![]() |
| Gunung Cikuray |
Kali ini saya berkesempatan mendaki Gunung Cikuray yang terletak di
Kabupaten Garut Jawa Barat. Gunung Cikurai mempunyai ketinggian 2.818
meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi keempat di
Jawa Barat setelah Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan
kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung.
Untuk mencapai Cikuray dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Bandung atau dari Tasikmalaya menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota menuju jalur pendakian, (Cikajang, Bayongbong atau Dayeuh Manggung). Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur bayongbong adalah jalur yang paling terjal, tetapi dapat cepat sampai di puncak. Jika anda bukan warga Jabar, mendaki Cikurai mesti satu paket dengan Gunung Guntur dan Gunung Papandayan. Keduanya menawarkan medan pendakian yang menarik. Karena letaknya paling tinggi di kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan TVRI. Gunung Cikurai mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous.
Untuk mencapai Cikuray dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Bandung atau dari Tasikmalaya menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota menuju jalur pendakian, (Cikajang, Bayongbong atau Dayeuh Manggung). Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur bayongbong adalah jalur yang paling terjal, tetapi dapat cepat sampai di puncak. Jika anda bukan warga Jabar, mendaki Cikurai mesti satu paket dengan Gunung Guntur dan Gunung Papandayan. Keduanya menawarkan medan pendakian yang menarik. Karena letaknya paling tinggi di kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan TVRI. Gunung Cikurai mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous.
Jumat, 21 September 2012
Saya bersama saudara Atep berangkat dari Kota Bandung menuju Garut dengan menggunakan sepeda motor pukul 13.00 melewati jalur Cijapati. Sebelumnya kami sudah janjian dengan rombongan dari UIN Bandung di daerah Kadungora Garut. Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di daerah Kadungora dan bertemu dengan rombongan dari UIN Bandung. Setelah semua berkumpul kami semua berangkat menuju Dayeuh Manggung. di tengah perjalanan kami semua sempat beristirahat di masjid untuk Solat Maghrib.
Saya bersama saudara Atep berangkat dari Kota Bandung menuju Garut dengan menggunakan sepeda motor pukul 13.00 melewati jalur Cijapati. Sebelumnya kami sudah janjian dengan rombongan dari UIN Bandung di daerah Kadungora Garut. Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di daerah Kadungora dan bertemu dengan rombongan dari UIN Bandung. Setelah semua berkumpul kami semua berangkat menuju Dayeuh Manggung. di tengah perjalanan kami semua sempat beristirahat di masjid untuk Solat Maghrib.
Pukul 19.00 Kami tiba di rumah salah satu kerabat dari rombongan UIN. Di sana kami menitipkan motor. Semua anggota perjalanan mulai beres-beres dan beristirahat sejenak. Pukul 21.00 kami semua telah siap untuk berangkat, semua derigen air telah dipersiapkan dan kami mulai berdoa sebelum berangkat.
Kami berjalan sedikit menuju pinggir jalan Patrol. Dalam perjalanan ini saya menyarankan untuk menyewa mobil sampai Pemancar namun semua memutuskan untuk berjalan kaki. Perjalanan dimulai melewati rumah-rumah pedesaan hingga pertigaan desa kami mengambil arah kiri. Lalu jalan kembali berbelok ke kanan dan berubah menjadi perkebunan teh Dayeuh Manggung.
Kami sudah berjalan hampir 2 jam lelah mulai terasa, sebab pemancar belum juga terlihat. Kami tiba di pertigaan dalam kebun teh. Pemancar mulai terlihat dengan kerlip lampu berwarna merahnya. Kami bingung arah mana yang akan dituju. Disinilah kami salah jalur. Seharusnya kami mengambil kanan tetapi malah mengambil jalur kiri. Kami terus berjalan Pemancar semakin terlihat, akan tetapi kami berbeda punggungan dengan Pemancar. Sebagian teman-teman ada yang mulai panik dan mencoba menerobos lebatnya kebun teh ini.
Sabtu, 22 September 2012
Saya terus menenangkan kelompok, dan mencoba membaca jalur. memang ada jalur tetapi seperti sudah lama tidak dilewati manusia. Kami memutuskan untuk sejenak istirahat dan makan malam, waktu itu menunjukan pukul 01.30. Kemudian Pukul 02.30 kami meneruskan perjalanan. Kami terus berjalan menyusuri jalur yang semakin curam dan gembur tanahnya hingga sang fajar mulai terbit.
