Berikut ini adalah 10 benda wajib yang dibawa oleh seorang pendaki. Artikel ini diambil dari buku "Mountain Climbing for Everybody" karya Harley B. Sastha. Dengan sedikit modifikasi dan tambahan dari saya semoga dapat memberikan sebuah pengetahuan bagi rekan-rekan yang ingin melakukan petualangan di gunung.
Dalam setiap pendakian gunung, bawalah barang secukupnya. Pendaki disarankan membawa beban sepertiga dari bobot berat badan mereka sekitar 15-20 kilogram. Berikut 10 benda wajib bagi pendaki gunung :
1. Sepatu Boots
Sepatu berbahan kulit atau kain kanvas sangat dianjurkan dalam mendaki gunung. Apalagi bila anti-air. Yang pasti, carilah sepatu berkulit tebal agar tak mudah robek dalam perjalanan. Sebab, dapat melindungi jari kaki jika tersandung. Selain itu, pilihlah alas kaki dengan sol yang mampu mencengkeram permukaan tanah agar tidak mudah terpeleset. Lubang ventilasi pada sepatu juga bagus untuk pendakian.
- Tambahan dari Janu :
Akhir-akhir ini banyak keluar model sepatu untuk pendakian gunung, dari model sepatu yang tingginya se-mata kaki dan boots yang jelas tingginya lebih dari mata kaki. Untuk sepatu yang tingginya se-mata kaki saya rasa kurang bagus untuk medan gunung seperti di Indonesia. Model sepatu tersebut lebih cocok untuk olahraga rock climbing *menurut saya*.
Saya lebih suka sepatu dengan model boots sebab tingginya menutupi mata kaki. Jelas ini lebih aman ketika kaki kita tersandung akar atau terpeleset di bebatuan. Pilihlah sepatu yang bahan dalamnya tebal sehingga nyaman untuk digunakan. Pilih juga sepatu yang sedikit ringan sehingga tidak membuang banyak tenaga saat digunakan. Untuk ukuran sepatu, sesuaikan dengan ukuran kaki masing-masing. Jangan terlalu besar atau terlalu sempit. Jika terlalu besar akan menyakitkan saat digunakan turun gunung, sebab kaki didalam sepatu menahan ke ujung sepatu. Jika terlalu sempit membuat jari kaki terjepit dengan ujung sepatu.
![]() |
| Beberapa sepatu yang saya pakai dalam mendaki gunung |
Kaos kaki sangat diperlukan untuk menghindari lecet. Gunakanlah dua pasang kaos kaki dalam tiap perjalanan. Pertama, pakai kaos kaki wool yang menghangatkan telapak kaki, kemudian kaos kaki sintetis yang menyerap keringat.
Dalam setiap pendakian gunung, saya minimal membawa 3 pasang kaos kaki. Satu pasang pertama digunakan saat kita mulai pendakian. Kemudian selebihnya bisa digunakan saat istirahat tidur di tenda. Hal tersebut berfungsi sebagai penghangat telapak kaki saat kita tertidur. Biasanya saya membawa kaos kaki sepak bola, sebab model kaos kaki tersebut panjang hingga bagian betis kaki.
![]() |
| Kaos kaki sepak bola |
3. Celana
Untuk pendakian, ada baiknya menggunakan celana berbahan ringan, seperti terbuat dari katun tipis yang mampu menyerap keringat. Selain mudah kering, celana ini tidak menambah berat meski dalam keadaan basah. Bawa juga celana wind and water proof, sangat berguna ketika hujan.
- Tambahan Janu :
Saya sering memakai celana dengan bahan ribstop. Menurut saya bahan tersebut ringan dan mudah kering ketika basah. Harganya juga terjangkau. Kemudian saya juga membawa celana cadangan berbentuk training yang digunakan saat tidur di dalam tenda. Pastikan bagi pendaki membawa lebih celana jika sewaktu-waktu keadaan cuaca hujan.
Biasanya saya membawa 3 celana. Satu digunakan pada saat mendaki, satu digunakan untuk istirahat, dan satunya lagi saya pakai pada saat perjalanan pulang dari gunung.
![]() |
| Celana yang saya pakai setiap mendaki |
Selain celana, baju berbahan katun juga nyaman dipakai dan menyerap keringat. Sediakan juga baju berbahan wool serta kemeja flanel lengan panjang. Pakaian ini mampu menghangatkan badan.
- Tambahan dari Janu :
Dalam setiap pendakian, saya membawa beberapa kaos dan beberapa baju kemeja pdl berlengan panjang. Bawalah baju secukupnya, sesuaikan dengan jarak tempuh dan lama waktu di gunung. Pakailah kemeja berlengan panjang saat mulai mendaki, hal tersebut dapat melindungi lengan kita dari tumbuhan berduri dan binatang seperti lintah atau pacet.
5. Jaket
Benda ini yang tak boleh ketinggalan. Sebaiknya bawa jaket yang ringan, tapi kuat serta hangat. Bila tak ada, bawalah sweater wool. Wind and waterproof jacket juga wajib diboyong kala mendaki gunung.
- Tanbahan dari Janu :
Bawa jaket yang memang diciptakan untuk kegiatan outdoor. Jaket adalah barang yang sangat penting dalam setiap pendakian gunung. Belilah jaket yang memiliki fungsi-fungsi seperti waterproof (tahan air), Windproof (tahan angin), serta bahan dalam polar. Hal tersebut dapat melindungi kita dalam kondisi dingin di gunung.
![]() |
| Jaket yang saya pakai |
6. Topi Dan Sarung Tangan
Selain untuk menghangatkan, dua benda ini dapat melindungi kulit dari cedera akibat duri, ranting, atau bebatuan tajam. Topi, seperti topi rimba, pun mampu menutup kepala dari panas serta hujan.
- Tambahan dari Janu :
Saya dalam setiap mendaki membawa beberapa pasang sarung tangan. Sepasang untuk dipakai saat mendaki dan selebihnya dipakai untuk menghangatkan telapak tangan saat tidur di tenda. Untuk penutup kepala, bawalah topi dan kupluk. Kupluk digunakan saat istirahat di tenda sebagai penahan dingin bagian kepala dan telinga.
7. Lampu Senter Dan Pisau
Pada saat membawa lampu senter, jangan lupa menyiapkan baterai cadangan. Selain itu, dianjurkan membawa berbagai jenis pisau: pisau saku serba guna, pisau golok, dan pisau pinggang.
- Tambahan dari Janu :
Bawalah senter dengan jenis headlamp agar memudahkan dalam setiap manuver pendakian seperti memegang ranting dan akar-akar pohon.
Untuk pisau, beberapa Taman Nasional memang tidak diperbolehkan, akan tetapi bawalah pisau lipat yang berguna untuk mengolah makanan. Jika golok bawalah pada gunung-gunung yang jalur pendakiannya sudah tertutup oleh pepohonan atau ranting.
Untuk kegiatan istirahat, bawalah satu pasang pakaian khusus, termasuk kaos kaki. Kantung kasur (sleeping bag) dan matras juga perlu dibawa sebagai alas tidur. Perkakas ini diperlukan agar para pendaki dapat beristirahat dalam kondisi bersih hingga tak mudah terjangkit penyakit.
- Tambahan dari Janu :
Untuk perlengkapan tidur ini sangat penting sekali. Bawalah dalam sebuah plastik bersih dan taruh dibagian paling bawah ransel. Hal ini bertujuan agar perlengkapan tidur ini tidak lembab dan basah.
Korek api, spiritus, parafin, panci, sendok, cangkir, piring, serta alat masak lapangan adalah benda wajib diboyong kala mendaki. Begitu juga dengan 1 - 2 liter air bersih. Namun Anda tidak harus membawa benda ini dalam backpack sendiri. Melainkan dapat membaginya dengan teman seperjalanan.
