Januar Arifin

Pendakian Gunung Cikuray 2818Mdpl (Lagi) Bersama KomPADS

Posted by Januar arifin on Tuesday, 2 April 2013

Gunung Cikuray, merupakan gunung yang menurut saya luar biasa keindahannya. Saya kembali menginjakan kaki di gunung ini saat seorang kawan yang kenal di Kecer (kemping ceria) Kompak di Gunung Papandayan. Berawal dari pesan singkat beliau yang meminta untuk ditemani ke gunung ini. Akhirnya disepakati kami akan bertemu di Garut, sementara saya start sendiri dari Bandung. Berikut catatan perjalanan saya dalam menapaki kembali Keeksotisan dibalik Kegagahan Cikuray.

Jumat, 29 Maret 2013

Pukul 03.00 saya sudah siap berangkat menuju terminal Leuwipanjang, Bandung. Pagi yang dingin dan sunyi diantar oleh teman dengan kuda besinya. Kehidupan sudah nampak di pinggir jalan. Para pedagang mulai mengawali harinya. Sekitar 15 menit perjalanan saya tiba di terminal, langsung mencari angkutan Elf tujuan Garut. Saya dapat Angkutan tujuan Garut berada di dekat lampu merah perempatan jalan Cibaduyut. Langsung naik tanpa basa-basi, karena rombongan dari Jakarta hampir sampai di Garut.
Pagi ini Elf agak penuh oleh para pedagang yang ingin ke Garut. Luar biasa disaat orang seperti kita masih terbalut oleh mimpi indah, mereka sudah mencari nafkah. Bukan hanya sesekali mereka seperti ini, tetapi hampir setiap hari dilakukan. Jarak bukan hambatan bagi mereka. Satu lagi pesan moral yang saya dapatkan.

"keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran serta tidak pernah mengeluh dalam mencapai tujuan, membuat mereka tetap bertahan dalam kondisi apapun" Januar Arifin

Pukul 05.30 saya tiba di daerah Tarogong, Garut. Daerah tersebut merupakan meeting point dengan rombongan Jakarta. Saya bertemu dengan rombongan Jakarta yang mengatasnamakan mereka KOMPADS di sebuah kedai kopi dekat Alun-alun Tarogong.

Kemudian saya bersalaman dan berkenalan dengan mereka. Kami sedikit berbincang di kedai kopi ini. Pukul 06.30 kami berangkat menuju Cilawu menggunakan mobil pick-up. Sekitar 30 menit kami tiba di Patrol. Mobil berbelok menuju Dayeuh Manggung dan tiba di Pemancar pukul 08.30.

Pemancar pagi ini nampak ramai oleh pendaki. Long weekend dan tidak mengenal jadwal buka-tutup pendakian menjadikan Gunung Cikuray ini ramai sekali saat ini.  Ada perbedaan yang mencolok saat ini di Pemancar, sudah ada posko pendakian dan toilet umum dibawahnya. Pagi ini nampak mendung, pemandangan kebun teh juga tertutup oleh kabut tipis.

Pukul 09.45 setelah melapor pada petugas kami bersiap untuk berangkat. Jumlah rombongan kami 12 orang. Setelah berdoa kami mulai melangkahkan kaki dengan pasti. Trek awal langsung menanjak melewati perkebunan teh Dayeuh Manggung. Di ujung perkebunan teh kami semua beristirahat mengambil nafas. Inilah Gunung Cikuray yang kerucut dengan trek menanjak sejak awal melangkahkan kaki. 

Mendung dan berkabut
Kemudian kami lanjut berjalan dengan sesekali berhenti untuk sekedar beristirahat dan mengambil nafas. Sekitar pukul 11.00 kami tiba di Pos 1. Gerimis mulai turun disana hingga akhirnya hujan menjadi lebat saat itu. Langkah kami semakin berat karena hujan yang cukup lebat. Trek menjadi aliran sungai kecil dan tanah pun terasa sangat licin dipijak. Kami terus berjalan dengan santai menghadapi semua cobaan ini. Pukul 12.30 kami tiba di Pos 2, kami berhenti sejenak untuk istirahat dan membakar batang-batang kehidupan.