Jalur semakin tak lazim menurut saya, jalur curam dengan tanah yang sangat gembur, sehingga sulit dipijak. Beberapa saya menemukan kotoran Macan dan Jejak macan yang masih sangat baru. Saya melihat ini biasa saja agar teman-teman tidak panik walaupun akhirnya mereka juga tahu. Setelah berjuang sampai Pukul 07.00 kami akhirnya menemukan jalur pendaki, dan ternyata jalur ini juga bisa tembus ke Pos I.
Kami terus berjalan hingga Pos IV. Saya yang terlebih dahulu sampai di Pos IV beristirahat sejenak menunggu teman-teman yang masih tertinggal dibawah. Tak terasa saya terlelap karena kantuk yang luar biasa. Dan tertidur hingga pukul 13.00, teman-teman semua ternyata sudah berkumpul di Pos IV, kami memasak air untuk menghangatkan badan dengan segelas kopi dan membakar beberapa ubi cilembu.
Kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 14.30. Saya terus berjalan dan melewati beberapa Pos. Trek Gunung Cikuray ini memang luar biasa terjal, hampir mirip dengan Gunung Ciremei di Kuningan sana. Bisa saya bilang ini Ciremei versi mini. Trek semakin menanjak saya mulai gontai melangkah, namun tekad di dalam hati terus membara.
Kami berjalan sedikit menuju pinggir jalan Patrol. Dalam perjalanan ini saya menyarankan untuk menyewa mobil sampai Pemancar namun semua memutuskan untuk berjalan kaki. Perjalanan dimulai melewati rumah-rumah pedesaan hingga pertigaan desa kami mengambil arah kiri. Lalu jalan kembali berbelok ke kanan dan berubah menjadi perkebunan teh Dayeuh Manggung.
Kami sudah berjalan hampir 2 jam lelah mulai terasa, sebab pemancar belum juga terlihat. Kami tiba di pertigaan dalam kebun teh. Pemancar mulai terlihat dengan kerlip lampu berwarna merahnya. Kami bingung arah mana yang akan dituju. Disinilah kami salah jalur. Seharusnya kami mengambil kanan tetapi malah mengambil jalur kiri. Kami terus berjalan Pemancar semakin terlihat, akan tetapi kami berbeda punggungan dengan Pemancar. Sebagian teman-teman ada yang mulai panik dan mencoba menerobos lebatnya kebun teh ini.
Sabtu, 22 September 2012
Saya terus menenangkan kelompok, dan mencoba membaca jalur. memang ada jalur tetapi seperti sudah lama tidak dilewati manusia. Kami memutuskan untuk sejenak istirahat dan makan malam, waktu itu menunjukan pukul 01.30. Kemudian Pukul 02.30 kami meneruskan perjalanan. Kami terus berjalan menyusuri jalur yang semakin curam dan gembur tanahnya hingga sang fajar mulai terbit.
Jalur semakin tak lazim menurut saya, jalur curam dengan tanah yang sangat gembur, sehingga sulit dipijak. Beberapa saya menemukan kotoran Macan dan Jejak macan yang masih sangat baru. Saya melihat ini biasa saja agar teman-teman tidak panik walaupun akhirnya mereka juga tahu. Setelah berjuang sampai Pukul 07.00 kami akhirnya menemukan jalur pendaki, dan ternyata jalur ini juga bisa tembus ke Pos I.
| Letak kesalahan pada garis merah |
Kami terus berjalan hingga Pos IV. Saya yang terlebih dahulu sampai di Pos IV beristirahat sejenak menunggu teman-teman yang masih tertinggal dibawah. Tak terasa saya terlelap karena kantuk yang luar biasa. Dan tertidur hingga pukul 13.00, teman-teman semua ternyata sudah berkumpul di Pos IV, kami memasak air untuk menghangatkan badan dengan segelas kopi dan membakar beberapa ubi cilembu.
Kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 14.30. Saya terus berjalan dan melewati beberapa Pos. Trek Gunung Cikuray ini memang luar biasa terjal, hampir mirip dengan Gunung Ciremei di Kuningan sana. Bisa saya bilang ini Ciremei versi mini. Trek semakin menanjak saya mulai gontai melangkah, namun tekad di dalam hati terus membara.
