Januar Arifin

Perjalanan Double S " Part II "

Posted by Januar arifin on Monday, 21 February 2011

Gunung Sumbing adalah gunung tertinggi ke dua di Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berhadapan dengan Gn.Sundoro yang dikenal sebagai gunung kembar. Jalan menuju ke puncak pun terjal dan penuh liku. Sebuah petualangan yang sangat menarik dan menakjubkan. Gunung Sumbing dapat didaki melalui dua rute yakni dari Base Camp Garung yang berada di desa Garung, kecamatan Kalikajar, kabupaten Wonosobo. Atau dari Base Camp Cepit, yang berada di desa Pagergunung, kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung.

Tanggal 2 februari 2011, kami bangun kesiangan di basecamp Sindoro. Setelah kami sarapan dan packing logistik untuk menuju basecamp Sumbing yang ada di desa Garung. Jarak basecamp Sumbing dari basecamp Sindoro hanya beberapa ratus meter sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju basecamp Sumbing.

Kelelahan masih tampak dari wajah kami, karena kemarin pada saat mendaki Sindoro sangat menguras tenaga akibat cuaca yang kurang bersahabat. Sebenarnya pendakian gunung Sindoro dan gunung Sumbing untuk sementara ditutup saat ini, dikarenakan kami telah datang jauh-jauh dari Jakarta, akhirnya kami mendapat izin untuk naik dengan syarat kalau cuaca memburuk harus turun kembali.

Pukul 12.30 kami mengurus prosedur pendakian di basecamp Sumbing. Kami berjalan dengan santai sekali sambil menikmati hijau ladang penduduk di kaki gunung Sumbing. Indah terlihat hijau terhampar dihadapan kami. Namun, cuaca siang itu kembali gelap dan turun hujan lebat. Kami berhenti sejenak untuk menggunakan ponco agar baju yang tersisa dari pendakian gunung Sindoro kemarin tidak basah.

Jalur tetap menanjak membuat tenaga kami terasa lelah sekali, hujan yang lebat membuat kami berhati-hati dalam melangkah agar tidak terpeleset. Setelah 2 jam berjalan kami sampai di perbatasan ladang penduduk dan hutan pinus. Kawasan ini dinamakan Bosweisen. Hujan semakin lebat dan sangat terasa dinngin membuat kami memikirkan kembali untuk meneruskan pendakian.

Kami berempat sejenak terduduk dan merundingkan kaputusan bersama. Melihat cuaca yang sangat buruk sekali disertai hujan yang sangat lebat akhirnya kami memutuskan untuk turun kembali. Kami melihat beberapa pohon tumbang akibat tersambar petir. Langit pun terlihat sangat gelap.

Kami turun sekitar 2 jam dan akhinya sampai di basecamp Sumbing. Kami menginap untuk satu malam berharap cuaca baik di keesokan harinya. Kami beristirahat di basecamp Sumbing malam ini. Pagi harinya cuaca sangat dingin dan hujan membuat kami enggan keluar dari sleeping bag. Sepertinya pendakian gunung Sumbing kali ini tidak kami lanjutkan karena memang benar cuaca yang kurang baik. Seperti halnya gunung Sindoro di cuaca yang buruk tetapi kami beruntung bisa mencapai puncaknya.

Kami berniat melakukan Ekspedisi Triple S, akan tetapi karena kami salah memilih waktu pendakian akhirnya hanya bisa mencapai satu puncak saja.

"Tak akan lari gunung dikejar, masih ada waktu lain sobat!!", Pare berkata.
Lagi-lagi kamera dari teman yang bernama Dede tidak bisa dibuka gambarnya, semua foto akhirnya hilang begitu saja. Kamera digital saya juga tidak bisa dipergunakan membuat koleksi foto dalam perjalanan kali ini sangat minim. 

Catatan Perjalanan :

Tanggal 3 Februari 2011
Pukul 12.15 - 15.30 : Desa Garung - Terminal Purwokerto
Pukul 16.30 - 03.15 : Terminal Purwokerto - Ps. Keb. Lama Jakarta ( bus Deddy Jaya )
Pukul 03.15 - 03.38 : Ps. Keb Lama - Pondok Aren ( rumah saya )

Tambahkan Komentar

Berikan Komentar Anda: