Sebenarnya kami telah lama merencanakan perjalanan untuk mengisi libur lebaran ini. Hingga pertengahan bulan puasa kemarin barulah disepakati bahwa kami akan mengunjungi Pulau Pari di Kepulauan Seribu. Sebelum keberangkatan, saya sudah 2 kali ke Muara Angke untuk sekedar melihat jadwal kapal dan membooking homestay disana, agar sesuai dengan rencana perjalanan.
Oke, langsung saja simak cerita lengkapnya berikut ini :
Oke, langsung saja simak cerita lengkapnya berikut ini :
![]() |
| Pulau Pari |
Jum'at, 16 Agustus 2013
Awalnya peserta yang berangkat berjumlah 11 orang. Namun berhubung Rizal Dos daan Rilian sedang ada urusan, jadilah hanya 9 orang yang berangkat hari itu, yaitu : Saya, David, Bahong, Toge, Adit Kopet, Buluk, Gery, Anggie, dan Angga Ncex. Pukul 05.00 dengan diantar oleh Pak Kori ayahanda dari Adit Kopet, kami berangkat menuju Muara Angke. Mobil berjalan dengan lancar menembus jalanan Jakarta yang masih sepi. Tak terasa pukul 05.50 kami sudah tiba di Pelabuhan Muara Angke.
Pagi itu aktifitas pelabuhan sudah ramai sekali, terutama bagi kapal-kapal yang akan berlayar ke Kepulauan Seribu. Hari itu nampak kapal-kapal menuju Pulau Tidung sudah terisi penuh. Kali ini saya beserta rombongan akan menaiki Kapal Motor Ratu Serinding dengan Pak Amin sebagai kapten kapalnya. Kapal ini masih nampak begitu sepi dibanding kapal-kapal dengan tujuan Pulau Tidung.
Pukul 07.30 kapal sudah hampir penuh dengan penumpang dan berangkat meninggalkan Muara Angke. Perjalanan kali ini diperkirakan memakan waktu 2 jam mengarungi lautan di Laut Jawa. Hari ini lautan nampak bergelombang besar, membuat kapal bergoyang-goyang dengan pasti sehingga banyak penumpang yang mabuk laut.
Awalnya peserta yang berangkat berjumlah 11 orang. Namun berhubung Rizal Dos daan Rilian sedang ada urusan, jadilah hanya 9 orang yang berangkat hari itu, yaitu : Saya, David, Bahong, Toge, Adit Kopet, Buluk, Gery, Anggie, dan Angga Ncex. Pukul 05.00 dengan diantar oleh Pak Kori ayahanda dari Adit Kopet, kami berangkat menuju Muara Angke. Mobil berjalan dengan lancar menembus jalanan Jakarta yang masih sepi. Tak terasa pukul 05.50 kami sudah tiba di Pelabuhan Muara Angke.
Pagi itu aktifitas pelabuhan sudah ramai sekali, terutama bagi kapal-kapal yang akan berlayar ke Kepulauan Seribu. Hari itu nampak kapal-kapal menuju Pulau Tidung sudah terisi penuh. Kali ini saya beserta rombongan akan menaiki Kapal Motor Ratu Serinding dengan Pak Amin sebagai kapten kapalnya. Kapal ini masih nampak begitu sepi dibanding kapal-kapal dengan tujuan Pulau Tidung.
Pukul 07.30 kapal sudah hampir penuh dengan penumpang dan berangkat meninggalkan Muara Angke. Perjalanan kali ini diperkirakan memakan waktu 2 jam mengarungi lautan di Laut Jawa. Hari ini lautan nampak bergelombang besar, membuat kapal bergoyang-goyang dengan pasti sehingga banyak penumpang yang mabuk laut.
![]() |
| Rute Kapal (berwarna hijau) |
Pemandangan dari atas kapal begitu menakjubkan, lautan biru ditambah semilir angin laut membuat suasana hati begitu damai. Sekitar 45 menit lepas Muara Angke kami melewati Pulau Bidadari, Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Onrust. Kemudian kami melewati Pulau Untung Jawa yang sering kami singgahi beberapa waktu kebelakang. Singkat cerita 2 jam kami di kapal dengan kondisi pusing dan mual. Akhirnya kapal merapat di dermaga Pulau Pari. Alhamdulillah.
Kami langsung disambut oleh Pak Udin dan Mas Susilo. Mereka yang akan menemani sepanjang perjalanan kami nanti. Kami langsung menuju homestay diantar oleh Mas Susilo. Tercatat pukul 10.00 kami tiba di homestay. Kondisi homestay nampak seperti rumah biasa dengan 2 kamar dan 2 kamar mandi. Lumayan bersih dan nyaman juga rasanya. Sampai dengan siang ini kami berniat akan beristirahat dan sholat juma'at dahulu sebab matahari yang terik membuat kami juga malas untuk beraktifitas.
Pukul 14.00 kami mulai berjalan-jalan mengelilingi pulau. Tujuan pertama kami adalah Pantai Pasir Perawan. Dari homestay kami berjalan ke arah timur. Kami mewati jalananan yang berbentuk gang-gang kecil dengan rumah warga dan penginapan di sisi kiri dan kanannya. Sekitar 20 menit berjalan, kami tiba di Pantai Pasir Perawan. Masuk Pantai Pasir Perawan dikenakan biaya Rp. 3500 /orang. Setelah masuk seketika kami semua terdiam melihat keindahan pantai ini. Dengan air yang tenang berwarna hijau kebiru-biruan seakan memanggil kami untuk cepat berenang.
Keadaan pantai cukup bersih dengan saung-saung berdiri didekatnya. Ada juga lapangan volly pantai disana. Kombinasi yang indah, keren lah sesuai dengan apa yang kami harapkan.
![]() |
| Gapura Selamat Datang |
![]() |
| Suasana pantai |
![]() |
| Pantai Pasir Perawan |
"Berenang di Pantai Pasir Perawan relatif aman, namun ada satu yang patut kita waspadai yaitu ikan batu. Ikan Batu sangat berbahaya bisa membuat korbannya tersiksa karena sakit yang luar biasa"Tak terasa kami berenang hingga sore hari pukul 16.00. Kami kembali menuju homestay dan bersih-bersih. Hingga hari berganti malam kami isi dengan obrolan dan candaan khas anak-anak GDM. Pukul 19.00 kami mulai mempersiapkan arang dan panggangan. Malam ini kami ingin bakar-bakar daging yang kami bawa dari rumah.
| Bakar daging (Barbeque-an nih) |
| Hasil jadinya nih |
| Makan-makan |
Sabtu, 17 Agustus 2013
Pagi hari kami semua terbangun dari tidur. Kemudian secara bergantian menuju ke kamar mandi. Pagi ini kami sarapan dengan nasi uduk yang kami beli di dekat homestay. Pagi ini kami menunggu 2 orang lagi yang datang hari ini, yaitu Dos dan Rilian. Sambil menunggu, kami berbincang-bincang di pinggir pantai. Pukul 10.00 mereka sudah tiba di dermaga Pulau Pari. Saya dan Buluk menjemput mereka.
Pukul 10.30 kami sudah kumpul lengkap di homestay. Pukul 11.00 kami kembali berjalan menuju Pantai Pasir Perawan. Berbeda dengan kemarin, kali ini Pulau Pari mulai ramai oleh wisatawan yang datang. Mungkin karena bertepatan dengan hari libur Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami mulai menyusuri gang-gang di Pulau Pari untuk menuju Pantai Pasir Perawan. Sekali lagi kami terpukau oleh keeksotisan Pantai Pasir Perawan.
| Menyusuri gang-gang di Pulau Pari |
| Di Pantai Pasir Perawan |
Kami berangkat menuju salah satu spot snorkeling di sekitar Pulau Pari. Nama spot tersebut adalah Bintang Rama. Untuk mencapai tempat tersebut membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Setelah sampai di tempat tersebut kami langsung melakukan kegiatan snorkeling. Sungguh masih sangat indah terumbu karang disini. Ikan-ikan kecil menghampiri kami seakan ingin mengajak berenang bersama. Terlebih jika kita membawa roti untuk memberi makan ikan-ikan kecil, kemungkinan semakin banyak ikan yang datang di sekitar kita.
| Si Janu lagi snorkeling |
![]() |
| Snorkeling |
| Singgah sejenak di Pulau Tikus |
| Spagheti |
Minggu, 18 Agustus 2013
Pukul 06.00 kami terbangun satu persatu dan mulai bergantian ke kamar mandi. Pagi hari kami sarapan dengan nasi uduk yang dijual tidak jauh dari homestay. Pagi ini kami akan berniat meninggalkan pulau pada pukul 10.00. Sambil menunggu hingga pukul 10.00, kami semua beres-beres dan packing barang bawaan masing-masing.
Pukul 10.00 kami meninggalkan homestay menuju dermaga. Kami semua langsung naik Kapal Motor Ratu Serinding untuk sekedar menaruh barang bawaan kemudian turun lagi ke dermaga. Di dermaga kami sempat mengucapkan salam perpisahan kepada Pak Udin dan Mas Susilo yang telah membantu apa saja selama kami di Pulau Pari.
![]() |
| Pemandangan dari Bukit Matahari di samping dermaga |
| Bersama Pak Udin |
| GDM Crew |
Singkat cerita, 2 jam perjalanan dengan kapal kami tiba di Muara Angke. Beberapa dari kami langsung belanja di tempat pelelangan ikan sebagai oleh-oleh keluarga.
| Belanja cumi buat keluarga |
Thanks to :
- Allah S.W.T,
- Orang tua yang selalu mendoakan,
- Pak Kori yang sudah mengantarkan ke Muara Angke
- GDM Crew yang iut dalam acara ini,
- Pak Udin yang mengurus semua kebutuhan kami di Pulau Pari,
- Mas Susilo yang sudah mengantarkan kami berkeliling di Pulau,
- Pulau Pari yang telah menyambutKu dengan seribu pesonaMu.
