Januar Arifin

Pendakian Gunung Cikuray 2818 Mdpl Bersama MALAFIKA

Posted by Januar arifin on Tuesday, 8 October 2013

Berawal dari sebuah obrolan singkat dengan Dede Jadoel waktu saya pulang ke Pondok Aren tentang Gunung Cikuray, akhirnya tercetuslah ide untuk mendakinya. Kali ini Dede mengajak rombongan MALAFIKA (Mahasiswa Pecinta Alam Fisika) dari UIN Jakarta. Saya yang notabene pernah ke Gunung Cikuray dijadikan sebagai leader dalam pendakian. 

Simak kisah lengkapnya berikut ini :

Si Janu (paling kiri) foto bersama

Jumat, 27 September 2013

Pukul 15.00 saya mulai mempersiapkan peralatan pendakian dan berbelanja logistik. Seperti biasa saya berangkat dari Bandung, sementara rombongan Malafika berangkat dari Jakarta. Mendengar kabar bahwa rombongan Jakarta mulai berangkat pukul 18.00 saya pun berangkat pada pukul 20.30. Saya berangkat menuju Terminal Leuwipanjang kemudian naik angkutan carry jurusan Garut. 

Mobil berjalan meninggalkan Kota Bandung pukul 21.00 hingga tiba di Bunderan Tarogong Garut yang merupakan titik poin pertemuan dengan rombongan Jakarta pada pukul 23.30. Sekitar 15 menit rombongan Jakarta pun tiba di Bunderan Tarogong. Awalnya rombongan Malafika berjumlah 8 orang, namun di bus bertemu 3 orang lain yang ternyata berasal dari Bintaro (masih satu kawasan dengan rumah kami). Jadi total kami semua berjumlah 12 orang. 

Sabtu, 28 September 2013

Pukul 00.15 setelah semuanya santai dan mengisi perut di warung, saya mulai menghubungi Pak Ikin pemilik mobil pick-up yang biasa saya pakai jasanya setiap ke Garut. Kali ini Pak Ikin tidak bisa mengantar kami sebab banyak yang menggunakan jasanya menuju Gunung Papandayan. Sebagai penggantinya beliau menyuruh kawannya untuk mengantarkan kami. 

Mobil Pick-up datang kami langsung naik bersiap menuju Pemancar Gunung Cikuray. Pukul 00.45 mobil sudah berjalan menembus keheningan malam Kota Garut. Selama 40 menit belaian angin dingin menyapu wajah kami. Akhirnya mobil berbelok memasuki jalan berbatu menuju Perkebunan Teh Dayeuh Manggung. Tiba di Pos perkebunan teh kami dimintai data-data dan membayar biaya masuk. Kami lanjutkan perjalanan menembus perkebunan teh dengan jalan yang berbatu. Beberapa kali bertemu pendaki yang berjalan kaki. Jalan kaki menuju Pemancar membutuhkan waktu -/+ 4 jam dari pinggir jalan raya Cilawu (pengalaman pribadi).
Saya biasa menuju Pemancar melalui Desa Patrol. Belum pernah sama sekali melalui pintu penjagaan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung. Beberapa waktu kebelakang jika melewati Desa Patrol tidak ada pungutan biasa sama sekali. 
Pukul 01.30 kami tiba di Pemancar Gunung Cikuray. Kami langsung membongkar barang bawaan untuk dipacking ulang. Pukul 03.00 setelah melapor pada petugas yang berjaga, kami mulai berkumpul untuk berdoa bersiap untuk melangkahkan kaki menembus heningnya malam Gunung Cikuray.

Langkah pertama trek langsung menanjak melewati perkebunan teh. Tiba diujung bukit perkebunan teh kami semua beristirahat mengambil nafas, sebab sebagian dari kami kaget langsung disuguhkan trek menanjak. Inilah Gunung Cikuray, menanjak mulai dari awal pertama melangkahkan kaki. Kami terus berjalan dan sesekali berhenti untuk sekedar menghela nafas yang mulai berat. Pukul 04.30 kami tiba di Pos 1 dan beristirahat sejenak sekalian solat subuh dulu.