Dalam rombongan saya terdapat anak kecil yang masih duduk di sekolah dasar. Saya baru kali ini membawa rombongan dengan salah satu anggotanya masih sekolah dasar. Luar biasa, saya bangga juga melihatnya, kecintaan terhadap alam harus diajarkan sejak dini. Sebab pendakian gunung dan kecintaan terhadap alam akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

"negeri ini tidak akan kekurangan calon pemimpin jika banyak anak mudanya sering melakukan kegiatan di alam"

Pukul 13.00 kami lanjut berjalan. Trek semakin terjal ditambah tanah yang licin sehabis hujan memperlambat jejak langkah kami. Pukul 14.30 kami tiba di Pos 3. Hujan sudah sedikit reda, namun kabut tebal masih menutupi pandangan kami. Sedikit diatas Pos 3 kami berhenti agak lama, kami memutuskan untuk memasak makanan sebab tenaga kami mulai habis. 

Makan dulu
Kali ini kami melahap mie instan untuk mempersingkat waktu. Tentunya dengan sedikit rokok dan kopi untuk mengusir rasa dingin yang menyelimuti. Hari ini banyak sekali pengunjung Gunung Cikuray, beberapa rombongan melewati saya. Sempat terbesit tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda. Tempat camp antar pos di gunung ini rata-rata sempit, kecuali di puncak bayangan dan puncak Cikuray.

Setelah semua selesai makan dan beres-beres, kami kembali bertarung dengan trek yang tanpa bonus ini. Setiap sesekali ada teman yang bertanya tentang jarak, terpaksa saya sedikit berbohong agar mereka tetap terjaga rasa semangatnya. 

Pukul 16.30 kami tiba di pos 4. Hujan masih saja menemani pendakian kali ini. Kami berjalan dengan sesekali berhenti. Rasa kantuk yang teramat sangat mulai terasa, saya harus lebih fokus dalam melangkah. Skripsi itu membuat saya kurang tidur akhir-akhir ini. Fisik pun terasa sedikit menurun. Sore itu saya menggantungkan langkah saya dengan niat saja. 

Tak lama di Pos 4 kami lanjut berjalan dan tiba di Pos 5 pukul 17.30. Kami semua bingung, antara camp di Pos 5 atau lanjut. Jika di Pos 5 lapak untuk mendirikan tenda sangat sempit, jika lanjut kami takut tidak ada lapak lagi diatas sana. 

Akhirnya kami memutuskan untuk lanjut ke atas. Trek semakin curam dan menguras tenaga. Hari pun terasa lebih cepat gelap, mungkin karena hujan yang tak kunjung henti. Pukul 18.00 kami tiba di Puncak Bayangan. Hari semakin gelap, hujan semakin deras disertai petir. Benar saja lapak untuk mendirikan tenda sudah tidak ada. Terpaksa kami mendirikan tenda dengan sedikit menutupi jalur pendakian, tetapi pendaki lain masih bisa melewatinya. 

Ditengah guyuran hujan yang deras kami bahu-membahu membuat tenda. Setelah tenda berdiri, semua masuk dan bergantian mengganti pakaian yang sudah basah. Malam itu hujan masih menguyur dan reda sekitar pukul 21.00. Dikala teman-teman sibuk memasak, saya memilih untuk memejamkan mata. Sudah 2 malam mata ini kurang terpejam, rasa kantuk mengalahkan rasa lapar. Malam itu saya terlelap diselimuti dinginnya udara di Puncak Bayangan Cikuray. 

Sabtu, 30 Maret 2013

Pukul 04.00 saya terbangun oleh suara teman-teman. Rasa lapar barulah terasa. Saya memasak mie instan untuk mengganjal perut yang sudah minta asupan ini. Setelah makan, kami semua bersiap untuk Summit Attack. Menurut saya, terlalu kesiangan untuk melihat sunrise, tetapi tak apalah yang penting happy terus. Pukul 05.00 kami berangkat dari Puncak Bayangan. Trek yang terjal menuju puncak kami lewati dengan perlahan tapi pasti. Dengan sesekali berhenti untuk melihat sunrise yang sudah muncul dari belakang kami. Pukul 06.00 kami tiba di Puncak Cikuray 2821 Mdpl. Alhamdulillah. . .

