1. turun cidahu depan pom bensin. Sekitar 1 jam dr cicurug sampe pos cidahu. sewa angkot 20rb perorang tergantung waktu dan jumlah rombongan.

      Delete
  5. Mas bro jalur cidahu tuh cukup jelas ga? Ane rencana mau naik tgl 19 tp blm pernah ke sana sama sekali neh

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalur cidahu agak sedikit tertutup bro, tapi jelas kok. ikutin aja patok HM berwarna hijau yang ada setiap 1km.

      Delete
  6. Bro, saya dr padang. rencana akhir maret ini mau naik salak. mohon infonya dong estimasi waktu pulang pergi salak. sekarang saya dr depok. skalian rute angkutannya kalau dr depok. via- email aja bro. rahmat_hdyat@yahoo.com
    thanks before,
    salam.

    ReplyDelete