Januar Arifin

"Warung Daweung" Kisah Secangkir Kopi di Bukit Moko

Posted by Januar arifin on Thursday, 30 January 2014

Kota Bandung, bukan hanya menikmati aneka kulinernya yang menarik, tapi tidak ada salahnya kita mencari tempat yang menjanjikan pemandangan indah dan udara segar. Di sini ada tempat unik dengan pemandangan tak berbatas ke Kota Bandung, bernama Warung Daweung yang terletak di Bukit Moko, Cimenyan. Daweung artinya melamun, dari arti tersebut mungkin sang pemilik memberi nama karena tempat tersebut cocok untuk melamun menikmati keindahan yang tersaji dihadapan kita.
Warung Daweung adalah sebuah warung atau mungkin kafe yang berada di titik tertinggi Kota Bandung. Sebenarnya warung ini sama dengan warung lainya yang menyediakan makanan-makanan yang biasa kita temukan ditempat lain. Namun, keistimewaan Warung Daweung selain berada di ketinggian -/+ 1500 mdpl, juga dapat melihat keindahan Kota Bandung keseluruhan. Apalagi bila kita berkunjung malam hari, cahaya berkilauan kota nampak indah sekali. 

Akses menuju kesana sangat mudah sekali. Dari Kota Bandung cukup arahkan kendaraan menuju Padasuka. Di Padasuka terdapat wisata terkenal yaitu Saung Angklung Mang Udjo, kemudian kita terus ambil jalan menanjak lurus. Sekitar 5 km menanjak kita akan tiba di tempat yang juga sudah tak asing lagi yaitu, Caringin Tilu (Cartil). Dari Cartil kita terus berjalan melewati beberapa rumah penduduk dan perkebunan sayuran warga sekitar 3 km. Kita akan tiba di ujung aspal jalan. 

Dari ujung aspal, jalan berubah bebatuan yang menanjak. Jika kendaraan roda 4 model jeep pasti mudah melewati ini. Motor pun harus ekstra hati-hati melewati jalan ini. Terutama musim hujan menjadi sangat licin sekali. Saya sarankan bagi mobil berjenis city car jangan memaksakan ke atas apalagi sehabis hujan. Jalan berbatu menanjak hanya sekitar 500 meter kemudian kita akan sampai di Warung Daweung.

Saya bersama teman-teman lebih sering untuk datang malam hari ke tempat ini. Menikmati indahnya cahaya kota yang berkelip-kelip sambil menyeruput secangkir kopi. Benar sekali memang tempat ini menyuguhkan pemandangan yang bisa menyingkirkan sejenak rasa bosan dalam rutinitas sehari-hari. Saya biasanya jalan dari kosan sekitar pukul 02.00 dini hari dan akan kembali pulang setelah mentari menyinari. 

Dari tempat ini kita dapat menyaksikan sunset dan sunrise karena pandangan di depan mata kita seluas 180°. Cuaca disini lumayan sejuk berkisar 16-20°C, persiapkan jaket sebelum berangkat ke tempat ini jika tidak mau kedinginan. 
Ada tenda disana!! Jadi pengen Nge-camp

Saung Warung Daweung

Bersama Kawan-kawan

Si Janu nih ikutan foto :)
 

Tambahkan Komentar

8 comments:

  1. Wow...bagus banget ya tempatnya..terima kasih bang Janu sudah berbagi cerita :)

    ReplyDelete
  2. sepertinya kita bareng kang kesananya, saya nenda di atas deket pohon-pohon pinus, & saya liat juga ada yg nenda di lapang kecilnya itu. :)

    ReplyDelete
  3. wah mantap nih bang danu, jalan jalan terus.

    ReplyDelete
  4. view kota bandung lebih keliatan dari moko ya dari pada dari dago pakar

    ReplyDelete
  5. wihhh ajib bener pemandangannya...
    mau tanya kalo mau ke sana dari stasiun bandung naik angkutan apa ya ???

    ReplyDelete
  6. Lihat fotonya kayaknya pemandangannya bagus banget, rasanya susahnya perjalanan ke tempat itu melewati jalan berbatu, terbayar dengan spot pemandangan yang begitu indah ..

    ReplyDelete
  7. bang, camping disana bayar ga

    ReplyDelete