Kali ini saya mencoba bermain di 0 Mdpl lagi. Tujuan awalnya sih ingin menyusuri ke-elokan Ujung Genteng, namun dengan keterbatasan waktu akhirnya kami memutuskan untuk ke Sawarna. Perjalanan ini dengan motor bersama anak-anak Kost Nursaid 10, berikut catatan lengkapnya :
| Bandung - Sawarna 210Km |
Sabtu, 23 Februari 2013
Pagi hari tak biasanya anak-anak kost sudah terbangun dari tidurnya. Semua telah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan panjang menuju Sukabumi. Kali ini perjalanan beranggotakan Saya, Alfian, Hasbi, Tya, Madhot, Andi, Willy, Atep, Angga, dan Fredy. Berjumlah 10 orang dalam 5 motor. Pukul 07.00 setelah semua sudah bersiap, kami berdoa terlebih dahulu memohon perlindungan selama perjalanan nanti. Kemudian kami mulai bergerak jalan dari Bandung. Tujuan pertama adalah rumahnya Alfian di daerah Sampora, Cikidang, Sukabumi.
Kali ini saya sebagai leader di depan rombongan. Rute pertama adalah dari Bandung menuju Perbatasan Bandung-Cianjur (Sungai Citarum) Sejauh 45,6km. Perjalanan ini tak ada kendala berarti, hanya kemacetan-kemacetan kecil di Cimahi dan Padalarang. Sesampainya di perbatasan, kami berhenti sejenak sambil meminum es cingcaw yang terkenal di daerah sana.
| Cingcaw dulu |
Pukul 10.30 kami lanjut perjalanan dengan tujuan Cibadak, Sukabumi. Kami terus berjalan dengan sesekali berhenti untuk sekedar mengisi bensin. Rute ke dua ini adalah Ciranjang - Ramayana Cianjur - Warungkondang - Sukabumi - Cibadak. Perjalanan sedikit tersendat di daerah Gekbrong dengan kemacetan yang lumayan panjang. Untung saja kami semua memakai motor, jadi masih bisa selap-selip diantara mobil-mobil yang berhenti. Ternyata di depan kami sedang terjadi kecelakaan maut, sebuah truk menghantam rumah warga.
| Kecelakaan Maut |
Kami terus berjalan dan tercatat pukul 12.30 kami tiba di daerah Cibadak Sukabumi. Santai sejenak di sebuah mini market untuk sekedar membeli minuman dan beristirahat. Rute ke tiga adalah Cibadak - Cikidang, kemudian kami lanjut berjalan dari Cibadak mengambil arah ke Cikidang. Hingga akhirnya sampai di kediaman Alfian di Desa Sampora, Cikidang. Tercatat pukul 13.30 sudah sampai. Alhamdulillah, disuguhi beberapa kelapa muda makin segar rasanya.
| Hajar kelapanya, golok mana golok!! |
Sore hari pukul 16.30 kami berangkat ke Pelabuhan Ratu via jalan Cisolok. Jalanan daerah sini sangat luar biasa, tanjakan serta tikungan tajam menghiasi. Banyak sekali pemandangan-pemandangan indah sepanjang jalan. Tak ayal teman-teman sering berhenti untuk mengabadikan momen indah tersebut.
| Foto-foto dulu |
| sii Janu biker sejati |
| Latar belakang teluk Pelabuhan Ratu |
Sore ini tujuan kami adalah Pantai Citepus untuk hunting sunset. Sekitar 30 menit perjalanan dari rumah Alfian kami tiba di Pantai Citepus. Teman-teman langsung menuju bibir pantai dan berfoto ria. Pantai terlihat agak kotor oleh ranting-ranting kayu, kemungkinan ini dikarenakan air pasang tadi malam. Namun, tak mengurangi indahnya sunset sore ini.
![]() |
| Sunset Citepus |
Setelah puas berfoto ria, kami kembali menuju rumah Alfian. Kami tak ingin kemalaman di jalan, sebab jalanan yang kami lalui berbahaya menanjak dan tikungan tajam. Sesampainya di rumah Alfian kami bersih-bersih dan makan malam. Malam itu kami semua terlelap tidur karena kelelahan oleh perjalanan dari Bandung.
Minggu, 24 Februari 2013
Pagi hari kami semua terbangun dan sudah bersiap-siap. Hari ini kami berniat menuju Sawarna. Rute yang kami lewati adalah Cikidang - Pl. Ratu - Cisolok - Cilograng (Bayah, Banten) - Lebaktipar - Sawarna, -/+ sekitar 60km.
