Januar Arifin

Papandayan Ceria Bersama KOMPAK Adventure

Posted by Januar arifin on Wednesday, 27 February 2013

Pendakian kali ini saya beserta rekan-rekan dari KOMPAK menyambangi salah satu gunung yang berada di Garut, Jawa Barat. Pendakian kali ini berjumlah 13 orang dari Jakarta dan 2 orang dari Bandung. Saya dan Madhot berangkat dari Bandung. Berikut kisah lengkapnya.
Gunung Papandayan terlihat dari Puncak Gunung Cikuray

Jumat, 15 Februari 2013

Pukul 21.00 saya bertolak dari Bandung dengan menggunakan angkot gelap (carry plat hitam) menuju Kota Garut. Sebelumnya saya sudah janjian dengan rombongan Jakarta di Bunderan Tarogong Garut. Tengah malam saya sudah tiba di Garut dan langsung mencari warung kopi untuk menunggu rombongan Jakarta. KoLu (kopi dulu) biar semangat sambil mengingat kenangan-kenangan di Kota ini. Garut memang luar biasa.

Sabtu, 16 Februari 2013

Pukul 01.30 rombongan dari Jakarta tiba di Bunderan Tarogong. Kami semua berkumpul menjadi satu dan menunggu mobil carteran yang akan mengantarkan kami menuju Pelataran Parkir Kawah Papandayan (Camp David) . Pak Ikin driver kita malam ini menuju Gunung Papandayan. Kami menaiki mobil carteran berjenis pick-up. Dingin mulai menyelimuti, suasana khas pegunungan mulai terasa. Tak terasa -/+ 2 jam kami diatas mobil dengan penuh canda tawa akhirnya sampai juga di Pelataran Parkir Gunung Papandayan Pukul 03.00. Kami langsung menuju warung untuk mencari minuman hangat. Pagi ini angin berhembus lumayan kencang membuat semakin dingin saja disana.

Suasana Pelataran Parkir Kawah (Camp David)
Singkat cerita, pukul 06.00 semua bersiap mempacking ulang barang bawaan. Setelah selesai semua kami berkumpul membuat lingkaran untuk berdoa memohon keselamatan dalam kegiatan kami. Pukul 07.30 kami semua mulai berjalan, trek awal landai dengan kondisi berbatu. Pagi ini nampak begitu cerah sekali. Kepulan-kepulan asap dari kawah terlihat sangat menawan.


Mulai berjalan
Sekitar 30 menit berjalan kami memasuki kawasan kawah, seperti biasa kami banyak berhenti untuk sekedar berfoto-foto ria. Perjalanan ini sangat santai sekali, namanya juga kemping ceria. Memasuki daerah yang pekat sekali asap belerangnya, diharapkan pendaki memakai masker yang sudah sedikit basah.
foto-foto
Asap kawah
Puas berfoto di kawah kami lanjut berjalan. Kali ini kami melewati jalur yang ke kanan. Biasanya saya kalau ke Papandayan melewati jalur yang kiri menanjak dan langsung tembus ke Hutan Mati (death forest). Jalur ke kanan mengikuti jalur besar yang biasa dilewati para penambang belerang.

Trek ke arah kiri
Menyebrang aliran sungai
Trek datar dan agak menurun hingga bertemu aliran sungai kemudian trek kembali menanjak mengikuti punggungan. Masih saja disetiap sudut perjalanan rombongan terlihat berhenti untuk berfoto-foto. Kami terus berjalan hingga bertemu dengan pertigaan. Dari pertigaan ini, jika lurus menuju Tegal Panjang. Kami mengambil jalur ke kiri untuk menuju Pondok Salada. Trek kembali menanjak dengan kondisi tanah yang agak becek. Sekitar 15 menit kemudian sampailah kami di Pondok Salada.

Menanjak sebelum Pondok Salada

Di Pondok Salada tercatat Pukul 11.30. Kami langsung mendirikan tenda dan memulai ritual masak-masakan. Luar biasa logistik kali ini begitu mewah. Banyak sekali logistiknya seakan mau camp 5 hari. Siang ini terlihat agak mendung membuat pemandangan indah tertutup kabut. Setelah masakan semuanya matang saatnya melahap habis makanan.

Gubuk ceria kita
Para juru masaknya

Makan-makan hajaar telen nestingnya!!

Selepas makan hujan pun turun, kami semua masuk tenda. Candaan dan gelak tawa teman-teman membuat suasana semakin hangat. Hujan sedikit mereda saat menjelang magrib. Saya sempat keluar dan berkeliling Pondok Salada. Banyak sekali pendaki yang camp di Pondok Salada. Hari semakin gelap, kabut tipis menyelimuti. Saya kembali masuk ke tenda karena hujan sepertinya akan turun lagi.

Patroli dulu sehabis hujan

Malam hari kami masih mengisi heningnya malam dengan canda dan tawa dalam tenda. Hingga Pukul 23.00 semua hening sepertinya semua sudah lelah dan ingin memejamkan mata.

