Berikut ini adalah catatan perjalanan saya dan teman-teman dari kosan Nursaid 10 yang memang sudah menjadi agenda rutin kami tiap bulannya. Ujung Genteng merupakan RTJP (Rencana Trip Jangka Panjang) kami, sebab Ujung Genteng memang jauh jaraknya jika dijangkau dengan sepeda motor. Berikut Kisah Selengkapnya !!!
It's About The Journey, Not The Destination
![]() |
| Rute Perjalanan -/+ 230 KM |
Anak-anak Kosan Nursaid 10 telah bersiap berangkat menuju Ujung Genteng dengan persiapan seadanya. Perjalanan yang akan kami tempuh sepanjang -/+ 230 KM. Perjalanan kali ini beranggotakan 11 orang dengan 6 motor. Dengan berdoa meminta perlindungan kepada Allah, akhirnya pukul 05.00 gas motor pun ditarik dengan pasti menempuh jalanan Kota Bandung yang masih sepi.
Kami berjalan dengan kecepatan yang cukup stabil sekitar 60 Km/jam. Rencana pertama kami akan beristirahat di Kota Sukabumi sembari mencari sarapan pagi itu. Satu jam berjalan kami sudah melewati perbatasan Bandung - Cianjur. Kami terus berjalan, hingga Cianjur pun terlewati. Pukul 08.30 kami tiba di Jalan Raya Sukaraja, Kota Sukabumi. Kami berhenti sejenak di sebuah rumah makan untuk sarapan.
Pukul 10.00 kami semua selesai sarapan dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami masih sangat jauh dari sini. Trek yang sesungguhnya baru saja akan dimulai. Dari Kota Sukabumi kami ambil jalan Pelabuhan 2, kemudian mengambil jalan Pangleseran - Cibatu. Kondisi jalan baik, namun sesekali kami jumpai lubang-lubang yang cukup dalam.
Pukul 12.00 kami tiba di daerah Jampang Tengah. Kami berhenti untuk Ishoma di sebuah masjid. Ban motornya Hasbi rupanya bocor, sehingga kami harus mencari tukang tambal ban. Pukul 13.30 kami mulai lanjut lagi berjalan. Kondisi jalan mulai berkelok-kelok melewati perbukitan dan perkebunan teh. Cuaca mulai mendung dan hujan pun turun, kami berteduh sejenak di sebuah bangunan gudang pabrik teh.
Tak lama hujan pun reda, kami lanjut jalan hingga sampai di persimpangan Kiara Dua. Gas terus ditarik, rasanya ingin cepat sampai, semua raut wajah teman-teman sudah nampak lelah. Daerah Waluran terlewati, dan tiba di Jampang Kulon Pukul 14.30. Hati sedikit lega sudah sampai di tempat ini, namun ternyata perjalanan masih sangat jauh.
Di Jampang Kulon kami mengisi bensin full tank, sebab disini adalah pom bensin terakhir. Pukul 15.45 akhirnya kami tiba di daerah Surade. Kami berhenti sejenak di mini market untuk keperluan selama di Ujung Genteng. Di Surade inilah mini market dan ATM terakhir.
Perjalanan dilanjut, masih sekitar 30 Km lagi sisa perjalanan untuk menggapai Ujung Genteng. Kami terus berjalan bahkan gas ditarik sedikit kencang, karena kami sudah tak sabar ingin sampai. Rasanya kami bosan berjalan diatas aspal, ingin segera berjalan diatas pasir putih.
Pukul 16.30 kami akhirnya sampai di Ujung Genteng. Kami langsung mencari penginapan. Banyak penduduk sekitar yang mengejar dengan motor menawarkan penginapan. Kami tolak, sebab mereka biasanya meminta uang lebih. Kami menuju Pondok Hexa hasil browsing kemarin tentang penginapan disini.
| Depan Penginapan |
Setelah berunding dan sepakat dengan harganya kami semua masuk penginapan. Menurut saya penginapan ini rocomended juga. Banyak tipe pilihan sesuai kebutuhan, ada kolam renangnya juga. Setelah motor terparkir di depan kamar penginapan, kami semua langsung berenang di kolam renang. Badan yang sedari tadi serasa panas, terasa segar seketika.
| Kuda Besi |
| Sisi Kolam Renang |
| Nyeburrr... |
Hari berganti malam, sepi sekali keadaan sekitar jika bukan musim liburan. Warung pun untuk sekedar membeli rokok rasanya sulit sekali ditemukan. Akhirnya kami semua masuk kamar dan terlelap karena kelelahan.