Puncak Cikuray
Plakat di Puncak
Subhanallah,,, Gunung Cikuray selalu saja bisa mengambil hati saya. Pemadangan yang luar biasa terhampar luas dan indah. Tipe gunung yang kerucut segitiga membuat pemandangan ke bawah menjadi jelas sekali. Kali ini di puncak terlihat lebih rapi. Bangunan di Puncak dicat berwarna hijau tosca, yang sebelumnya berwarna biru dan pink. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang merusak warna bangunan ini dengan coretan-coretan para pendaki yang tak bertanggung jawab.

Bayangan Gunung Cikuray
 Nampak Gunung Papandayan dan Perbukitan Bandung Selatan
Mentari Pagi

Kemudian seperti biasa kami berfoto ria. Dan tak lupa ritual kopi-kopi imut di puncak mesti dilakukan. Puncak Cikuray pagi itu sangat ramai oleh pendaki dari berbagai kota. Kami semua menaiki atap dari bangunan yang ada di puncak untuk melihat pemandangan yang lebih indah lagi. Luar biasa cuaca pagi hari yang cerah dengan gumpalan awan dibawahnya.

Si Janu
Si Janu (lagi)
Team KOMPADS
Team KOMPADS sama anak Ciputat
Setelah puas berfoto dan menikmati puncak, pukul 08.30 kami kembali turun ke Puncak Bayangan. Turun menuju Puncak Bayangan memerlukan waktu sekitar setengah jam. Sesampainya di Puncak Bayangan, kami semua packing dan sebagian ada yang memasak.

Pukul 10.30 semua selesai makan dan packing. Saatnya kami meninggalkan Puncak Bayangan. Hari itu turun terasa lebih berat, sebab carrier dan pakaian yang basah. Kecepatan jalan kami santai sekali menikmati langkah demi langkah yg dilalui. Di setiap pos kami berhenti untuk beristirahat. Pos 5 dan pos 4 terlewati. Kami berhenti agak lama di Pos 3. Disana ada salah seorang kawan juga yang mendaki gunung ini.

Sekitar setengah jam kami berhenti di pos ini, kami lanjut perjalanan. Hujan turun ditengah perjalanan kali ini. Terpaksa kami membuka kembali raincoat. Trek menjadi jalur air, licin sekali. Sangat dibutuhkan konsentrasi dalam berpijak agar tidak terpleset. Beberapa dari kami terpleset bahkan saya pun merasakan juga. Sungguh luar biasa trek Cikuray dikala hujan. Trek licin seperti ini lah yang menjadi kelemahan saya jika setiap naik gunung diguyur hujan.

Hujan dan trek yang licin membuat langkah kami melambat. Perlahan tapi pasti kami berjalan. Pos 2 terlewati, kami terus berjalan dengan sesekali berhenti. Pukul 15.00 kami tiba di Pos 1, kami berhenti sejenak sambil membakar beberapa batang semangat kehidupan. Kemudian kami lanjut berjalan lagi hingga perkebunan teh. Trek semakin licin saya harus tetap fokus dalam melangkah. 

Pukul 16.00 kami tiba di Pemancar, Alhamdulillah.. semua sehat dan baik-baik saja. Di Pemancar ternyata sudah menunggu mobil pick-up yang akan kami tumpangi. Setelah beristirahat dan meneguk kopi hangat kami naikan barang ke mobil tersebut. Pukul 17.00 kami meninggalkan Pemancar dan menuju Kota Garut.

Pukul 19.00 kami tiba di terminal Guntur, Garut. Disana kami langsung bersih-bersih dan mengisi perut yang sudah mulai meronta. Setelah semuanya selesai barulah kami menunggu bus jurusan Jakarta. Saya saat itu mesti berpisah dengan rombongan KOMPADS, dikarenakan angkutan dengan tujuan Kota Bandung tersisa tinggal satu.