Kami meneruskan perjalanan, trek semakin menantang saja. Trek memiliki kemiringan yang cukup terjal dengan tanah yang berdebu dan akar-akar pohon sebagai pegangan saat menanjak. Sang surya mulai memendarkan cahayanya, kami masih berjalan terus mengikuti jalan setapak. Pos 2 tercapai, kami beristirahat 10 menit disana. 

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Kami terus berjuang langkah demi langkah dan sesekali berhenti untuk minum dan meluruskan kaki yang sudah mulai melemah. Pos 3 terlewati kami beristirahat sejenak. Kemudian lanjut berjalan hingga Pos 4 dan berhenti agak lama disana untuk sarapan roti sebagai pemulih tenaga yang sudah habis.

Pukul 08.00 kami lanjutkan pendakian. Sebagian dari anggota pendakian ini mulai terlihat kelelahan dan kram pada kaki mereka. Langkah kaki kami mulai melambat, namun semangat tetap terjaga. Beberapa dari kami mulai menukar-nukar keril untuk saling membantu demi kelancaran dalam pendakian ini.
"Langkah boleh melambat, namun semangat tetap harus yang terhebat"
Pukul 09.00 Pos 5 kami lewati dengan mulus. Kami lanjut berjalan hingga akhirnya tiba di Puncak Bayangan. Di Puncak Bayangan kami berhenti agak lama. Kami berbincang-bicang sambil menikmati cemilan-cemilan yang kami bawa. Pukul 10.00 kami lanjut berjalan menuju Puncak Gunung Cikuray. Trek semakin terjal menuju puncak, kami lewati dengan penuh tekad. Akhirnya, pada pukul 11.00 kami tiba di Puncak Gunung Cikuray 2818 Mdpl. Alhamdulillah.

Kami semua mendirikan tenda tepat di bawah sebelum puncak persis (tempat biasa saya mendirikan tenda). Siang ini panas terasa begitu menyengat sekali. Kami berteduh dibawah pohon-pohon kecil. Kami mulai mengeluarkan alat masak untuk mengolah makanan sebagai pengisi perut yang sudah lapar sejak pagi tadi. Setelah semua masakan jadi, kami semua makan siang bersama.

Perut sudah terisi muncullah rasa kantuk. Sebagian dari kami ada yang terlelap tidur dan ada juga yang berbincang-bincang hingga sore hari. Pukul 17.30 kami mulai memasuki tenda masing-masing. Hari berubah menjadi gelap, dingin mulai menusuk hingga ke tulang. Malam hari saya kembali keluar tenda untuk memasak air dan menyeduh segelas kopi sebagai penghangat tubuh. Beberapa dari teman-teman bangun dan bergabung untuk menikmati hangatnya kopi. Malam itu langit begitu cerah sekali, taburan bintang yang berkilauan. Bulan malam itu melengkung dengan indahnya. 

Pukul 22.00 kami semua masuk ke dalam tenda dan terlelap berselimut dinginnya Puncak Gunung Cikuray. Malam itu saya tidak membawa sleeping bag tidur dengan berselimutkan trash bag dan kaki yang masuk ke dalam keril. Saya lupa kalau sleeping bag saya sedang dibawa seorang teman. Dengan sedikit menggigil saya paksakan mata ini terpejam untuk memulihkan tenaga yang habis selama pendakian kemarin. 

Minggu, 29 September 2013

Pukul 03.00 saya terbangun dari tidur yang kurang nyenyak akibat menahan rasa dingin semalaman. Saya keluar tenda dan memasak air hangat untuk menyeduh kopi. Sebagian teman-teman ikut bangun dan keluar tenda. Hingga hampir muncul sang fajar kami habiskan waktu untuk mengobrol-ngobrol santai.