Jumat, 31 Mei 2013
Pukul 06.00 kami terbangun, sebagian masih terlelap dalam mimpi indahnya. Saya berjalan mencari warung sebab perut ini terasa sangat lapar sekali. Kondisi pagi ini hujan rintik-rintik turun. Saya menemukan warung yang buka, dan tersedia gorengan hangat. Tanpa basa basi langsung hajar saat itu juga, maklum lapar.
| Pagi hari di depan kamar |
Kemudian kembali ke penginapan, kami semua secara bergantian ke kamar mandi. Pukul 07.30 kami berjalan dengan motor menuju Pantai Pangumbahan tempat dimana penyu-penyu dilepaskan. Kami berjalan melewati jalan berpasir di sisi pantai. Ternyata laut sedang pasang saat itu. Menurut warga, sudah beberapa hari laut sedang mengamuk. Kemudian kami tiba di tempat Konservasi Penyu Pangumbahan. Ternyata penyu dilepaskan setiap pukul 17.30 sementara kami datang pagi, jadi tidak ada kegiatan pelepasan penyu yang kami saksikan. Kami hanya berkeliling dan melihat-lihat di sekitar tempat tersebut.
| Diatas Kolam Penyu |
| Penyu ABG |
| Konservasi Penyu |
Ingin rasanya kami kembali ke tempat ini saat sore hari untuk melihat pelepasan penyu. Namun, mengingat kondisi jalan yang jelek dan lumayan jauh dari penginapan serta sepi sekali seakan-akan rawan membuat kami mengurungkan niatan tersebut.
Pukul 11.00 Kami kembali menuju penginapan, kami berhenti sejenak untuk Ishoma. Makan di sebuah warung makan yang terburu-buru masak sebab awalnya warung tersebut tutup. Pukul 14.00 kami berjalan ke arah pelelangan ikan. Sore yang cerah ini nampak begitu ramai oleh aktifitas warga. Kami parkirkan motor di pinggir pantai. Kami tertarik melihat anak-anak bermain sepak bola, akhirnya kami semua ikutan gabung dengan anak-anak tersebut.
| Pantai Sore Itu |
Setelah puas bermain sepak bola, kami kembali menuju penginapan. Di depan penginapan kami ada Pantai yang cukup indah, namanya Pantai Akuarium. Dinamakan seperti itu karena mirip seperti Akuarium, berair jernih dengan terumbu karang bahkan terkadang banyak ikan-ikan kecil yang terjebak di karang. Saat kami kesana sayang sekali sudah seminggu air di pantai ini pasang, jadi tidak keliatan seperti Akuarium.
| Pantai di depan penginapan (Akuarium) |
Kami sempat berenang di pantai sore itu, semenjak pulang dari Santolo kemarin memang anak kosan Nursaid keranjingan berenang di pantai. Sekitar satu jam berenang. Pukul 16.00 kami masuk ke dalam penginapan dan lanjut berenang di kolam renang. Suasana riang nampak di wajah teman-teman. Bak anak kecil kami bermain kejar-kejaran di kolam renang (masa kecil kurang bahagia).
Menjelang magrib kami kembali ke kamar dan bergantian untuk ke kamar mandi. Sembari menunggu giliran mandi, saya mencari momen sunset sore itu. Namun awan gelap menghalangi sunset sore itu.
| Sunset |
Hari menjadi gelap, kami bingung mengisi malam dengan kegiatan apa. Untung saja Dadang, Angga, Atep dan Bayu jalan mencari ikan untuk dibakar malam ini. Mereka pulang membawa 6 ekor ikan tongkol yang lumayan besar. Ikan kemudian dibersihkan lalu saya eksekusi ikan tersebut dengan alat dan bumbu seadanya.
| Bakar Ikan Tongkol |
Hampir saja ikan selesai dibakar semua, hujan turun terpaksa kami langsung menyudahi acara bakar membakar. Ikan sudah mateng saatnya makan. Dengan beralaskan daun pisang dari kebun sebelah sebagai alasnya, kami makan semua sampai habis.
| Makan bareng |
| Hajar sampe abiis.. |
Setelah selesai makan, sepertinya kantuk pun tiba. Kami semua langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Sabtu, 1 Juni 2013
Pagi hari pukul 06.00 kami semua terbangun dan bergantian untuk mandi. Rencana hari ini kami akan menuju Curug Cikaso dan sekaligus Chek-out meninggalkan Ujung Genteng. Pukul 08.00 kami semua sudah siap, motor pun dipanaskan terlebih dahulu. Kemudian kami meninggalkan Ujung Genteng. Walau hati belum puas, namun kami akan berjanji lain waktu akan kembali lagi.