Pukul 22.00 saya meninggalkan Garut menuju kota Bandung. Pukul 00.30 saya tiba di kosan tercinta, Alhamdulillah. . Sampai Jumpa di Pendakian Si Janu Berikutnya !! Salam Lestari !!!


Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan KOMPADS ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Madhot (Yang rela antar-jemput ke terminal)
- Gunung Cikuray ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan :
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi.

Tambahkan Komentar

32 comments:

  1. Edan uy..
    Urang mah resep pisan kana nu kieu tech..
    Can aya waktu kang hyong jalan kieu tech.. padahal mh ieu teh favorit pisan lahm kjheheheh
    Info hebat dulur.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun lur, , hayu atuh urang jalan ka gunung, adem lur bari ngopi. .pas pisanlah

      Delete
  2. mun amang mah teu tiasa naek ka gunung... teu kuat napasna ha he hoh

    ReplyDelete
  3. Nice site here my friend

    ReplyDelete
  4. bung,,,anda pun luar biasa,,,kita tunggu acara ngayab selanjutnya,,,heheheheh

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sdh menemani dan mengiringi . . . langkah kecil itu. Walau msh terseok-seok langkah itu . . . Semua adalah proses perjalanan panjang yg akan dilaluinya . . .
    . . . Salam Lestari . . .

    ReplyDelete
  6. bang jalurnya bercabang cabang ga?
    kalo belum pernah ke sana, trus mau kesana jalurnya jelas ga? takutnya ntar tersesat
    apa musti pake guide?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalur cukup jelas kok. ada cabangan tp ikutin jalur yg besar aja. gak perlu pake guide insyaallah sampe kok asal selalu memperhatikan jalurnya.

      Delete
    2. hadeuhh jadi inget ka lembur euyy saya teh ASGAR ( asli Garut ) dulu mah lagi sekolah ngekos di belakan stasiun kereta,,,,
      hidup Garut,,,,,,,,,,

      Delete
    3. wah mantap kalo gitu pak, mamang Garut luar biasa, punya segalanya, dr gunung, kawah, pantai.

      Delete
  7. muantabbbb...jadi pengen kesana...

    ReplyDelete
  8. Mantabb.. rencana akhir mei mau kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung. sukses acaranya :D

      Delete
  9. hebat sekali A Janu.. beruntung bisa menapaki benteng-benteng alam yang indah itu.. boleh gabung kapan-kapan a.?

    ReplyDelete
  10. Semoga saya juga bisa kesana :)
    salam rimba!

    ReplyDelete
  11. Keren blognya+ isinya,bener2 Agung (Anak Gunung) A Janu.Perjalanan rimbany Jadi bermanfaat utk pecinta alam lainnya.

    ReplyDelete
  12. Wah, jadi kepengen banget kenalan sama gunung-gunung jawa barat. Semoga bisaaaaaa :)
    Mungkin gunung ini yang bakalan jadi gunung jawa barat pertamaku..

    Thks for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan main ke Bandung, nanti saya antar ke gunung di jawabarat

      Delete
  13. Brooo... jadwal untuk naik lagi kapan ya..??? ato ke gunung-gunung yang lain... boleh gak gabung..h.e.h.e.he

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan ayoo ,as kalo mau gabung. nanti saya kabarin via fb

      Delete
  14. kang ada info mobil pick-up dari terminal guntur gk ke pemancar? makasih kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kok kang banyak. Kalo mau nomernya via fb atau twitter aja ya soalnya gak enak share nomer disini takut ada penyalahgunaan nomer *pesan dari sang pemilik nomer ni*

      Delete
  15. wah matap artikelna, adik saya nuju meluncur ka cikuray kang semoga selamat di jalanna amin...

    ReplyDelete
  16. Bkin ngiler nii cikuray ,
    Booking pendaftarannya online ato bsa langsung nih mas ? Planning januari 2014 mau k cikuray , mohon info , thanks :D

    ReplyDelete
  17. kang janu. Di approve dong request dari saya, mau ke cikuray tanggal 17febuari nih... hehe, sekalian mau nanya-nanya :D

    ReplyDelete