Januar Arifin

Tips Hunting Foto di Gunung

Posted by Januar arifin on Saturday, 20 April 2013

Saya sangat tertarik dengan dunia fotografi, namun hanya sekedar ingin bisa dan mendalami sedikit demi sedikit. Hal itu yang saya coba kombinasikan dengan hobi saya sebagai pendaki gunung. Saya mendapatkan artikel tentang tips hunting foto di gunung. Berikut isi dari artikel tersebut :

Si Janu dengan kameranya di Plawangan Sembalun, Gunung Rinjani

Kegiatan mendaki gunung dan memotret merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan. Keduanya saling bersinergi dalam menghasilkan sebuah karya seni, baik berupa karya dalam seni mendaki maupun seni memotret.

Bagi kalangan pendaki gunung melihat pemandangan / objek seperti, hutan tropis, semak belukar, air terjun, sungai , bunga-bunga edelweis yang putih, bahkan menyaksikan panorama matahari terbit atau terbenam dari puncak gunung adalah hal yang biasa dan sering di temukan pada setiap kegiatan pendakian. Hampir semua objek dan moment tersebut otomatis langsung terekam dalam ingatan para pendaki dan jika rindu dengan pemandangan tersebut para pendakipun akan kembali mendaki gunung untuk menemukan objek atau sekedar mengulang moment tersebut. 

Namun di era digital seperti sekarang ini, foto dokumentasi perjalanan dalam kegiatan mendaki gunung menjadi sangat mudah dan sederhana, kita tidak perlu membawa peralatan fotografi yang canggih, hanya bermodalkan HP berkamera 2mp pun para pendaki sudah bisa mengabadikan dirinya bersama teman-teman pada savana yang di tumbuhi bunga edelweis, atau foto bersama di pinggir kawah, meskipun hasil fotonya berkualitas rendah, namun itu bukanlah hal yang penting sebab tujuan foto tersebut hanyalah sebatas dokumentasi saja. 
 
Sebagian besar pendaki gunung sudah pasti mengerti tentang manajemen pendakian. Dari tingkat kesulitan jalur, jarak tempuh rute, persediaan logistik dll. Dan yang terpenting adalah manajemen power atau tenaga kita selama melakukan kegiatan pendakian. Namun seberapa banyak pendaki gunung yang melakukan pendakian dengan tujuan ekstra, yaitu memburu foto ( istilahnya hunting foto ).???

Berikut tips memotret/hunting foto diatas gunung, lebih tepatnya berlaku pada pendakian singkat seperti di Gunung Gede-Pangrango. Meskipun manajemen yang saya gunakan ini tidak berjalan bagus 100% setidaknya dapat memberi gambaran buat orang lain tentang situasi dan kondisi hunting di gunung dalam kondisi yang cukup ekstrim.

Dalam hunting foto di gunung ini, yang pasti ada dua bentuk manajemen yang akan kita terapkan yaitu : Manajemen mendaki gunung dan Manajemen fotogarafi/hunting foto.
  1. Manajemen mendaki gunung / manajemen ekspedisi diantaranya manajemen peralatan, waktu, logistic, personil tim, perizinan dll.
  2. Manajemen Hunting foto seperti manajemen peralatan fotografi, referensi objek yang menarik disepanjang jalur pendakian, perkiraan kondisi cuaca, konsep dll

*Tugas saya adalah menggabungkan dan mengkombinasikan dua manajemen tersebut agar saling bersinergi tentunya. Pointnya adalah :
  1. Mempersiapkan rekan ekspedisi dan hunting : hal ini penting menurut saya, sebab untuk hunting foto digunung saya tidak bisa sendiri, biasanya tidak lebih dari 4 anggota team. Rekan yang dipilih sebaiknya menguasai / terbiasa juga dengan kegiatan keduanya. Jika rekan yang saya pilih pendaki yang tidak menyukai hunting foto, sudah pasti partner akan jenuh, dan kalo rekan yang dipilih hanya terbiasa hunting dan belum terbiasa mendaki, siap-siap saja rekan anda akan mengeluh sepanjang jalur pendakian.
  2. Menentukan target lokasi pendakian/gunung dan mencari referensi mengenai objek yang menarik yang akan kita jumpai selama di perjalanan / gunung tersebut. Tentunya siapkan pula foto2 referensi pendukung agar kita punya bayangan akan memotret seperti apa.
  3. Siapkan surat perizinan menurut birokrasi yang berlaku pada lokasi yang akan kita kunjungi.
  4. Manajemen ekspedisi saya terapkan untuk point ini yaitu, saya harus menghitung perkiraan waktu diatas kertas mengenai jarak dan waktu tempuh pendakian. Hitung pula waktu dimana kita harus berhenti pada titik objek yang akan kita foto. Titik-titik istirahat dalam perjalanan dan titik dimana kita harus dirikan tenda untuk bermalam dsb. Setelah kita menghitung semua perkiraan waktu dari awal pendakian hingga akhir, maka kita akan memiliki jadwal yang akan kita taati bersama, dalam hal ini kedisplinan adalah kunci utamanya.
  5. Standard manajemen mendaki gunung wajib kita kuasai, dari segi perlengkapan pribadi maupun team.