Pukul 05.30 kami semua naik menuju Puncak Gunung Cikuray. Disana sudah banyak pendaki yang menunggu matahari terbit. Ramai sekali keadaan puncak hari ini. Berbeda dengan beberapa tahun kebelakang, gunung Cikuray bukanlah gunung yang favorit bagi para pendaki sehingga jarang sekali ada yang mendaki disana. Namun, sekarang hampir setiap akhir pekan dipenuhi oleh pendaki.

Sunrise dari Puncak Gunung Cikuray adalah salah satu sunrise yang indah menurut saya. Pancaran sinar kemerahan muncul dibalik lautan awan yang bergelombang. Sinar mentari mulai naik secara perlahan menghangati siapa saja yang memandangnya. Sungguh sempurna ciptaan-Nya. Subhanallah.

Sunrise dari Puncak Gunung Cikuray
Pemandangan pagi hari
Di Puncak saya bertemu teman lama yang setahun lalu juga sama-sama berjuang mendaki gunung Cikuray yaitu Kang Rival dari UIN Bandung. Saya sedikit berbincang dan berfoto dengannya. Saya kaget luar biasa melihat coretan di tembok bangunan di Puncak Cikuray. Padahal bangunan tersebut belumlah lama dicat, namun sekarang sudah dicoret-coret lagi. Ternyata masih banyak pendaki labil yang membawa cat semprot "pillox" dalam mendaki gunung.

Pukul 07.30 kami sudah puas melihat pemandangan alam yang tersaji didepan kami. Kami kembali menuju tenda dan mulai memasak untuk makan pagi. Sebagian dari kami ada yang beres-beres peralatan dan packing. Menu pagi hari ini adalah mie instan, sarden, kentang goreng, dll.

Setelah puas makan kami semua santai sejenak sambil berbincang-bincang. Matahari bersinar terik sekali padahal masih terhitung pagi. Pukul 09.15 akhirnya kami turun meninggalkan Puncak Gunung Cikuray. Sebelum melangkah turun kami semua berdoa kepada Tuhan agar langkah kami selalu dilindungi. Kami turun dengan sedikit cepat, namun kami tetap fokus. Setengah jam turun kami berhenti di Puncak Bayangan. Disana kami istirahat sejenak.

Setelah beristirahat, kami melanjutkan kembali perjalanan turun. Kami turun dengan langkah cepat sesekali berlari. Saya bawa rombongan untuk berlari dan beristirahat di setiap pos-pos saja. Pos 5, 4, dan 3 terlewati dengan pasti.

Siap lari??
Di Pos 1

Di Pos 3 kami beristirahat cukup lama. Terlihat beberapa pendaki lain sedang beristirahat juga. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan lagi. Turun dengan langkah cepat hingga akhirnya kami beristirahat di Pos 1. Perjalanan turun dari Pos 1 langkah sedikit melambat sambil menikmati detik-detik terakhir meninggalkan Gunung Cikuray.

Pemancar sudah terlihat
Di perkebunan teh
Nampak puncak Gunung Cikuray tertutup kabut
Si Janu
Foto Keluarga
Pukul 12.15 akhirnya sampai di Pemancar juga. Alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat. Kami langsung menuju pos pemeriksaan untuk melapor dan membuang sampah yang kami bawa dari atas. Karena di Pemancar saat itu ramai sekali, saya memutuskan untuk mencari mobil pick-up agar dapat langsung turun menuju terminal. Sebab jika berlama-lama disana bisa jadi kami rebutan angkutan pick-up dengan pendaki lain untuk turun.

Pukul 12.30 kami langsung menaiki pick-up untuk menuju Terminal Guntur Garut. Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di Terminal Guntur. Kami langsung menuju wc umum untuk mandi secara bergantian. Rombongan Jakarta meninggalkan Garut pada pukul 15.30, sementara saya sekitar 15 menit kemudian juga meninggalkan Garut dengan menggunakan bus 3/4 jurusan Bandung.