Pukul 07.30 kami berangkat, dengan kecepatan yang sedang 40-60km/jam. Perjalanan ini menyusuri jalan pinggir pantai. Luar biasa keindahan tersaji di depan mata. Keadaan jalan cukup baik, namun terkadang banyak lubang-lubang besar. Kontur jalanan juga naik turun. Akan tetapi, saat masuk jalan menuju desa Sawarna, kondisi jalanan sangat jelek berbatu, terlebih naik turun bukit membuat perjalanan sedikit lama. Sekitar 2 jam perjalanan kami sampai di pintu masuk desa Sawarna. Kami harus menyebrangi jembatan gantung. Lumayan memacu adrenalin juga, naik motor menyebrang di jembatan gantung.
Setelah melewati jembatan, kami memasuki daerah pedesaan, namun sudah banyak Home Stay disana. Motor pun berbelok menuju bibir pantai. Welcome to Sawarna. Benar-benar indah Sawarna. Pasir putih berkilauan, angin berhembus perlahan, membuat siang ini begitu menawan. Kami langsung menuju salah satu saung yang ada disana. Motor pun terparkir di samping saung tersebut.
| Jembatan gantung, sereem |
| Saung |
| Si Mio yang setia menemani |
Seperti tak sabar ingin main air, teman-teman langsung melucuti pakaiannya masing-masing. Siang hari yang panas tak kami hiraukan, hitam kulit tak kami hiraukan. Yang terpenting bagi kami adalah keceriaan dan kebersamaan.
Setelah puas bermain air, kami memutuskan untuk berjalan menuju Pantai Tanjung Layar. Pantai Tanjung Layar tidak lah begitu jauh, hanya dibutuhkan waktu -/+30 menit.
| Di pantai Tanjung Layar |
Setelah puas bermain dan berfoto-foto kami kembali menuju saung di Pantai Ciantir. Saatnya bersih-bersih dan mengisi perut. Pukul 14.00 semuanya sudah rapi dan bersih saatnya kembali ke Cikidang, Sukabumi. Rute yang kami lewati sama seperti berangkat. Kami berjalan dengan santai melewati jalanan rusak dan berbatu hingga sampai di perbatasan Jawa Barat - Banten, kami beristirahat sejenak di rumah makan. Hujan pun turun sore itu.
Hujan reda, kami meneruskan perjalanan. Sampai di pertigaan Cipanas, Cisolok pukul 15.30. Kami berbelok arah menuju pemandian alam air panas Cipanas, Cisolok. Biaya masuk wisata tersebut hanyalah Rp.8000. Air panas ini keluar dari celah-celah batuan yang ada di sungai. Panas sekali uap yang keluar dari batuan tersebut. Hal seperti inilah yang dijadikan tempat untuk membuang rasa lelah dan pegal selama perjalanan. Tempatnya sangat berbeda dengan Ciater ataupun Cipanas Garut. Di sini lebih unik dan mempunyai khas yaitu air yang mengalir tidak panas, namun air yang mancur ke luar dari batuan yang panas.
![]() |
| Pemandian air panas Cisolok (gambar dari google, sebab kami tidak sempat mengabil gambar) |
Setelah puas berendam di air panas. Kami semua bersih-bersih dan melanjutkan perjalanan kami. Pukul 17.10 kami mulai berangkat. Dirasa hari masih sedikit terang kami berbelok sebentar menuju Pantai Karang Hawu. Disini kami masih sempat naik ke atas Makam Keramat Nyi Roro Kidul. Di Karang Hawu ini kami semua berfoto-foto lagi.
![]() |
| Karang Hawu Pelabuhan Ratu |
Hari semakin gelap, saatnya kembali ke rumah Alfian. Pukul 19.30 kami sudah tiba di rumah Alfian kembali. Kami semua terlihat lelah, sehabis makan kami semua terlelap.
Senin, 25 Februari 2013
Hari ini kami terbangun pagi-pagi. Sebelum pulang ke Bandung ada satu kawasan lagi yang belum kami kunjungi yaitu Pantai Loji. Pukul 08.30 kami berangkat menuju pantai Loji. Melewati Pelabuhan ratu terus ke arah jalan Warungkiara lalu mengambil kanan arah Surade. Sekitar 1 jam setengah perjalanan kami sampai, dengan kondisi jalanan yang agak rusak.
Di Pantai Loji hari ini terlihat lengang. Sepi oleh pengunjung yang biasanya memadati kawasan ini. Pantai pun terlihat ombak sedang pasang, terlihat sangat mengerikan main di bibir pantai yang banyak karang. Kami langsung menuju Vihara yang terkenal di kawasan Pantai Loji tersebut. Bagi saya ini sudah yang ketiga kalinya ke tempat ini, namun masih saja merasa senang.