![]() |
| Terjal sama dengan trek Ciremei |
Saya sampai di puncak bayangan sekitar pukul 16.30. Saya beristirahat sejenak sambil menghisap sebatang semangat. Kemudian lanjut lagi menuju puncak. Dan akhirnya Pukul 17.30 saya tiba di Puncak Cikuray. Langsung mendirikan tenda karena takut keburu gelap. Setelah tenda berdiri saya turun lagi ke bawah dan menjemput teman yang belum sampai. Mereka tercecer sedari Pos V - Puncak Bayangan- dan Pos VI.
Pukul 18.30 semua anggota rombongan lengkap. Malam ini kami mulai memasak untuk mengisi perut yang sudah mulai meronta. Menu malam ini spageti dan mie goreng. Setelah makan, teman-teman mulai beristirahat. Saya tetap terjaga dengan melihat cerahnya malam dan taburan bintang dilangit ditambah sebotol Smirnoff yang menghangatkan badan. Alhamdulillah saya masih bisa menikmati keindahan seperti ini. Kemudian mata mulai tak kuat, saya mulai terlelap diselimuti angin malam puncak Cikuray.
Minggu, 23 September 2012
Pagi hari Pukul 05.00 kami semua terbangun menanti matahari terbit di ufuk timur. Subhanallah indah luar biasa pagi ini. Lautan awan bagaikan kapas terbang, mentari yang mulai mengintip dari balik awan berarak. Kami semua mulai dengan ritual foto-foto untuk mengabadikan keindahan ciptaan Allah ini.
Pukul 18.30 semua anggota rombongan lengkap. Malam ini kami mulai memasak untuk mengisi perut yang sudah mulai meronta. Menu malam ini spageti dan mie goreng. Setelah makan, teman-teman mulai beristirahat. Saya tetap terjaga dengan melihat cerahnya malam dan taburan bintang dilangit ditambah sebotol Smirnoff yang menghangatkan badan. Alhamdulillah saya masih bisa menikmati keindahan seperti ini. Kemudian mata mulai tak kuat, saya mulai terlelap diselimuti angin malam puncak Cikuray.
Minggu, 23 September 2012
Pagi hari Pukul 05.00 kami semua terbangun menanti matahari terbit di ufuk timur. Subhanallah indah luar biasa pagi ini. Lautan awan bagaikan kapas terbang, mentari yang mulai mengintip dari balik awan berarak. Kami semua mulai dengan ritual foto-foto untuk mengabadikan keindahan ciptaan Allah ini.
![]() |
| Sunrise |
![]() |
| Sunrise |
![]() |
| Bayangan Cikuray dan Gunung Papandayan |
![]() |
| Lautan awan |
![]() |
| Si Janu |
![]() |
| Lautan awan |
![]() |
| Cerahnya Pagi hari |
![]() |
| Full Team |
![]() |
| Makan makan |
![]() |
| Menuju Pemancar |
Pukul 07.30 kami sudah puas melihat pemandangan alam yang tersaji didepan kami. Kami kembali menuju tenda dan mulai memasak untuk makan pagi. Sebagian dari kami ada yang beres-beres peralatan dan packing. Menu pagi hari ini adalah mie instan, sarden, kentang goreng, dll.
Setelah puas makan kami semua santai sejenak sambil berbincang-bincang. Matahari bersinar terik sekali padahal masih terhitung pagi. Pukul 09.15 akhirnya kami turun meninggalkan Puncak Gunung Cikuray. Sebelum melangkah turun kami semua berdoa kepada Tuhan agar langkah kami selalu dilindungi. Kami turun dengan sedikit cepat, namun kami tetap fokus. Setengah jam turun kami berhenti di Puncak Bayangan. Disana kami istirahat sejenak.
Setelah beristirahat, kami melanjutkan kembali perjalanan turun. Kami turun dengan langkah cepat sesekali berlari. Saya bawa rombongan untuk berlari dan beristirahat di setiap pos-pos saja. Pos 5, 4, dan 3 terlewati dengan pasti.
Di Pos 3 kami beristirahat cukup lama. Terlihat beberapa pendaki lain sedang beristirahat juga. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan lagi. Turun dengan langkah cepat hingga akhirnya kami beristirahat di Pos 1. Perjalanan turun dari Pos 1 langkah sedikit melambat sambil menikmati detik-detik terakhir meninggalkan Gunung Cikuray. Akhirnya kami tiba di Pemancar pada pukul 13.10. Sore hari kami kembali menuju rumah kerabat mengambil sepeda motor yang dititipkan.
