Pendakian kali ini saya mendapat ajakan seorang teman dari Parung, Bogor untuk mendaki Gunung Gede di akhir pekan kemarin. Seminggu kemarin saya baru saja pulang dari Gunung Papandayan, namun tetap saja masih ingin kembali berjalan diatara rimbunnya hutan. Apalagi Gunung Gede, dimana saya besar dan banyak belajar disana. Rasa rindu untuk menapakinya kian besar.
Oke simak cerita selengkapnya ;
Sabtu, 14 September 2013
Pagi hari saya sudah terbangun untuk mulai packing barang pendakian dan kemudian berbelanja logistik hingga siang hari. Pukul 14.00 saya siap berangkat menuju Terminal Leuwipanjang, Bandung. Dengan scooter tua salah seorang teman, saya diantar menuju terminal. Gas ditarik dengan pasti, melaju menembus kepadatan lalu lintas Kota Bandung siang itu. Pukul 14.30 saya tiba di terminal dan langsung naik bus Garuda Pribumi (Jurusan Bandung - Merak via Puncak).
Tak lama kemudian bus pun mulai berjalan meninggalkan Kota Bandung. Di dalam bus tak banyak yang saya lakukan, hanya tertidur dan memandangi jalanan dari dalam kaca bus. Singkat cerita setelah 3 jam saya berada di dalam bus, akhirnya sampai juga di Cibodas, Cianjur pada pukul 18.10. Saya langsung naik angkot warna kuning menuju Kebun Raya Cibodas. Di dalam angkot saya bertemu dengan 2 orang dari Citeureup, Bogor yang akhirnya mereka menjadi bagian anggota tim pendakian saya.
Seperti biasa saya langsung menuju Warung Mang Idi. Kemudian rombongan dari Parung bergabung di Warung Mang Idi. Pendakian kali ini berjumlah 7 orang. Kami semua beristirahat sejenak sambil menunggu pukul 02.00. Saya memang merencanakan dari awal untuk start mendaki pada pukul 02.00.
Minggu, 15 Spetember 2013
Pukul 01.30 kami mulai bergerak mengecek barang-barang agar tak ada yang terlupakan. Kemudian kami mulai meninggalkan Warung Mang Idi menuju Pos lapor pendakian Gunung Gede. Setelah melapor dan pengecekan Simaksi kami berdoa sebelum jalan, agar setiap langkah kaki kami selalu dilindungi oleh Allah Swt.
Pukul 01.58 kami mulai berjalan memasuki kawasan hutan hujan tropis Gunung Gede. Kami berjalan dengan pasti menelusuri jalan setapak berbatu. Beberapa kali kami berhenti sejenak untuk menghela nafas. Pos Telaga Biru (1575mdpl) sudah terlewati, ada beberapa pendaki yang sedang beristirahat disana. Satu jam lebih berjalan kami akhirnya tiba di Pos Panyacangan yang merupakan pertigaan antara Curug Cibeureum (1620mdpl) dan jalur menuju puncak. Di pos tersebut kami berhenti sekitar 15 menit.
Kami mulai lanjut berjalan lagi dengan sesekali berhenti sebab beberapa diantara kami merupakan pendaki pemula yang melakukan pendakian perdana kali ini. Shelter Rawa Denok 1 dan 2 kami lewati. Kemudian kami lanjut berjalan dan berhenti agak lama di Shelter Batu Kukus untuk makan roti dan menghisap batang-batang kejenuhan. Setelah itu, menjelang pagi gerimis pun datang. Kami semua bergegas membuka jas hujan.
Hari mulai sedikit terang, kabut tipis pun mengiringi perjalanan kami. Trek masih berbatu landai memutar punggungan gunung. Hingga akhirnya kami tiba di Pos Air Panas (2100mdpl) pada pukul 06.30. Disana kami membuka perbekalan dan memasak mie instan sebagai sarapan. Selesai sarapan sekitar pukul 07.45 kami mulai bergerak jalan lagi. Melewati Pos Kandang Batu. Disana terlihat ramai sekali oleh tenda pendaki. Kami terus berjalan dengan santai. Trek mulai sedikit curam sehingga membuat beberapa teman sering meminta untuk beristirahat.
Sekitar 2 jam berjalan dari Pos Air Panas kami tiba di Pos Kandang Badak (2400mdpl). Di Pos Kandang Badak terlihat ramai sekali dengan pendaki, sudah tidak ada lapak untuk mendirikan tenda sepertinya. Kami beristirahat sejenak dan mengambil air untuk perbekalan menuju puncak.
