Januar Arifin

Pendakian Gunung Cikuray 2821 Mdpl "Edisi Hujan Es"

Posted by Januar arifin on Thursday, 5 March 2015

Gunung Cikuray dari googleearth

Salam jumpa kembali, pendakian kali ini kembali membawa saya menjelajah daerah Garut lagi. Berawal dari ajakan seorang teman yang meminta ditemani mendaki Gunung Cikuray. Teman saya yang bernama Mas Juan ini berasal dari Kota Cirebon dan janjian betemu di Kota Garut.

Berikut catatan selengkapnya :
Minggu, 15 Februari 2015 
Berangkat
Pagi menjelang siang hari pukul 10.00 dengan menaiki angkot, saya berangkat bersama seorang kawan bernama Nanang menuju pool bus Primajasa. Sekitar setengah jam, kami sampai di pool Primajasa dan langsung naik bus jurusan Garut. Perjalanan yang panjang dimulai dengan membelah kemacetan tol di Ibukota. Bus melaju dengan pasti hingga tiba di Kota Garut sekitar pukul 17.30.

Tiba di Terminal Guntur Garut, Mas Juan sudah menunggu kami. Kemudian kami mulai beres-beres dan belanja logistik yang masih kurang. Sore itu kami menunggu angkutan yang mengantarkan kami menuju Pos Pemancar, namun agak sedikit sulit sebab hari minggu merupakan hari pendaki turun dari gunung. Kalaupun ada kami harus mencarter dengan biaya yang sedikit mahal karena kami hanya bertiga. Hujan mulai turun, kami masih setia menunggu pendaki lain berharap ada yang bergabung bersama kami untuk meringankan biaya angkot.

Pukul 21.00, bosan kami menunggu akhirnya kami putuskan mencarter satu angkot untuk menuju Pos Pemancar. Perjalanan dari Terminal Guntur sampai Pos Pemancar memakan waktu kurang lebih satu jam. 

Pukul 22.30 kami tiba di Pos Pemancar. Hari ini banyak pendaki yang turun. Kami santai sejenak sambil mengobrol bersama salah seorang petugas ranger disana. Segelas kopi mencairkan suasana yang sedikit dingin malam itu. Kami diajak menuju pos pantau diatas kebun teh untuk beristirahat disana. Niat kami mulai mendaki sekitar pukul 02.00 dinihari, namun apa daya badan kami lemas dan mengantuk karena masing-masing belum tidur dari kemarin sehingga terlelap tidur di pos bersama ranger. 

Senin, 16 Februari 2015
Pukul 03.00 saya terbangun dan langsung beres-beres sekalian menambah persediaan air. Selepas adzan subuh, kami berpamitan kepada ranger dan memulai pendakian. Dengan dimulai doa kami melangkah dengan pasti. Tanah yang licin sehabis hujan kemarin membuat saya terjatuh beberapa kali. 

Kami berjalan perlahan dan terkadang berhenti untuk bernafas. Trek Gunung Cikuray memang mulai menanjak sejak awal melangkahkan kaki. Walaupun saya sering ke Gunung ini, tetap saja terasa berat diawal pendakian. Kami berjalan kemudian beristirahat di Pos 1. Matahari mulai muncul dari peraduannya. Terlihat dibalik pepohonan sinar berwarna oranye muncul.
Di jalur
Pendakian kami mulai kembali menuju pos 2. Sekitar pukul 07.00 kami tiba di Pos 2. Disana kami beristirahat lagi. Trek menuju pos 3 mulai semakin curam, setelah berjuang dengan perlahan kami tiba di pos 3. Disana ada beberapa pendaki yang mendirikan tenda. Disana kami membuka bekal makanan ringan sebagai pengganjal perut. 

Kami harus menjaga dan menggunakan tenaga dengan baik-baik sebab diatas pos 3 trek semakin terjal. Limabelas menit kami beristirahat, kami mulai berjalan kembali. Trek semakin terjal, saya dan Nanang mulai kelelahan sebab kami kurang tidur sedari kemarin. Kebiasaan buruk saya dan kawan-kawan adalah begadang sebelum mendaki. Sehingga lemas bercampur kantuk mulai mendera.
Mulai ngantuk dan mulai lapar
Namun, kami tetap berjalan perlahan. Kami menikmati sekali setiap jengkal tanah yang dipijak. Berjalan lambat namun pasti. Pos 4 terlewati, kami terus merangsek naik hingga akhirnya beristirahat di pos 5. 