- Tambahan dari Janu :
Saya biasa membawa nesting dan kompor gas kecil dalam setiap mendaki gunung. Untuk permasalahan air biasanya dalam setiap kelompok ada 1 derigen dan dibawa secara bergantian. Setiap pribadi hanya membawa 2 liter air saja di dalam ranselnya.
![]() |
| Kompor dan Gas |
![]() |
| Nesting |
10. Alat Navigasi Dan Obat - Obatan
Anda tak harus membawa segala obat-obatan. Cukup obat umum, seperti perban, obat merah, atau plester, obat batuk dan diare, serta obat - obatan pribadi.
- Tambahan dari Janu :
Alat navigasi berupa kompas dan peta atau bahkan jika punya dana yang berlebih bisa membeli gps. Peta gunung-gunung di Indonesia bisa didapat di Bakosurtanal.
Itulah benda-benda wajib bagi pendaki menurut buku "Mountain Climbing for Everybody" karya Harley B. Sastha dengan beberapa tambahan sedikit dari pengalaman-pengalaman saya. Semoga dapat memberikan sedikit masukan bagi rekan-rekan yang berniat berpetualang di gunung. Terima Kasih. Salam Lestari !!!!
Itulah benda-benda wajib bagi pendaki menurut buku "Mountain Climbing for Everybody" karya Harley B. Sastha dengan beberapa tambahan sedikit dari pengalaman-pengalaman saya. Semoga dapat memberikan sedikit masukan bagi rekan-rekan yang berniat berpetualang di gunung. Terima Kasih. Salam Lestari !!!!





Thursday, 17 October 2013







artikel yang sangat bermanfaat, sukses selalu..
ReplyDeleteTerima kasih. sukses juga buat anda..
DeleteBoleh minta CP nya bang.? PIN BB boleh. .
Deleterossy rurryana, brapa pin bbm u?
Deletebagus artikelnya sobat...semoga tambah sukses lagi kedepannya..
ReplyDeleteterima kasih sobat :)
Deletenice blog ...thx for sharing ...
ReplyDeletewelcome to mine too ...need support here just click like in unauto's FB to support ....
thanks
terima kasih juga sudah berkunjung..
DeleteBermanfaat banget Mas. Menambah pengetahuan saya, siapa tahu suatu saat berguna ketika berkemah atau bepergian
ReplyDeleteterima aksih juga mas, mudah2an bermanfaat infonya.
Deletesaya suka banget dengan info" yang ada Di postingan Ini.
ReplyDeleteSalam Jabat Tangan Persaudaraan Dari Kami.
blog ini lg blogwalking... jika berkenan berkunjung ya..makacih
OBAT PELANGSING BADAN HERBAL - Toko Jual Obat Pelangsing Badan Untuk Pria Dan Wanita, obat pelangsing Dalam Bentuk Kapsul Dan obat pelangsing Bentuk cream.
terima kasih sudah berkunjung. salam juga. sukses untuk anda
Deletewah mas kapan2 ajak aku donk naik gunung :)
ReplyDeleteoke ayo siap. tinggal ikut aja :)
Deletemantaapp nih , artikelnya gan , thx for share
ReplyDeletesama sama gan :)
DeleteYang saya kecewa sama bang Janu adalah..: KALAU JALAN2 GA PERNAH NGAJAK SAYAAAAAAAAAAAAAA...hahahahyyyy
ReplyDeletehaha ke bandung aja bang Icah nanti saya ajak naik gunung, haha
DeleteWah... jadi pengen nei...
ReplyDeletenext tgl 19 febuari 2015 gunung pulo sarii banten
Deletekeren bang blognyaaa. thanks cerita-ceritanya. Salam Indonesia!!! :))
ReplyDeleteMas. Minta rekomendasi boot yg water resist dan handal donk. Thx info nya mas.
ReplyDeletesangat bermanfaat, minggu ini pertama kalinya saya akan naik gunung, dan kebetulan nemu blog bagus sperti ini, terimakasihh,
ReplyDeletesalaaaammmm :)
yomannn
Deletesipp benar sekali....
ReplyDelete