Setelah semua satu persatu dapat menaiki tebing Tanjakan Setan, kami lanjut berjalan lagi. Trek semakin terjal dan berbatu. Setengah jam berjalan seorang teman merasa kelelahan sehingga tak sanggup membawa keril lagi. Hal tersebut harus membuat saya bergerak cepat untuk menyimpan keril yang saya bawa ke puncak, lalu turun kembali untuk mengambil keril miliknya. Saya berjalan sedikit cepat menuju puncak. Trek semakin terjal dan curam membuat nafas saya agak sesak. Mungkin dikarenakan selama bulan puasa kemarin tidak pernah latihan fisik.
Pukul 13.20 saya tiba di Puncak Gunung Gede (2958mdpl). Alhamdulillah. Cuaca masih terang walau kabut tebal menutupi kawahnya. Saya harus kembali turun ke bawah mengambil keril teman yang tadi. Turun ke bawah berlari selama 15 menit saya bertemu teman saya. Keril langsung saya ambil alih dan langsung merangsek naik lagi menuju puncak.
Akhirnya kami semua berkumpul di puncak Gunung Gede pukul 14.10. Kami semua duduk dan beristirahat sambil memasak nasi liwet untuk makan siang. Pukul 16.00 kami sudah selesai makan dan lanjut berjalan menuju Alun-alun Suryakencana. Setelah setengah jam berjalan melipir punggungan puncak, kami tiba di titik tertinggi Gunung Gede kemudian langsung turun menuju Alun-alun Suryakencana. Saat ini jalur menuju Suryakencana sudah berbatu dan jelas jalurnya. Berbeda dengan dahulu yang bercabang dan curam. Tercatat pukul 17.30 kami tiba di Alun-alun Suryakencana. Kami langsung bergegas mendirikan tenda karena hari sudah gelap. Setelah tenda berdiri, saya ditemani seorang teman mengambil air untuk keperluan masak malam ini.
hari berubah menjadi gelap, kabut tipis pun turun menyambut kedatangan kami. Malam hari kami memasak untuk makan malam. Menu malam ini nasi dan mie instan. Setelah makan malam kami semua terlelap diselimuti dinginnya Lembah Suryakencana.
Senin, 16 September 2013
Pukul 03.00 saya terbangun dan langsung keluar tenda untuk memasak air hangat. Segelas kopi rasanya syahdu sekali sambil memandangi bintang yang bertaburan di langit dini hari itu. Tak tau apa yang sedang saya rasakan, namun hal ini membuat saya sedikit tenang.
Pukul 08.00 kami mulai meninggalkan Alun-alun Suryakencana. Kami berjalan menanjak menuju puncak Gunung Gede. Pukul 09.00 kami tiba di Puncak Gunung Gede. Disana kami berfoto-ria sejenak sebagai kenang-kenangan. Pukul 09.30 kami mulai turun meninggalkan Puncak Gunung Gede.
Perjalanan pulang sedikit cepat dengan langkah yang lebih teratur. Pukul 11.00 kami tiba di Pos Kandang Badak. Disana kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengambil persediaan air. Kami lanjut berjalan lagi, hingga Pos Air Panas pukul 13.00. Di Pos Air Panas gerimis mulai turun. Kami beristirahat lagi disana sambil membuka jas hujan. Sepuluh menit beristirahat, kami melanjutkan perjalanan turun. Kami melangkahkan kaki dengan sisa-sisa tenaga, hingga akhirnya pukul 15.13 kami tiba di Pos Panyacangan dan disana kami beristirahat sedikit lama.
Pukul 16.00 kami mulai turun menuju Cibodas. Rawa Gayonggong dan Telaga Biru terlewati, hingga akhirnya pukul 17.15 kami tiba di Pos Pemeriksaan Cibodas, Alhamdulillah kami semua selamat tanpa kekurangan apapun. Setelah melapor pada petugas kami langsung menuju Warung Mang Idi untuk bersih-bersih dan mengisi perut yang sudah mulai lapar.
Malam ini saya berniat untuk bermalam di Mang Idi, sebab bus arah Bandung sulit sekali ditemukan bila malam hari (ada tapi kemungkinan lama sekali lewatnya). Dua diantara kami memilih pulang terlebih dahulu ke Bogor. Sisa kami berlima yang akan bermalam di Mang Idi. Malam ini kami habiskan waktu dengan mengobrol dan istirahat.