Kemudian kami lanjutkan perjalanan, satu demi satu tanjakan kami lewati dengan langkah yang semakin gontai. Akhirnya kami tiba di Pos 6 atau Puncak Bayangan. Tercatat sekitar pukul 11.00. Disana kami beristirahat lama sekali sambil makan makanan ringan yang dibawa. Siang itu mendung menutupi puncak. Selepas waktu dzuhur kami lanjutkan menuju pos 7. Langkah makin lambat, malas rasanya untuk berjalan setelah beristirahat lama sekali. Pukul 13.30 kami akhirnya tiba di pos 7 yang tepat berada dibawah puncak Gunung Cikuray. 

Saya bergegas menuju puncak untuk melihat lapak yang kosong di daerah sana, namun saya turun kembali sebab keadaan diatas sudah sangat terbuka dan sepertinya akan turun hujan. Benar saja setelah tak lama tenda berdiri hujan deras turun mengguyur sekitar puncak. Petir bergemuruh diatas kepala terasa dekat dan suaranya menakutkan. 

Sore itu hujan membuat kami hanya berdiam diri didalam tenda. Pukul 16.00 hujan mulai reda kami mulai keluar untuk menikmati sejuknya suasana. Saat-saat weekday seperti ini Gunung Cikuray sangat sepi berbeda dengan weekend yang sulit sekali bahkan untuk mencari lapak dalam mendirikan tenda. 
Ngopi sehabis hujan
Hari mulai berganti malam, matahari mulai terbenam. Kami kembali masuk tenda dan terlelap di dingin malam. 
Selasa, 17 Februari 2015
Tengah malam pukul 02.00 saya terbangun dan bersiap menanak nasi. Malam itu keluar tenda dan melihat bintang bertaburan diatas kepala. Indah sekali malam itu, namun terkadang angin dingin datang menerpa tubuh.  

Pukul 04.00 sudah banyak pendaki yang berlalu-lalang menuju puncak. Mereka summit attack dari pos-pos dibawah. Pukul 05.30 kami akhirnya menuju puncak untuk menyaksikan matahari terbit, namun hingga pukul 07.30 tidak nampak matahari sedikit pun karena mendung menyelimuti kawasan puncak. 
Entah mengapa akhir-akhir ini di Puncak gunung Cikuray sulit sekali melihat sunrise yang indah. Mungkin karena para pendaki kebanyakan niatnya hanya melihat sunrise dan lautan awan bukan berniat belajar dan mencintai alam "mungkin". Hanya mau indahnya saja tanpa mau belajar dan berusaha menjaga alam menurut saya alam pun enggan untuk menampakan sisi indahnya.
Mendung tak ada sinar mentari
Pukul 07.30 kami kembali menuju tenda untuk sarapan pagi. Kali ini menu sarapan lumayan bergizi dengan sayuran. Kami selesai sarapan langsung bergegas beres-beres tenda dan packing barang bawaan. Pukul 10.00 kami sudah selesai packing. Saya dan Nanang kembali menuju puncak untuk mengumpulkan beberapa sampah yang sangat-sangat banyak disana.

Masak sayur sop
Luar biasa sekali dalam setahun terakhir Gunung Cikuray berubah wujud menjadi gunung yang banyak sekali sampahnya. Ini yang saya bilang bahwa yang mendaki disini hanya ingin melihat lautan awan saja tanpa mau belajar mencinta dan memelihara. Bahkan yang lebih parah lagi saya menemukan sampah botol minum-minuman keras lumayan banyak. Saya sempat terpaku sedih melihatnya, sebab sekitar tahun 2010 Gunung ini merupakan gunung terbersih yang pernah saya kunjungi. 

Sampah di Cikuray semakin parah
Apa yang mereka pikirkan?? Mendaki membawa minuman keras?? Pantas saja banyak korban akhir-akhir ini di gunung sebab alam marah oleh kelakuan pengunjungnya yang tak tahu aturan. Jika kalian ingin minum-minum pergi lah ke bar atau diskotik wahai kaum hedonis yang ke gunung. Jangan rusak tempat kami bermain!!!
Di beberapa sudut sampah menumpuk, kami mulai mengangkut sedikit demi sedikit hingga total sekitar 4 trashbag. Kami merasa tidak sanggup untuk membawa sumuanya sebab kami haya bertiga, mungkin lain kali akan saya bawa banyak rombongan untuk bersih-bersih di gunung ini.
Bersih-bersih di Puncak
Setelah semua sudah terkumpul, kami mulai turun dengan perlahan sambil memunguti sampah yang tercecer di jalur. Siang itu hujan kembali turun, yang lebih parahnya ini bukan hujan biasa melainkan hujan es. Sakit sekali terasa menepa wajah dan tengkuk kepala. 