*Bicara soal perlengkapan pendakian, bawalah perlengkapan yang standard, ( p3k, senter, botol minum dll ) namun perlengkapan vital jangan sampai terabaikan seperti : 
  • Tenda ukuran 3-4 orang ( tim )
  • Peralatan masak kompor + parafinnya, nesting 1 set. ( tim )
  • Sleeping bag, jaket dan pakaian ganti ( pribadi )
  • Logistik praktis secukupnya ( pribadi atau tim )

*Perlengkapan fotografi ( pribadi ) pun sebaiknya :
  1. Gunakan kamera DSLR simple ( kelas Low atau medium ) karena bobotnya cukup ringan dan menu kamera yang simple.
  2. Tidak perlu membawa terlalu banyak lensa, 1-2 buah lensa sudah cukup, sebaiknya bawalah lensa yang memang akan digunakan, jika tujuannya hanya memotert landscape bawalah lensa wide dan macro.
  3. Gunakan tas kamera / daypack yang berukuran kecil, fungsinya adalah disaat tas daypak kita gunakan/gendong, kamera mudah kita raih dengan cepat tidak membuang waktu dan tenaga. Banyak sekali pendaki yang males untuk memotret dikarenakan daypack yang dibawa terlalu besar dan sulit dibuka untuk meraih kamera di saat daypak digunakan.
  4. Charger batre kamera rasanya tidak perlu dibawa, lebih baik membawa batre cadangan saja 1-2 buah dan juga memory card / CF dengan kapasitas yang cukup.
  5. Bawalah tripot yang berukuran kecil serta filter2 pendukung.
  6. Perlengkapan pembersih kamera , lens tissue, dan blower.  

*Tips tambahan :
  • Dalam melakukan pendakian untuk hunting foto sebaiknya dilakukan pada bulan-bulan dimana cuaca memang cerah.
  • Sharing perlengkapan khususnya perlengkapan tim antar anggota dengan beban yang merata, , jika memungkinkan, diantara 4 orang, ada 1 orang yang hanya membawa daypack, dengan tujuan jika salah satu anggota tim mulai merasa kelelahan, beban bisa di pindahkan.
  • Perlu diingat tujuannya adalah Hunting foto!!! mendaki gunung merupakan sarananya. Pastinya tidak perlu terburu2 sampai tujuan / puncak, sebab jika ada objek yang menarik, mengapa tidak berhenti dan memotret sejenak antara 5-10 menit.
  • Jika mulai jenuh dengan view dari jalur yang anda lalui, mulailah bereksperimen dengan angle2 baru seperti keluar sedikit dari sisi jalur. Sedikit menjongkok untuk low angle, mulai memperhatikan tumbuhan2 kecil ( macro mode ), dan moment kabut tipis yang mulai menyapu pepohonan pun akan tampak lebih menarik jika anda mulai menilai segala sesuatunya dari sisi fotografi.

*Tips memotret di gunung ke II : untuk jangka waktu yang panjang

Manajemen memotret di gunung tidaklah sama dengan manajemen mendaki gunung, ada beberapa faktor yang perlu kita perhitungkan dengan matang, Karena ada dua kegiatan yang kita gabungkan dalam sebuah misi peralanan. Berikut tips memotret di gunung:

  1. Manajeman mendaki gunung harus matang, dalam hal ini mendaki hanya menjadi sebuah sarana kita dalam menuju tempat / spot memotret sebuah panorama.
  2. Perhitungan financial budget secara global hampir sama seperti perjalanan ekspedisi. Tambahannya adalah biasanya budget logistik dan makanan harus diberi cadangan beberapa hari.
  3. Dalam memotret di gunung, dipelukan konsentrasi yang tinggi. Kecepatan waktu pendakian (sprint) tidak berlaku dalam hal ini, bahkan bila cuaca sedang bagus.
  4. Musim dan cuaca menjadi perhitungan yang utama, kita tidak akan mendapat foto panorama yang bagus, bila kita mendaki dalam musim hujan sebab awan / kabut kerap menghalangi panorama yang akan kita foto, dan juga sangat beresiko tinggi untuk peralatan foto yang kita bawa.
  5. Kesabaran dan disiplin menjadi kunci dalam kesuksesan berburu foto digunung. Dinginya udara dini hari kita sedang dimanjakan dalam gumpalan sleeping bag yang hangat.
  6. Harus menguasai titik / spot memotret yang tepat. (Carilah referensi foto / dan tanyakan dari lokasi mana memotretnya).
  7. Untuk memotret di gunung diperlukan berhari-hari lamanya, misalkan bila mendaki gunung Semeru 3 hari lamanya, mungkin bila memotret di Semeru minimal 1 minggu. (tergantung stok logistik, batre dan memory).
  8. Jangan lupa persiapkan perlengkapan memotret dengan seksama, dan bawalah perlengkapan memotret seperlunya sesuai kebutuhan.
  9. Hematlah pemakaian batre kamera seperti tidak sering me-review foto di LCD. Ada trik khusus dikalangan fotografer agar daya batre kamera tidak cepat habis oleh udara dingin meskipun tidak dipakai. Pada saat kamera tidak sedang dipakai, copotlah batre tsb lalu taruh dikantung celana bagian depan, biasanya bagian tubuh inilah yang kondisi panasnya stabil, dan menjadikan daya batre tidak cepat drop/lemah.
  10. Hindari mengganti/menukar lensa di tempat berdebu, sebab biasanya partikel debu yang terbang cepat sekali menempel pada sensor kamera.
Demikian beberapa tips yang perlu di perhatikan disaat kita akan hunting / berburu foto di gunung. Semoga saja tips tersebut bermanfaat bagi teman-teman semua.


Hasil foto saya yang masih terbilang newbie dibidang fotografi ada di Label Gallery Foto. Untuk sumber tulisan di atas saya ambil dari thread Agan rikolouis  di Kaskus  >>> TKP




 

Tambahkan Komentar

29 comments:

  1. wah mantap tuh, asikk kayaknya yah foto2 di gunung

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling keren sob menurut saya, keindahannya jangan sampe terlewatkan

      Delete
    2. sip dah, makasih yah tipsnya mas

      Delete
  2. Tips bermanfaat sob. Dapat pengetahuan soal persiapan mendaki gunung dan fotografi.Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. info menarik gan .,pake kamera kurang bagus gimana ya hasilnya biar smpurna. hehe
    foll@108

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih gan, ,
      biar hasil foto sempurna menurut saya sih mencoba terus belajar sampe benar2 mendapatkan feel yang pas.
      siap sudah di follback gan.

      Delete
  4. mantep nih sob.....udah lama ndak ceprat cepret...tau tips nya jd....kepengen nih :)
    trims ya sob :)

    ReplyDelete
  5. wahhhh...sungguh asik jadi fotografer yang lagi hunting....mantep mas

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. hehe beli mas, lalu kita hunting bareng, nanti saya ke magelang deh :D

      Delete
  7. Kayaknya itu tips lengkap banget, cocok buat pendaki dan fotografi yang PRO..

    Kalau aku gak punya kamera DSLR, hanya kamera HP 3MP.. lumayan buat potret2 walaupun hasilnya gak maksimal buat foto gunung.. Follback ya sob:
    http://nomor2.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo pake kamera biasa juga bisa sob, hasilnya tergantung kreatifitas kita bermain dengan pemandangan alam yg sudah indah sebelumnya.

      siap saya follback nanti.

      Delete
  8. mengunjungi sohib yang hobinya mendaki lan jejepretan, anak gunung mah pasti bageur, gondrong jeung dekil sa'eutik..bener teu tah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhe hatur nuhun mang...

      abi mah dekil pasti tapi teu gondrong mang. heheh

      Delete
  9. Members (114) follow balik kawan

    ReplyDelete
  10. setelah baca postingan ini mamang jadi pengen mendakid tapi bukan membuang daki... heheheheh

    ReplyDelete
  11. gan mau gag aku ajak mendaki pegunungan menoreh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh gan, ayoo kita mengeksplore daerah sana

      Delete
  12. thanks fyi pak fotografer, bsok2 aku yg jadi modelnya

    ReplyDelete