Selasa, 17 September 2013
Pagi hari saya bangun dari tidur dan langsung bersih-bersih. Pukul 07.00 kami meninggalkan Warung Mang Idi menuju rumah masing-masing. Kami naik angkot menuju jalan raya puncak. Saya berpisah dengan kawan-kawan sebab saya kembali ke Bandung.
Tak lama menunggu, bus jurusan Bandung lewat. Tanpa pikir panjang saya langsung naik dan tertidur nyenyak di dalam bus. Singkat cerita pukul 11.00 bus merapat di Kota Bandung. Saya turun di terminal Leuwipanjang. Siang ini terasa begitu panas. Saya langsung menggunakan Taksi menuju kosan, sebab malas rasanya naik angkot karena trayek angkot memutar jauh sekali terlebih membawa keril yang besar begini. Pukul 11.45 saya tiba di kosan dengan selamat. Alhamdulillah. Terima kasih sudah menyimak. Sampai Jumpa di Pendakian Si Janu Berikutnya !!! Salam Lestari !!!!!!!....
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan Bogor ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini dari rumah)
- Sdr. Pare (Atas Bogaboo 60 nya)
- Gunung Gede ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu ).
Catatan :
- Transport
---- Bandung - Cibodas ( Bus Garuda Pribumi ) = Rp. 25.000
---- Cibodas - Taman Nasiona ( Angkot ) = Rp.3000 - Rp. 5000 *tergantung muatan
Sabtu, 14 September 2013
Pagi hari saya sudah terbangun untuk mulai packing barang pendakian dan kemudian berbelanja logistik hingga siang hari. Pukul 14.00 saya siap berangkat menuju Terminal Leuwipanjang, Bandung. Dengan scooter tua salah seorang teman, saya diantar menuju terminal. Gas ditarik dengan pasti, melaju menembus kepadatan lalu lintas Kota Bandung siang itu. Pukul 14.30 saya tiba di terminal dan langsung naik bus Garuda Pribumi (Jurusan Bandung - Merak via Puncak).
Tak lama kemudian bus pun mulai berjalan meninggalkan Kota Bandung. Di dalam bus tak banyak yang saya lakukan, hanya tertidur dan memandangi jalanan dari dalam kaca bus. Singkat cerita setelah 3 jam saya berada di dalam bus, akhirnya sampai juga di Cibodas, Cianjur pada pukul 18.10. Saya langsung naik angkot warna kuning menuju Kebun Raya Cibodas. Di dalam angkot saya bertemu dengan 2 orang dari Citeureup, Bogor yang akhirnya mereka menjadi bagian anggota tim pendakian saya.
Seperti biasa saya langsung menuju Warung Mang Idi. Kemudian rombongan dari Parung bergabung di Warung Mang Idi. Pendakian kali ini berjumlah 7 orang. Kami semua beristirahat sejenak sambil menunggu pukul 02.00. Saya memang merencanakan dari awal untuk start mendaki pada pukul 02.00.
![]() |
| Di Warung Mang Idi |
Minggu, 15 Spetember 2013
Pukul 01.30 kami mulai bergerak mengecek barang-barang agar tak ada yang terlupakan. Kemudian kami mulai meninggalkan Warung Mang Idi menuju Pos lapor pendakian Gunung Gede. Setelah melapor dan pengecekan Simaksi kami berdoa sebelum jalan, agar setiap langkah kaki kami selalu dilindungi oleh Allah Swt.
Pukul 01.58 kami mulai berjalan memasuki kawasan hutan hujan tropis Gunung Gede. Kami berjalan dengan pasti menelusuri jalan setapak berbatu. Beberapa kali kami berhenti sejenak untuk menghela nafas. Pos Telaga Biru (1575mdpl) sudah terlewati, ada beberapa pendaki yang sedang beristirahat disana. Satu jam lebih berjalan kami akhirnya tiba di Pos Panyacangan yang merupakan pertigaan antara Curug Cibeureum (1620mdpl) dan jalur menuju puncak. Di pos tersebut kami berhenti sekitar 15 menit.
Kami mulai lanjut berjalan lagi dengan sesekali berhenti sebab beberapa diantara kami merupakan pendaki pemula yang melakukan pendakian perdana kali ini. Shelter Rawa Denok 1 dan 2 kami lewati. Kemudian kami lanjut berjalan dan berhenti agak lama di Shelter Batu Kukus untuk makan roti dan menghisap batang-batang kejenuhan. Setelah itu, menjelang pagi gerimis pun datang. Kami semua bergegas membuka jas hujan.