Catatan :
- Kapal dari pelabuhan Muara Angke ke Pulau Pari hanya ada di pagi hari. Pastikan tiba di Muara Angke sepagi mungkin, sebab sering ramai sekali jika musim liburan,
- Alternatif keberangkatan ke Pulau Pari antara lain Pelabuhan Kaliadem dan Rawa Saban (Tangerang),
- Jaga kelestarian dan kealamian Pulau Pari, sebab masih alami dan asri Pulau Pari dibanding Pulau Tidung,
- Untuk wisatawan, jagalah kebersihan di pulau, agar tetap terjaga keindahannya,
- Jangan berbuat Vandal, mari sama-sama kita jaga untuk warisan ke anak cucu kita. Salam Lestari!!!
*bagi yang berminat berlibur di Pulau Pari, bisa saya bantu segala macam keperluan disana*
| Saya akan kembali lagi dilain kesempatan !! Semoga saja masih tetap seperti ini |





Tuesday, 20 August 2013
















Wow, pantainya..bikin pengen berenang terus...bagus banget pantainyaaaaaa :)
ReplyDeletethks for sharing..
sama-sama Vero... :)
DeleteWahhh...comeynya pantaiii...nanti ada rezeki boleh la sampai..sana...
ReplyDeleteiya silahkan, datang berkunjung ke Pulau Pari
Deletejadi pengen ke pantai.. udah lama gk main ombak.. ;)
ReplyDeleteBy; Deafile Bedah Blog
ayoo kaka main ke pantai :)
DeleteCoba ke pantai Pacitan, Jawa Timur gan. Hehehe. :D
ReplyDeletewah di Pacitan keren-keren tuh gan. tapi blm sempet main kesana, padahal udah punya rencana kesana.
DeleteBener gan, coba di icip ke pantai pacitan. santai banget disana
Deletenarasi sobat membuat saya keinginan u/ ikut hehe.mantep sob..
ReplyDeleteterima kasih sob.. :D
Deletesinggah di sini
ReplyDeleteterima kasih sudah berkunjung :)
DeleteWih...mantab share artikelnya. nice blog
ReplyDeleteterima kasih :)
Deleteini pulau favourite saya di pulau seribu mash bersih dan asri ;)
ReplyDeleteiya benar pulau seribu masih bersih, semoga saja akan selalu bersih :)
DeleteKunjungan balik... sepertinya di kepulauan seribu ini pantai yang paling bersih ya..
ReplyDeleteterima kasih atas kunjungan baliknya. iya kepulauan seribu masih bersih sekali
Deletejemput join GA kami :) http://adf.ly/UaD6m
ReplyDeleteterima kasih sudah berkunjung
Deletewah bagus juga spot snorklingnya. Sayang banget ane gak sempet snorklingan disana. :(
ReplyDeletewah snorkeling sayang untuk dilewatkan gan. mahal sedikit gak masalah karena kita terbayar keindahannya
Deletewah mantab tuh.. coba juga sususr pantai baron sob.. :)
ReplyDeletewaduh sobat belum sempet kesana. padahal saya sudah mendengar tuh tentang pantai baron
DeleteJadi merindu pasir perawan
ReplyDeletewah sering ksana ya sobat
Deletebagus sekali pulaunya ya...subhanallah...kunjungan pertama, izin nyimak dan salam kenal dari blog jagadkawula..sukses selalu untuk anda...aamiin
ReplyDeleteterima kasih sudah berkunjung. sukses juga untuk anda
Deletewaah ga sempet snorkling disini, abis ktnya snorkling disini jelekn eh taunya bagus juga
ReplyDeletesetiap tempat mempersembahkan keindahannya masing-masing sob, ga ada yang jelek kok. mungkin jelek karena ulah manusia juga :)
DeleteBerkunjung disiang hari selamat ya sob
ReplyDeleteterima kasih juga sob
DeleteMantap sob... kelihatannya indah dan menyenangkan banget ya
ReplyDeletememang indah dan menyenangkan sob :)
Deletecantik pemandangannya :D
ReplyDeleteiya sobat...
Deletewah seronoknya...nanti kalau nk pergi boleh berhubung awak ya...mana tau kalau di murahkan rezeki nanti...
ReplyDeleteiya boleh silahkan.. kita bareng kesana
DeleteWith blogs like this around I don't even need website anymore.
ReplyDeleteI can just visit here and see all the latest happenings in the world.