Minggu, 17 Februari 2013

Pagi hari kami semua terbangun dari tidur. Semua bersiap-siap untuk berangkat menuju Tegal Alun. Pukul 08.00 Berangkat menuju Tegal Alun melalui jalur terjal diatas Pondok Salada. Berjalan sekitar 30-45 menit kami sampai di Tegal Alun. Kami disambut dengan hamparan luas ladang Edelweiss. Subhanallah luar biasa indahnya, walau terhalang kabut tipis pagi itu. Kami berjalan ke arah kanan dan menemukan sebuah danau kecil temporer yang terbentuk karena hujan. Sesi foto-foto kembali dilakukan. Setelah itu kami berjalan lagi dan berhenti di sebuah tempat diantara Bunga Edelweis. Disana kami duduk menyeduh susu dan berbincang-bincang sambil menikmati romantisnya alam raya ini menyambut kami.


Foto Keluarga

Diantara edelweiss Tegal Alun Kolu (Kopi Dulu)
Sekitar satu jam kami habiskan waktu di Tegal Alun. Kemudian kami turun melewati jalur menuju Hutan Mati (death forest). Turun melalui jalur yang curam membuat kami berhati-hati dalam melangkah. Kami terus menuruni trek terjal hingga sampai di kawasan hutan mati, Disini sesi foto-foto lagi, bener-bener artis semua anggota pendakian kali ini.




Berasa raja minyak selonjoran dulu


Hari semakin siang, semua sudah puas berfoto-foto saatnya kembali menuju tenda di Pondok Salada. Trek dari Hutan Mati melipir kiri melewati aliran air kecil. Sekitar 15 menit sampai di Pondok Salada. Saatnya mengisi perut yang sudah sedari pagi belum terisi. Semua logistik dimasak dan dihabiskan hari ini juga agar turun menjadi ringan. Menu siang ini tempe mendoan, sosis, nugget, spagheti, nasi dan sayur soup.


Masak-masak
Setelah semua masakan matang, kami langsung melahap habis makanan. Kemudian kami berbagi tugas, ada yang cuci alat masak dan ada yang packing. Pukul 14.00 kami sudah beres semua. Saatnya meninggalkan Pondok Salada menuju Camp David. Kami semua berkumpul dan berdoa memohon pelindungan saat turun nanti.

Saya berada paling belakang rombongan. Tim mulai bergerak turun dengan cepat hingga saya pun tertinggal jauh di belakang. Hujan pun turun sore ini, membuat trek turun menjadi agak licin. Turun melewati jalur yang sama seperti naik kemarin (Pondok Salada - Geberhut - Kawah - Camp David).

Rombongan didepan sudah tak nampak oleh saya. Saya terus berjalan melewati Kawah hingga akhirnya sampai di Pelataran Parkir (Camp David). Ternyata disana hanya ada beberapa orang saja. Yang lainnya belum sampai, padahal saya adalah orang paling belakang. Setelah lama menunggu akhirnya sebagian dari tim sampai juga, ternyata mereka sempat kesasar di kawasan Kawah Papandayan. Mungkin karena hujan yang turun dan asap solfatara yang lebat membuat jalan menjadi agak berbeda.

Alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat. Kami secara bergantian bersih-bersih dan melahap gorengan di warung. Setelah semuanya beres, kami kembali mencarter kendaraan pick-up untuk menuju Kota Garut. Biaya carter mobil kali ini agak mahal, mungkin sudah terlalu sore juga dan kena cas calo juga.

Tercatat pukul 20.00 kami semua tiba di terminal Guntur Garut. Tetapi saya harus berpisah dengan rombongan Jakarta, sebab saya harus kembali ke Bandung masih bnyak urusan kuliah di Bandung. Pare, Yohana, Almira jadi ikut saya ke Bandung sebab esok hari mereka meneruskan perjalanan ke Parakan Salak.

Seperti biasa saya, Madhot, Pare, Yohana, dan Almira naik kendaraan Carry plat hitam. Karena kendaraan umum menuju Bandung sudah sangat sulit ditemukan jika malam hari. Pukul 23.00 kami tiba di kosan saya di daerah Lengkong Besar Bandung. Alhamdulillah!!!

Pendakian kali ini dihiasi oleh 3c (Canda, Cerita dan Cinta). Ingin rasanya pendakian seperti ini terus berlanjut tiap waktunya. Yang penting kebersamaan gak penting puncak, gak penting apapun!! Salam Lestari, sampai jumpa di pendakian si Janu lainnya!!!

Ini dia yang ditunggu-tunggu, artis Papandayan kita dengan judul Tegal Alun i'm in love. .Ahhaayde!!! 




Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rekan Seperjalanan Baso, Jadul, Bobby, Epen, Pitak, Pare, Gufron, Bule, Allen, Hilmi, Yohana, Almira, Unie, dan Madot
- Terima kasih terutama kepada Papandayan yang menyambutku dengan begitu romantis.

Catatan :
- Bus Primajasa Jakarta - Garut 35k
- Angkutan gelap Bandung - Garut 20k
- Carter pick-up Bunderan Tarogong - Pelataran Parkir Kawah (Camp David) 20k
- Apa yang kau bawa harap bawa turun lagi terutama sampah
- Jangan berbuat Vandal biarkan Papandayan terjaga secara alami.







Tambahkan Komentar

4 comments:

  1. papay milik pare&yohana,, hmmm next trip selanjutnya milik siapa yahh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali-kali milik gw kek bang, sedih ini. . ahaha :D

      Delete
    2. yahh kode bgt ini mah... kudugan merahnya ajaklaaah...wkwkwkwkwkwkk

      Delete
    3. ntar bang selow lah, ada saatnya bang, haha .

      Delete