Januar Arifin

Pulau Pari Yang Asri "Trip Anak GDM"

Posted by Januar arifin on Tuesday, 20 August 2013

Sebenarnya kami telah lama merencanakan perjalanan untuk mengisi libur lebaran ini. Hingga pertengahan bulan puasa kemarin barulah disepakati bahwa kami akan mengunjungi Pulau Pari di Kepulauan Seribu. Sebelum keberangkatan, saya sudah 2 kali ke Muara Angke untuk sekedar melihat jadwal kapal dan membooking homestay disana, agar sesuai dengan rencana perjalanan.

Oke, langsung saja simak cerita lengkapnya berikut ini :

Pulau Pari
Jum'at, 16 Agustus 2013

Awalnya peserta yang berangkat berjumlah 11 orang. Namun berhubung Rizal Dos daan Rilian sedang ada urusan, jadilah hanya 9 orang yang berangkat hari itu, yaitu : Saya, David, Bahong, Toge, Adit Kopet, Buluk, Gery, Anggie, dan Angga Ncex. Pukul 05.00 dengan diantar oleh Pak Kori ayahanda dari Adit Kopet, kami berangkat menuju Muara Angke. Mobil berjalan dengan lancar menembus jalanan Jakarta yang masih sepi. Tak terasa pukul 05.50 kami sudah tiba di Pelabuhan Muara Angke.

Pagi itu aktifitas pelabuhan sudah ramai sekali, terutama bagi kapal-kapal yang akan berlayar ke Kepulauan Seribu. Hari itu nampak kapal-kapal menuju Pulau Tidung sudah terisi penuh. Kali ini saya beserta rombongan akan menaiki Kapal Motor Ratu Serinding dengan Pak Amin sebagai kapten kapalnya. Kapal ini masih nampak begitu sepi dibanding kapal-kapal dengan tujuan Pulau Tidung.

Pukul 07.30 kapal sudah hampir penuh dengan penumpang dan berangkat meninggalkan Muara Angke. Perjalanan kali ini diperkirakan memakan waktu 2 jam mengarungi lautan di Laut Jawa. Hari ini lautan nampak bergelombang besar, membuat kapal bergoyang-goyang dengan pasti sehingga banyak penumpang yang mabuk laut.

Rute Kapal (berwarna hijau)

Pemandangan dari atas kapal begitu menakjubkan, lautan biru ditambah semilir angin laut membuat suasana hati begitu damai. Sekitar 45 menit lepas Muara Angke kami melewati Pulau Bidadari, Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Onrust. Kemudian kami melewati Pulau Untung Jawa yang sering kami singgahi beberapa waktu kebelakang. Singkat cerita 2 jam kami di kapal dengan kondisi pusing dan mual. Akhirnya kapal merapat di dermaga Pulau Pari. Alhamdulillah.

Kami langsung disambut oleh Pak Udin dan Mas Susilo. Mereka yang akan menemani sepanjang perjalanan kami nanti. Kami langsung menuju homestay diantar oleh Mas Susilo. Tercatat pukul 10.00 kami tiba di homestay. Kondisi homestay nampak seperti rumah biasa dengan 2 kamar dan 2 kamar mandi. Lumayan bersih dan nyaman juga rasanya. Sampai dengan siang ini kami berniat akan beristirahat dan sholat juma'at dahulu sebab matahari yang terik membuat kami juga malas untuk beraktifitas.

Pukul 14.00 kami mulai berjalan-jalan mengelilingi pulau. Tujuan pertama kami adalah Pantai Pasir Perawan. Dari homestay kami berjalan ke arah timur. Kami mewati jalananan yang berbentuk gang-gang kecil dengan rumah warga dan penginapan di sisi kiri dan kanannya. Sekitar 20 menit berjalan, kami tiba di Pantai Pasir Perawan. Masuk Pantai Pasir Perawan dikenakan biaya Rp. 3500 /orang. Setelah masuk seketika kami semua terdiam melihat keindahan pantai ini. Dengan air yang tenang berwarna hijau kebiru-biruan seakan memanggil kami untuk cepat berenang.

Keadaan pantai cukup bersih dengan saung-saung berdiri didekatnya. Ada juga lapangan volly pantai disana. Kombinasi yang indah, keren lah sesuai dengan apa yang kami harapkan.

Gapura Selamat Datang
Suasana pantai
Pantai Pasir Perawan
Kami langsung berenang dengan begitu riangnya. Suasana sore itu masih sangat sepi, serasa pantai hanya milik kelompok kami. Sesuai dengan namanya pasir perawan, memang pantai ini terlihat perawan dan asri belum terjamah oleh pembangunan yang merusak ekosistem.
"Berenang di Pantai Pasir Perawan relatif aman, namun ada satu yang patut kita waspadai yaitu ikan batu. Ikan Batu sangat berbahaya bisa membuat korbannya tersiksa karena sakit yang luar biasa"
Tak terasa kami berenang hingga sore hari pukul 16.00. Kami kembali menuju homestay dan bersih-bersih. Hingga hari berganti malam kami isi dengan obrolan dan candaan khas anak-anak GDM. Pukul 19.00 kami mulai mempersiapkan arang dan panggangan. Malam ini kami ingin bakar-bakar daging yang kami bawa dari rumah.