Kami berjalan menuju Surade, kemudian berbelok ke kanan menuju Curug Cikaso. Waktu yang di tempuh dari Ujung Genteng satu jam dengan jarak -/+ 30 Km. Baru sekitar daerah Minajaya, Vespa milik Bayu mengalami kerusakan sehingga melipir sejenak ke bengkel. Tak lama, motornya sudah beres lagi dan melanjutkan perjalanan.
![]() |
| Rute |
Sesampainya di Curug Cikaso kami membayar retribusi Rp. 3000 dan parkir Rp. 2000. Awalnya kami ingin treking menuju Curug, tetapi kami ingin mencoba menggunakan perahu dengan membayar Rp. 60.000. Tak lama naik perahu, sekitar 15 menit kami sudah sampai di Curug. Kalau kita trekking memakan waktu sekitar 30 menit, berhubung jalur trekking becek dan kami juga menjaga tenaga untuk pulang ke Bandung hari ini jadi perahu pilihan kami.
Di Curug Cikaso kami semua berfoto ria. Luar biasa keindahan Curug ini. Hampir satu jam kami habiskan waktu untuk menyaksikan atraksi alam yang luar biasa ini. Lapar pun tiba, kami melipir sejenak ke warung yang ada di dekat curug. Sepiring lotek serta nasi kami hajar untuk mengisi perut ini.
| Curug Cikaso |
| Si Janu |
| Di Curug Cikaso |
| Salam Lestari |
Pukul 12.00 kami meninggalkan Curug Cikaso. Ada seorang warga lokal yang selalu mengikuti kami, mengaku sebagai guide sekaligus kuncen, padahal kami tidak memintanya. Tiba-tiba sebelum pulang ia meminta uang Rp.50.000. Kami yang memang memiliki uang pas-pasan langsung kaget dan tidak mau memberinya. Akhirnya kami berikan Rp.10.000 dan ia sedikit marah. Namun, kami biarkan saja dan pergi meninggalkannya.
Kami pulang melalui rute yang sama dengan pergi yaitu Surade - Jampang Kulon - Jampang Tengah - Sukabumi - Cianjur - Bandung. Berjalan dengan kecepatan normal yaitu 60 Km/jam. Kami berjalan terus sesekali berhenti untuk mengisi bahan bakar saja. Hingga magrib tiba kami baru sampai Kota Sukabumi.
Sampai di daerah Sukaraja kami berhenti sejenak di warung makan untuk mengisi perut yang sudah lapar. Setelah makan sekitar pukul 19.30 kami melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan agak sedikit santai, sebab jalan raya antara Sukaraja - Warungkondang itu rawan kecelakaan banyak lubang-lubang besar di jalan terlebih banyaknya truk-truk besar yang melewati jalur tersebut.
Pukul 20.00 kami tiba di daerah Raamayana Cianjur. Kemudian jiwa liar anak-anak kosan mulai timbul di daerah sini. Bawa motor sudah seperti mengejar setoran. Jalan lebih dari 80 Km/jam. Memang Jalan Raya Bandung - Cianjur lurus terus dengan kondisi jalan yang bagus.
Satu jam berkebut-kebutan, ada yang ketinggalan juga, akhirnya kami saling menunggu di daerah Rajamandala, Kab. Bandung. Kami sudah memasuki daerah Bandung, Alhamdulillah. Namun jarak Kota Bandung masih sekitar 20 Km.