Pukul 17.00 kami semua kembali menuju Kota Bandung. Kami berjalan santai konvoi melewati beberapa titik kemacetan Kota Garut. Hingga akhirnya kami berpisah dengan rombongan UIN di Kadungora. Mereka lewat Nagrek, sementara saya dan Atep Lewat Cijapati. Berbekal sebuah Bedog (golok) kami pulang lewat daerah Cijapati yang terkenal seram akan aktifitas bajing kompatnya. Hingga akhirnya kami tiba di rumah sekitar pukul 22.00. Alhamdulillah. Salam Lestari dan sampai jumpa di pendakian si JANU lainnya.
Setelah puas makan kami semua santai sejenak sambil berbincang-bincang. Matahari bersinar terik sekali padahal masih terhitung pagi. Pukul 09.15 akhirnya kami turun meninggalkan Puncak Gunung Cikuray. Sebelum melangkah turun kami semua berdoa kepada Tuhan agar langkah kami selalu dilindungi. Kami turun dengan sedikit cepat, namun kami tetap fokus. Setengah jam turun kami berhenti di Puncak Bayangan. Disana kami istirahat sejenak.
Setelah beristirahat, kami melanjutkan kembali perjalanan turun. Kami turun dengan langkah cepat sesekali berlari. Saya bawa rombongan untuk berlari dan beristirahat di setiap pos-pos saja. Pos 5, 4, dan 3 terlewati dengan pasti.
Di Pos 3 kami beristirahat cukup lama. Terlihat beberapa pendaki lain sedang beristirahat juga. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan lagi. Turun dengan langkah cepat hingga akhirnya kami beristirahat di Pos 1. Perjalanan turun dari Pos 1 langkah sedikit melambat sambil menikmati detik-detik terakhir meninggalkan Gunung Cikuray. Akhirnya kami tiba di Pemancar pada pukul 13.10. Sore hari kami kembali menuju rumah kerabat mengambil sepeda motor yang dititipkan.
Pukul 17.00 kami semua kembali menuju Kota Bandung. Kami berjalan santai konvoi melewati beberapa titik kemacetan Kota Garut. Hingga akhirnya kami berpisah dengan rombongan UIN di Kadungora. Mereka lewat Nagrek, sementara saya dan Atep Lewat Cijapati. Berbekal sebuah Bedog (golok) kami pulang lewat daerah Cijapati yang terkenal seram akan aktifitas bajing kompatnya. Hingga akhirnya kami tiba di rumah sekitar pukul 22.00. Alhamdulillah. Salam Lestari dan sampai jumpa di pendakian si JANU lainnya.
![]() | ||
| Si Janu dengan deuter birunya :D |
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Teman seperjalanan Atep dan Rombongan UIN Bandung
- Kerabatnya Hikam yang bersedia dititipkan motor
- Orang tua yang selalu mendoakan anakMu ini
- Putro atas tendanya yg dipake, maaf silent trip
- Pare atas Bogaboo 60ltr nya, maaf silent trip
- Serta Cikuray yang menyambutku dengan pesona indahMU
- Allah S.W.T
- Teman seperjalanan Atep dan Rombongan UIN Bandung
- Kerabatnya Hikam yang bersedia dititipkan motor
- Orang tua yang selalu mendoakan anakMu ini
- Putro atas tendanya yg dipake, maaf silent trip
- Pare atas Bogaboo 60ltr nya, maaf silent trip
- Serta Cikuray yang menyambutku dengan pesona indahMU
Catatan :
- Ojek dari bawah ke pemancar Rp.30.000
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana





Thursday, 11 October 2012















Mantap gan! saya juga suka berpetualang!! tapi sayang waktu sudah tidak mengijinkan, karena kesibukakkan pekerjaan!!! indonesia memang kaya akan alamnya yg indah. hanya saja sudah banyak yg dirusak demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan kelestarian alam. sungguh disayangkan????
ReplyDeletebener sekali gan, Indah tapi sudah banyak yang merusaknya :(
DeleteKunjungan , artikelnya mantap gan :D
ReplyDeleteTerima kasih gan :)
Deletesubahanllah, bagus ya indah-indah pemandangannya:)
ReplyDeleteiya indah memang disana sobat :)
Deleteayena mah tara ajak2 akh,, hehehe,, pgen hiking tapi lagi ga ada buat ongkos nh.. heheheheh
ReplyDeletehayuu atuh kempel2 heula modalna. saya ge nuju skripsi heula :)
DeleteTerima kasih saya akan mampir kembali
ReplyDeletekeren...perjalanan pendakiannya.mantap.terussskan
ReplyDelete