Bakar daging (Barbeque-an nih)
Hasil jadinya nih
Makan-makan
Selepas makan malam, kami kembali mengisi malam dengan bermain gitar dan ngobrol-ngobrol ringan. Pukul 23.30 saya masuk dalam kamar dan terlelap dengan mimpi yang indah. Sebagian dari kami juga ada yang bermain kartu sampai pagi.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Pagi hari kami semua terbangun dari tidur. Kemudian secara bergantian menuju ke kamar mandi. Pagi ini kami sarapan dengan nasi uduk yang kami beli di dekat homestay. Pagi ini kami menunggu 2 orang lagi yang datang hari ini, yaitu Dos dan Rilian. Sambil menunggu, kami berbincang-bincang di pinggir pantai. Pukul 10.00 mereka sudah tiba di dermaga Pulau Pari. Saya dan Buluk menjemput mereka.

Pukul 10.30 kami sudah kumpul lengkap di homestay. Pukul 11.00 kami kembali berjalan menuju Pantai Pasir Perawan. Berbeda dengan kemarin, kali ini Pulau Pari mulai ramai oleh wisatawan yang datang. Mungkin karena bertepatan dengan hari libur Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mulai menyusuri gang-gang di Pulau Pari untuk menuju Pantai Pasir Perawan. Sekali lagi kami terpukau oleh keeksotisan Pantai Pasir Perawan.

Menyusuri gang-gang di Pulau Pari
Di Pantai Pasir Perawan
Pukul 13.00 kami kembali menuju homestay untuk bersiap snorkeling. Tiba di homestay ternyata kapal yang sudah kami pesan tiba-tiba dipakai oleh rombongan lain. Alhasil kami, Pak Udin dan Mas Susilo bingung dibuatnya. Pak Udin dan Mas Susilo berusaha keras agar kami mendapatkan kapal siang itu. Setelah berharap-harap cemas, akhirnya pukul 14.00 kami dapat kapal walaupun harus bareng dengan rombongan lain.

Kami berangkat menuju salah satu spot snorkeling di sekitar Pulau Pari. Nama spot tersebut adalah Bintang Rama. Untuk mencapai tempat tersebut membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Setelah sampai di tempat tersebut kami langsung melakukan kegiatan snorkeling. Sungguh masih sangat indah terumbu karang disini. Ikan-ikan kecil menghampiri kami seakan ingin mengajak berenang bersama. Terlebih jika kita membawa roti untuk memberi makan ikan-ikan kecil, kemungkinan semakin banyak ikan yang datang di sekitar kita.

Si Janu lagi snorkeling
Snorkeling
Tak terasa waktu menunjukan pukul 16.00. Kami semua sudah merasa puas dan lelah juga snorkeling. Akhirnya kami kembali ke kapal dan kapal pun berjalan kembali ke Pulau Pari. Sebelum kapal kembali ke Pulau Pari ternyata kami singgah sejenak ke Pulau Tikus. Tak lama kami singgah di Pulau Tikus, hanya sekitar setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke Pulau Pari.

Singgah sejenak di Pulau Tikus
Pukul 17.00 kami sudah sampai di homestay. Setelah bersih-bersih bergantian ke kamar mandi, kami langsung mempersiapkan makan malam. Menu malam ini adalah spagheti. Setelah menunggu agak lama, spagheti pun matang dan siap disantap. Setelah spagheti sudah habis, kami tak berhenti berkreasi disini. Kami menyiapkan arang lagi untuk membakar sosis yang sejak dari rumah dibawa. Benar-benar seperti pesta makan malam ini.

Spagheti
Setelah acara makan besar selesai, kami membersihkan tempat dan alat masak. Kemudian kami isi malam itu dengan bermain gitar dan bernyanyi. Pukul 23.00 angin laut berhembus sedikit kencang membawa rasa kantuk membuat kami terlelap diselimuti semilir angin Pulau Pari.

Minggu, 18 Agustus 2013

Pukul 06.00 kami terbangun satu persatu dan mulai bergantian ke kamar mandi. Pagi hari kami sarapan dengan nasi uduk yang dijual tidak jauh dari homestay. Pagi ini kami akan berniat meninggalkan pulau pada pukul 10.00. Sambil menunggu hingga pukul 10.00, kami semua beres-beres dan packing barang bawaan masing-masing.

Pukul 10.00 kami meninggalkan homestay menuju dermaga. Kami semua langsung naik Kapal Motor Ratu Serinding untuk sekedar menaruh barang bawaan kemudian turun lagi ke dermaga. Di dermaga kami sempat mengucapkan salam perpisahan kepada Pak Udin dan Mas Susilo yang telah membantu apa saja selama kami di Pulau Pari.

Pemandangan dari Bukit Matahari di samping dermaga
Bersama Pak Udin
GDM Crew
Pukul 11.30 kapal mulai meninggalkan Pulau Pari menuju Muara Angke. Sampai jumpa kembali Pulau Pari, pulau yang begitu asri bagi kami, pulau sejuta keceriaan bagi kami. Semoga jika nanti kami kembali lagi pulau ini akan tetap selalu begini.