Hari mulai sedikit terang, kabut tipis pun mengiringi perjalanan kami. Trek masih berbatu landai memutar punggungan gunung. Hingga akhirnya kami tiba di Pos Air Panas (2100mdpl) pada pukul 06.30. Disana kami membuka perbekalan dan memasak mie instan sebagai sarapan. Selesai sarapan sekitar pukul 07.45 kami mulai bergerak jalan lagi. Melewati Pos Kandang Batu. Disana terlihat ramai sekali oleh tenda pendaki. Kami terus berjalan dengan santai. Trek mulai sedikit curam sehingga membuat beberapa teman sering meminta untuk beristirahat.
![]() |
| Beres makan kantuk tiba *Indonesia Banget |
Siang itu Pos Kandang Badak terlihat ramai oleh para pendaki yang mengaku pecinta alam. Namun di dekat sumber air nampak sampah yang berserakan. Kemanakah yang bernama pecinta alam????Sekitar 20 menit istirahat, kami mulai berjalan lagi menuju puncak. Trek kian lama kian menanjak dan curam. Nampak dari wajah teman-teman yang lelah, lapar dan kantuk bercampur jadi satu. Pukul 11.00 kami tiba di Tanjakan Rante (Tanjakan Setan). Kami menunggu giliran untuk menaiki tebing disana. Sebab banyak pendaki yang turun pada siang hari ini.
![]() |
| Menunggu giliran untuk naik |
Pukul 13.20 saya tiba di Puncak Gunung Gede (2958mdpl). Alhamdulillah. Cuaca masih terang walau kabut tebal menutupi kawahnya. Saya harus kembali turun ke bawah mengambil keril teman yang tadi. Turun ke bawah berlari selama 15 menit saya bertemu teman saya. Keril langsung saya ambil alih dan langsung merangsek naik lagi menuju puncak.
![]() |
| Si Janu "Segelas kopi untuk Indonesia" |
hari berubah menjadi gelap, kabut tipis pun turun menyambut kedatangan kami. Malam hari kami memasak untuk makan malam. Menu malam ini nasi dan mie instan. Setelah makan malam kami semua terlelap diselimuti dinginnya Lembah Suryakencana.
Senin, 16 September 2013
Pukul 03.00 saya terbangun dan langsung keluar tenda untuk memasak air hangat. Segelas kopi rasanya syahdu sekali sambil memandangi bintang yang bertaburan di langit dini hari itu. Tak tau apa yang sedang saya rasakan, namun hal ini membuat saya sedikit tenang.
"Semuanya seakan terlukis sempurna, membuat jiwa ini damai terasa" Surken - 161113Pukul 06.00 semua teman-teman terbangun dari tidurnya. Kami harus bergegas pagi ini untuk pulang, mengingat jalur Cibodas merupakan jalur yang panjang. Pagi ini kami sarapan dengan nasi dan mie instan "lagi". Pagi ini teman-teman turun ke bawah mengambil air dan berfoto-ria. Berbeda dengan saya yang hanya terdiam menikmati belaian angin Lembah Suryakencana sambil terhanyut akan memori cerita lama.
"Terima kasih Suryakencana, sambutan Mu terhadap Ku begitu mempesona. Masih persis saat kita pertama kali berjumpa" Surken - 161113
![]() |
| Alun-alun Suryakencana terlihat gersang sekali tak seperti dahulu yang lebat oleh Edelweiss |
![]() |
| Edelweiss (anaphalis javanica) Bantu Saya Menjaganya !!! #saveedelweiss |
![]() |
| Puncak Gede |
![]() |
| Gunung Pangrango mengintip dibalik awan |
![]() |
| Kawah Gunung Gede |
![]() |
| Puncak |
![]() |
| Alun-alun Suryakencana nampak dari Puncak Gede |
![]() |
| Di Rawa Gayongong |
Malam ini saya berniat untuk bermalam di Mang Idi, sebab bus arah Bandung sulit sekali ditemukan bila malam hari (ada tapi kemungkinan lama sekali lewatnya). Dua diantara kami memilih pulang terlebih dahulu ke Bogor. Sisa kami berlima yang akan bermalam di Mang Idi. Malam ini kami habiskan waktu dengan mengobrol dan istirahat.