Pukul 17.20 saya tiba di Terminal Leuwipanjang Bandung. Saya langsung menaiki angkot menuju kosan dan tercatat pukul 17.50 saya sudah tiba di kosan dengan selamat. Alhamdulillah. Terima kasih. Sampai jumpa di pendakian si Janu lainnya. Salam Lestari !!!!

Thanks to :
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan KOMPADS ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Madhot (Yang rela antar-jemput ke terminal)
- Gunung Cikuray ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan :
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi
- See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/04/pendakian-gunung-cikuray-2818mdpl-lagi.html#sthash.9OazMDbw.dpuf
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan KOMPADS ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Madhot (Yang rela antar-jemput ke terminal)
- Gunung Cikuray ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan :
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi
- See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/04/pendakian-gunung-cikuray-2818mdpl-lagi.html#sthash.9OazMDbw.dpuf
Thanks to :
- Allah S.W.T
- Rombongan KOMPADS ( Kalian Luar Biasa)
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Madhot (Yang rela antar-jemput ke terminal)
- Gunung Cikuray ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan :
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi
- See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/04/pendakian-gunung-cikuray-2818mdpl-lagi.html#sthash.9OazMDbw.dpuf
- Allah S.W.T
- Rombongan Malafika dan 3 kawan dari Bintaro
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Gunung Cikuray ( Yang telah menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan :
- Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau minta di pemancar
- Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru
- Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya
- Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana
- Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi (bangunan di puncak sudah ada yang mencoret-coret lagi!!!) .

Biaya :
- Angkot, Kb. Kalapa - Term. Leuwipanjang = Rp. 3000
- Angkutan Carry, Bandung - Garut = Rp. 30.000
- Sewa Pick-up, Garut - Pemancar = Rp. 40.000/orang
- Bus 3/4, Garut - Bandung = Rp. 25.000

Tambahkan Komentar

41 comments:

  1. Subahanallah...Dahsyat bro....pemandangan gunungnya indah banget....
    Pasti perjalanan dan pendakian yg sangat berkesan banget nie sob...
    mani edun pisan pamandanganna teh... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob memang keren pisan lah cikuray, tapi udah banyak tangan2 manusia yang merusaknya..

      Delete
  2. Selamat malam teman.. Salam advanture...
    Teringat Tahun 80/90 an.. Waktu badan masih sehat dulu
    Ha ha ha. Semoga sukses dan hati2 ya di saat pendakian

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mantan pendaki juga ya rupanya :) . .iya terima kasih sukses juga buat anda

      Delete
  3. wah...seronok ya jadi seperti kamu ..teroka alam saja...

    ReplyDelete
  4. Memang enak juga ya punya hobi mendaki. Apalagi bareng-bareng sama temen. Tapi butuh fisik yang bagus juga ya Mas ? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bener mas jadi banyak temen. kalo menurut saya fisik nomor sekian, yg terpenting adalah niat dan mental yang kuat..

      Delete
    2. O gitu ya Mas. Yang saya pikirkan bersama teman-teman malah masalah uang atau biayanya. Biasanya Mas Janu berpetualang seperti ini satu bulan sampek berapa kali Mas ?

      Delete
    3. tergantung ajakan dan tergantung juga kalo ada yg minta anter mas. saya biasanya kalo naik sebulan dua kali malah bulan ini tiap minggu jalan. kebetulan ada yg minta anter

      Delete
  5. wah jadi pengen naik lagi nih.. memang kalo sudah mencapai puncak rasanya puas sekali, terbayar sudah kelelahan selama perjalanan mencapai puncak dan bisa menikmati indahnya ciptaan Alloh.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sekali mas bram :) bisa meliat ciptaan Allah yang luar biasa..

      Delete
  6. Indah nya pesona alama indonesia. Jangan dulu keluar negri. Di Indonesia pun tak kalah indah dengan negara luar. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya gak pernah "berniat" ke luar negeri sedikit pun sebelum semua tanah di nusantara ini belum saya jelajahi sob.