Singkat cerita, 2 jam perjalanan dengan kapal kami tiba di Muara Angke. Beberapa dari kami langsung belanja di tempat pelelangan ikan sebagai oleh-oleh keluarga.

Belanja cumi buat keluarga
Dari Muara Angke kami memutuskan untuk langsung mencarter angkot sampai ke rumah. Setelah melalui negosiasi panjang, akhirnya ada juga supir angkot yang mau dengan harga yang kami tawarkan. Sekitar 1,5 jam perjalanan kami tiba di Basecamp GDM dengan selamat sehat wal afiat. Alhamdulillah. Terima kasih sudah membaca. Sampai Jumpa di Perjalanan si Janu berikutnya. Salam Lestari.

Thanks to :
- Allah S.W.T,
- Orang tua yang selalu mendoakan,
- Pak Kori yang sudah mengantarkan ke Muara Angke
- GDM Crew yang iut dalam acara ini,
- Pak Udin yang mengurus semua kebutuhan kami di Pulau Pari,
- Mas Susilo yang sudah mengantarkan kami berkeliling di Pulau,
- Pulau Pari yang telah menyambutKu dengan seribu pesonaMu.

Catatan :
- Kapal dari pelabuhan Muara Angke ke Pulau Pari hanya ada di pagi hari. Pastikan tiba di Muara Angke sepagi mungkin, sebab sering ramai sekali jika musim liburan,
- Alternatif keberangkatan ke Pulau Pari antara lain Pelabuhan Kaliadem dan Rawa Saban (Tangerang),
- Jaga kelestarian dan kealamian Pulau Pari, sebab masih alami dan asri Pulau Pari dibanding Pulau Tidung,
- Untuk wisatawan, jagalah kebersihan di pulau, agar tetap terjaga keindahannya,
- Jangan berbuat Vandal, mari sama-sama kita jaga untuk warisan ke anak cucu kita. Salam Lestari!!!

 *bagi yang berminat berlibur di Pulau Pari, bisa saya bantu segala macam keperluan disana*

Saya akan kembali lagi dilain kesempatan !! Semoga saja masih tetap seperti ini





Tambahkan Komentar

40 comments:

  1. Wow, pantainya..bikin pengen berenang terus...bagus banget pantainyaaaaaa :)

    thks for sharing..

    ReplyDelete
  2. Wahhh...comeynya pantaiii...nanti ada rezeki boleh la sampai..sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya silahkan, datang berkunjung ke Pulau Pari

      Delete
  3. jadi pengen ke pantai.. udah lama gk main ombak.. ;)
    By; Deafile Bedah Blog

    ReplyDelete
  4. Coba ke pantai Pacitan, Jawa Timur gan. Hehehe. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah di Pacitan keren-keren tuh gan. tapi blm sempet main kesana, padahal udah punya rencana kesana.

      Delete
    2. Bener gan, coba di icip ke pantai pacitan. santai banget disana

      Delete
  5. narasi sobat membuat saya keinginan u/ ikut hehe.mantep sob..

    ReplyDelete
  6. Wih...mantab share artikelnya. nice blog

    ReplyDelete
  7. ini pulau favourite saya di pulau seribu mash bersih dan asri ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar pulau seribu masih bersih, semoga saja akan selalu bersih :)

      Delete
  8. Kunjungan balik... sepertinya di kepulauan seribu ini pantai yang paling bersih ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas kunjungan baliknya. iya kepulauan seribu masih bersih sekali

      Delete
  9. jemput join GA kami :) http://adf.ly/UaD6m

    ReplyDelete
  10. wah bagus juga spot snorklingnya. Sayang banget ane gak sempet snorklingan disana. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah snorkeling sayang untuk dilewatkan gan. mahal sedikit gak masalah karena kita terbayar keindahannya

      Delete
  11. wah mantab tuh.. coba juga sususr pantai baron sob.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh sobat belum sempet kesana. padahal saya sudah mendengar tuh tentang pantai baron

      Delete
  12. bagus sekali pulaunya ya...subhanallah...kunjungan pertama, izin nyimak dan salam kenal dari blog jagadkawula..sukses selalu untuk anda...aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung. sukses juga untuk anda

      Delete
  13. waah ga sempet snorkling disini, abis ktnya snorkling disini jelekn eh taunya bagus juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. setiap tempat mempersembahkan keindahannya masing-masing sob, ga ada yang jelek kok. mungkin jelek karena ulah manusia juga :)

      Delete
  14. Berkunjung disiang hari selamat ya sob

    ReplyDelete
  15. Mantap sob... kelihatannya indah dan menyenangkan banget ya

    ReplyDelete
  16. wah seronoknya...nanti kalau nk pergi boleh berhubung awak ya...mana tau kalau di murahkan rezeki nanti...

    ReplyDelete
  17. With blogs like this around I don't even need website anymore.

    I can just visit here and see all the latest happenings in the world.

    ReplyDelete