Selasa, 17 September 2013
Pagi hari saya bangun dari tidur dan langsung bersih-bersih. Pukul 07.00 kami meninggalkan Warung Mang Idi menuju rumah masing-masing. Kami naik angkot menuju jalan raya puncak. Saya berpisah dengan kawan-kawan sebab saya kembali ke Bandung.
Tak lama menunggu, bus jurusan Bandung lewat. Tanpa pikir panjang saya langsung naik dan tertidur nyenyak di dalam bus. Singkat cerita pukul 11.00 bus merapat di Kota Bandung. Saya turun di terminal Leuwipanjang. Siang ini terasa begitu panas. Saya langsung menggunakan Taksi menuju kosan, sebab malas rasanya naik angkot karena trayek angkot memutar jauh sekali terlebih membawa keril yang besar begini. Pukul 11.45 saya tiba di kosan dengan selamat. Alhamdulillah. Terima kasih sudah menyimak. Sampai Jumpa di Pendakian Si Janu Berikutnya !!! Salam Lestari !!!!!!!....
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan Bogor ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini dari rumah)
- Sdr. Pare (Atas Bogaboo 60 nya)
- Gunung Gede ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu ).
Catatan :
- Transport
---- Bandung - Cibodas ( Bus Garuda Pribumi ) = Rp. 25.000
---- Cibodas - Taman Nasiona ( Angkot ) = Rp.3000 - Rp. 5000 *tergantung muatan
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Gunung Gede masih lumayan rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi
- Sampah harap bawa kembali turun. Sampah di Gunung Gede sudah sangat memperihatikan keberadaannya!!! Saya Harap semua pihak baik pendaki maupun Taman Nasional bisa menanggulangi masalah klasik ini.. Salam Lestari.





Saturday, 21 September 2013













Ah pengen juga mendaki.. seumur2 pernah menjadi pecinta alam tapi belum mendaki gunung satu kalipun... seneng dengan cerita2 pendakian bro Januar...
ReplyDeleteterima kasih bung Baktiar sudah menyempatkan diri membaca
Deletesukses gan pendaki gunungnya.
ReplyDeleteterima kasih gan :)
Deleteاِ نْ شَآ ءَ اللّهُ besok rombongan kita juga [m̲̅][a̲̅][u̲̅] jalan mudah2x lancar
DeleteSalam cinta damai
semoga sukses pendakiannya
DeleteSalam kenal sob, saya tanggal 27 september nanti juga mau mendaki sob...
ReplyDeletegunung talang sumatra barat, pendakian yang ketiga. ;]
saya masih pemula
salam kenal kembali sobat. sukses pendakiannya. titip salam sama gunung talang, bilang kalau saya suatu saat kesana :)
Deletesalam lestari, salam rimba
ReplyDeletesemoga pendaki dan pecinta alam selalu ada di Indonesia, agar alam selalu dapat dipastikan kelestariannya, dengan mendaki mendekat pada alam, otomatis kita mengetahui kondisi alam tersebut, jangan lupa berikan rekomendasi kepada pihak terkait, agar ada tindak lanjutnya...
pecinta alam bukan penikmat alam, salam lestari
--- dulunya juga pendaki ---
bener sekali sobat. semoga pendaki kian hari kian banyak dan peduli terhadap lingkungan :)
Deletesetuju. pecinta keindahan alam juga harus konsisten untuk menjaga kebersihan alam...sukses selalu untuk jalan2nya :)
ReplyDeleteterima kasih sobat..
Deletekeren banget foto2nya dan blognya...
ReplyDeleteterima kasih sobat..
Deletekeren gan catpernya....
ReplyDeleteterima kasih sob...
DeletePengen belajar naik gunung. Tipsnya apa Mas?
ReplyDeletebaca halaman-halaman kebelakang. banyak tips dan pelajaran gan
Deletewaah keren nih postnya, kapan kapan kita mendaki bareng gan ahah
ReplyDeleteayo mari gan ..
DeleteMantap kang,... ditunggu hikingnya lagi ya. :)
ReplyDeletedi tunggu kunjungan baliknya juga: http://info-gedepangrango.blogspot.com/
salam lestari...!
Mantab bang...
ReplyDeletesaya juga lagi mau buat acara nih bang di surya kencana... mulungin sampah bareng, trus ada pertunjukan teaternya juga bang di tengah lembah... hehehe
ikut yuk bang----->http://thenaekgunungs.blogspot.com/2014/10/hey-nature-1.html