Satu lagi tempat wisata yang ada di Pelabuhan Ratu, yaitu Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Pelabuhan Ratu. Vihara ini tepat berlokasi di Pantai Loji, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Vihara ini dibangun di suatu perbukitan, sehingga ada sekitar 500-an anak tangga yang perlu dilalui untuk mengitari seluruh lokasi di Vihara ini. Tentu saja dengan terletak di ketinggian ini, maka Anda dapat melihat pemandangan yang menakjubkan yang berada di sekelilingnya, terutama lautan luas yang terbentang di Samudra Hindia.
Ketika Anda memulai menaiki satu per satu anak tangga, maka Anda akan segera menemukan Altar Dewi Bumi yang baru dibangun di bulan November tahun 2009 ini oleh salah seorang donatur. Kemudian, Anda juga akan menemukan Buddha Julaihut, yang disusul dengan Altar Utama Dewi Kwan Se Im Pu Sa. Jangan salah, ini bukanlah lokasi tertinggi. Masih ada Buddha Empat Rupa (Four Faces Buddha/Se Mien To) ketika Anda menaiki anak tangga yang lebih tinggi lagi.
Hal yang perlu diingat ketika Anda mengunjungi Vihara ini adalah Anda dilarang keras untuk membuang sampah sembarangan, membawa minuman keras/beralkhol, membuat keributan, berpacaran/asusila, membawa senjata api/tajam, merusak/mengotori sarana ibadah, dan perjudian. Peraturan ini selalu terpasang di setiap sudut Vihara. (sumber Google.co.id)
| di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa |
Setelah makan, pukul 15.30 kami meninggalkan rumah Alfian di Cikidang, Sukabumi menuju Bandung. Perjalanan pulang ini rutenya sama dengan perjalanan berangkat. Rutenya Cikidang - Cibadak - Kota Sukabumi - Warungkondang. Di Warungkondang kami berhenti agak lama. Tercatat pukul 18.20. Beristirahat di sebuah minimarket sambil membeli gorengan untuk mengganjal perut.
Pukul 19.00 kami lanjut perjalanan menuju Bandung. Rute ke dua adalah Warungkondang - Ramayana - Ciranjang - Padalarang - Bandung. Sekitar 2 jam kami bertarung dengan truk-truk besar di jalan raya Ciranjang hingga jalan Gunung Masigit. Pukul 21.50 kami tiba di kosan di Jalan Nursaid 10 Bandung. Alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat. Semua teman-teman masih berkumpul dengan candaan dan cerita-ceritanya. Hingga semua lelah dan masuk ke kamar masing-masing. Sampai jumpa di perjalanan si Janu lainnya!! Salam Lestari.
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Keluarga Alfian yang menyambut dengan luar biasa
- Teman seperjalanan (Madhot, Hasbi, Tya, Andi, Willy, Atep, Alfian, Angga dan Fredy)
- Orang tua yang selalu mendoakan di rumah
- Terimakasih kepada teluk Pelabuhan Ratu dan Pesona Sawarna yang menyambutku dengan istimewa
Catatan :
- Pelabuhan Ratu via Cikidang diharapkan kondisi motor fit banyak tanjakan curam, jalan relatif baik kadang-kadang berlubang.
- Pelabuhan Ratu - Sawarna jalan relatif baik kadang berlubang.
- Jalan masuk Sawarna di harapkan motor kondisi fit, jalanan jelek berbatu rusak. Mudah-mudahan pemda Banten memperbaiki, sebab di sana potensi wisata sangat besar.
- Biaya masuk Sawarna Rp. 3000
- Biaya masuk Cipanas, Cisolok Rp. 4000 @orang
- Biaya masuk wisata lainnya gratis, sebab bukan musim liburan.





Saturday, 2 March 2013










Ajib2. Mantep Bang bolangnya :D
ReplyDeleteterima kasih bang, makasih juga udah sudi membaca catatan perjalanan saya
Deletekeren bgd bang, tapi kayanya kurang lengkap deh kalo ke Sukabumi ngga mampir di pasar monyet dulu.
ReplyDeleteSalam Damai...
waduh itu tempat apa ya?? haha saya kurang tau tuh tempatnya :D
DeleteMantap Gan... klo bsa jalan" ngelilingin seluruh daerah jabar gan, trus posting pic nya di sne, biar qta" bsa ngbayangin moment" d sana
ReplyDeleteoke gan, selalu ada pic mah kalo dicatatan saya :D
Delete