Akhirnya pada pukul 21.15 kami semua tiba dengan selamat di kosan tercinta. Syukur Alhamdulillah tidak kekurangan apapun dari kami. Semua teman-teman terlihat lelah, hingga kosan sepi kembali karena semua tertidur di kamar masing-masing. Terima Kasih. Sampai jumpa di perjalanan si Janu berikutnya !!! Salam Bikers !!! Salam Lestari !!!
| Terima kasih untuk si Hitam yang sudah menemani |
Para Pelakunya :
| Si Janu |
| Madhot |
| Hasbi & Tia |
| Egi & Amel |
| Alfian |
| Bayu |
| Atep |
| Dadang |
| Angga |
Thanks to :
- Allah S.W.T,
- Barudak Kost Nursaid 10 (Madhot, Atep, Bayu, Angga, Dadang, Egi, Amel, Hasbi, Tya, Fian),
- Orang tua yang selalu memberikan doa kepada anaknya yang tukang jalan ini,
- Ujung Genteng dan Curug Cikaso yang telah menyambut kami dengan sejuta pesonanya.
- Allah S.W.T,
- Barudak Kost Nursaid 10 (Madhot, Atep, Bayu, Angga, Dadang, Egi, Amel, Hasbi, Tya, Fian),
- Orang tua yang selalu memberikan doa kepada anaknya yang tukang jalan ini,
- Ujung Genteng dan Curug Cikaso yang telah menyambut kami dengan sejuta pesonanya.
Catatan :
- Jarak Bandung - Ujung Genteng +/- 230 KM pastikan kendaraan anda fit, lebih baik servis dahulu di bengkel resmi,
- Kondisi jalan dari bagus hingga buruk ada, fokuskan diri anda jika berkendara,
- Hati-hati jika ada yang menawarkan penginapan dengan meminta imbalan mahal, banyak bertanya lah terlebih dahulu,
- Di Curug Cikaso hati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan guide wisata, mereka meminta uang lebih. Tidak perlu guide juga bisa kok,
- Mini market terakhir ada di Surade, berbelanjalah sebanyak-banyaknya untuk bekal di Ujung Genteng,
- ATM terakhir ada di Surade itupun hanya BRI, persiapkan uang lebih dari sini,
- Bawalah alat penanak nasi atau kompor portable agar mudah jikalau warung nasi disekitar tutup,
- Lebih baik bermalam di Kota Sukabumi jika kemalaman di jalan, hindari jalan malam sebab masih terhitung "rawan" disana,
- Jaga kebersihan alam Ujung Genteng, sisakan keindahan untuk cucu kita, Salam Lestari ... !!!





Thursday, 6 June 2013


Duh duh, fotonya racun banget!!
ReplyDeleteMas, buget buat ngeinep berapa ya?
Kalo misalkan mau ngecamp di pantainya memungkinkan ngga ?
budget nginep harganya dari 250-300/malam nah kalo saya di share 10 orang jadi 30rb/malam. murah kan!
Deletekalo ngecamp juga bisa kok di dekat tempat pelepasan penyu.
wah perjalanan yang sangat melelahkan tuh,mana bulan puasa lagi sob hehe
ReplyDeleteiya bener melelahkan, tp itu sebelum puasa kang dede
DeletePerjalanan sulit justru memberikan kesan yang lebih dalam.... wah bikin ngiri pengen jalan2 begini juga
ReplyDeletebener sob, terima kasih. kapan2 gabung aja kita touring
DeleteWaaah....seru banget kayaknya, saking lelahnya ampe ludes tuh makanannya :D
ReplyDeleteKalo di daerah ane mah namanya ngaliwet/babacakan hehehehe......
haha itu bukan lelah tapi kelaperah kang. sama daerah saya juga namanya ngaliwet :D
Deletekunjungan perdana
ReplyDeleteterima kasih sudah berkunjung
Deletehahahaha...... asik bener......
ReplyDeleteterima kasih sob.
DeletePenginapan duluny itu harga 250-300rb..
ReplyDeleteSekarang msih ttep segitu apa udah naik lagi.??
Soalny dlu "amparan seadaanya" di pantainy..
Kalau dri Bandung-Ujung Genteng msih under 300KM jrak tempuhny..
Klau dri Purwakarta-Ujung Genteng lebih kgak ya.. --____----"
masih segitu rata2 sih, setau saya kalo dr PWk mungkin masih gak jauh beda dengan bandung.
DeleteMas,, tempat peninapannya bs tolong dshare ga alamatnya?
ReplyDeleteTHX
Mantap bener touringnya mas... Jadi pengen.
ReplyDeletekang jadi kurang lebih bandung -ujung genteng 10 jam?
ReplyDeletemantap... perlu dicoba nih jejak nya... nuhun lurr
ReplyDeleteterima kasih info nya :-)
ReplyDeletejadi bahan referensi ... mau ada rencana turing motor kesana juga ;-)