      Delete
  7. pengen ikutan mas janu,hehe

    ReplyDelete
  8. Banyak berjalan banyak yang didapat. Banyak mendaki banyak yang dilihat. Pepatah ini sesuai banget dengan perjalanan mas dalam mendaki gunung. Banyak melihat pemandangan alam gunung yang indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget pepatahnya uda. di gunung kita bisa banyak melihat, terutama melihat diri kita sendiri, siapa sebenernya kita "mencari jati diri"

      Delete
  9. Saya lumayan banyak baca ulasan Kang Janu, trekking gunung Cikuray naik perlu 8 jam dan turun +/- 3 jam running. Kebanyakan pendakiannya startingnya dilakukan dari Subuh menuju malam. Jarang dilakukan mulai dari Pagi s/d Sore.
    Pokoknya bravo untuk Kang Janu atas selalu minatnya Cinta akan Nusantara

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kawan atas supportnya. sukses juga buat anda.

      Delete
  10. Gan, pick-up dari terminal guntur langsung ke pemancar banyak ga? Minta nomer contact yang bisa anter dari terminal guntur ke pemancar dong gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada gan tapi khusus malem jalannya. sebab kalo siang mereka ga boleh jalan, waktu jatahnya angkot gan.

      Delete
    2. Kalo ane baca2 di mbah google katanya tukang ojek dipeertigaan mau ke pemancar rese, bisa tah gan kalo carter angkot langsung ke pemancarnya?

      Delete
    3. gak kok biasa aja asal kitanya juga sopan. dari terminal guntur naik ngkot turun di daerah patrol cilawu. naik ojek disana. baik2 kok. biaya antara 30-40 rb sampai pemancar. kalo angkot susah gan mentok jalannya rusak yg ada malah diturunin di jalan. kalo minta nomer pick-up via pm aja gan di fb atau twitter ane. soalnya bahaya menyebarkan nomer takut disalah gunakan orang lain :)

      Delete
  11. wah orang pd aren, saya juga orang situ gan.

    pengen banget ke sini, cuma sayang banget saya ga ada kawannya.

    bang minta Facebooknya dong, kali ada info2 nanjak ane bisa ikut... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. fb atau twitter ane ada gan di blog ini. tengok ke bawah sebelah kiri ada lambang facebook klik aja gan :)

      Delete
  12. Maaf mas boleh minta kontaknya Pak Ikin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba mas ada twitter atau fb. nanti saya PM nomernya. soalnya gak enak nyebar nomer di dunia maya, takut ada penyalahgunaan :)

      Delete
    2. mas nama twitternya apa mas kalau boleh tau :)
      untuk menanyakan info hehe

      Delete
  13. Malem ini ane berangkat 2 orang ke garut, rencana mau ke cikuray trus lanjut ke papandayan,, ada yang berangkat juga kah minggu ini?

    ReplyDelete
  14. Ane rencana mau berangkat selasa mas dari bogor..bisa minta tolong minta nomor orang yg bawa pick up mas
    terima kasih mas

    ReplyDelete
  15. InsyaAllah mas saya beserta rombongan akan menaklukan Gn.Cikurai, doakan kami :D

    ReplyDelete
  16. Ane besok mau berangkat mas...
    Doa'akan Kami..

    ReplyDelete
  17. bang minta contak nya... ada keinginan kuat mau ke puncak cikuray... untuk tangggalny saya masih mencari mmungkin liburan akhir smester...

    ReplyDelete
  18. bang ada nomer hp pak Ikin gaa ?

    ReplyDelete
  19. Saya insya alloh mau naik ke cikuray bang tanggal 27 besok Qta dari bekasi, ada yg mau bareng kah...?

    ReplyDelete
  20. Saya dari dulu pengen banget naik ke cikuray pas lagi maen ketempat temen di garut. Gunung cikuray membentuk kerucut sempurna membuat saya sangat tertarik ingin mencapai puncaknya. Semoga suatu saat ada kesempatan....

    ReplyDelete