Kami turun berlari hingga pos 6 dan disana sudah reda hujan es nya. Hujan deras tetap mengguyur kami turun sehingga membuat trek semakin licin dipijak. Kami terus berlari turun karena badan kami sudah basah kuyup dan berlumuran tanah. Trek berubah menjadi aliran air. 

Pukul 14.00 kami tiba di pos 3. Hujan masih mengguyur saat itu. Saya sejenak berhenti untuk menghela nafas. Dingin sekali terasa sebab badan sudah basah sekali. Kemudian kami lanjut lagi berjalan turun dengan tingkat kehati-hatian yang ekstra. Pukul 15.30 kami tiba di pos 1 yang merupakan batas hutan dan ladang. Di trek ladang inilah trek licin makin terasa. Kami berjalan perlahan agar tak terpleset. Tetap saja namanya jalur licin, beberapa dari kami terpleset.

Pukul 17.00 akhirnya kami tiba di Pos Pemancar, Alhamdulillah kami semua selamat tanpa kekurangan satu hal pun. Disana kami bergegas mendi dan mengganti pakaian kering sebab kami sudah merasa dingin sekali. 
Pemandangan dari pemancar sore itu
Hari itu cepat sekali menjadi gelap, saya bergabung dengan pendaki asal Jakarta agar lebih murah sewa pick-up. Hujan terus mengguyur hingga malam hari. Pukul 20.00 kami meninggalkan Pos Pemancar menuju Terminal Guntur. Pukul 21.12 kami tiba di Terminal Guntur. Malam itu saya langsung mengantarkan Mas Juan utnuk naik mobil angkutan menuju Cirebon. Sementara saya dan kawan dari Jakarta tetap di terminal. Sebab bus Primajasa akan ada lagi sekitar pukul 02.00 dini hari. Kami tidur dan beristirahat di Terminal menunggu pukul 02.00.

Rabu, 18 Februari 2015

Pukul 02.00 kami naik bus Primajasa jurusan Lebak Bulus. Bus berjalan dengan cepat sekali terkesan ugal-ugalan, membuat perut sedikit mual. Tapi saya abaikan karena saya merasa ngantuk sekali. Pukul 05.00 saya terbangun dan bus sudah sampai di Pasar Rebo. Cepat sekali hanya memakan waktu 3 jam kurang untuk sampai Jakarta. Pukul 05.30 saya sampai di Lebak Bulus dan lanjut dengan angkot sampai rumah. Tercatat pukul 08.00 saya sudah berada di rumah. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di rumah. 

Terima kasih sudah menyimak. Sampai Jumpa di Pendakian Si Janu Lainnya!! Salam Lestari!!

Thanks To :
- Allah S.W.T
- Nanang dan Mas Juan rekan seperjuangan
- Orang Tua ( Yang selalu mendoakan anak Mu ini)
- Gunung Cikuray ( Yang selalu menyambut Ku dengan sejuta pesona Mu).

Catatan : 
-  Di Gunung ini tidak ada sumber air. Usahakan isi di desa atau di pemancar,
-  Trek lumayan menguras tenaga jangan sepelekan, badan kondisikan fit,
-  Jalur sudah cukup jelas, ikuti jalur dan jangan membuat jalur baru,
-  Hutan Cikuray masih sangat rapat, jaga dan lestarikan alamnya,
-  Patuhi kearifan lokal yang berlaku disana,
-  Jangan membawa minum-minuman keras, hargai semua makhluk yang ada disana,
-  Jangan berbuat vandal. Jaga warna bangunan yang telah dicat, jangan dicorat-coret lagi,
- Jangan membuang air kencing di botol air mineral. Saya banyak menemukan botol berisi air kencing pendaki yang dibuang begitu saja di hutan. Kencing lah seperti biasa dan bawa turun botolnya!!!
-  SAMPAH bawa turun kembali !!!!

Foto-foto :

Bersama Mas Juan
Nanang perdana di Cikuray
Kopi penghangat tubuh
Sudah tak berbentuk, basah bercampur tanah
Jika kalian sudah pernah mendaki Cikuray sekitar 4-5 tahun yang lalu mungkin akan sedih melihat potret ini. Sangat berdeda jauh keadaan waktu itu. 
Bagi kalian yang berniat mendaki Gunung Cikuray, marilah kita jaga kelestariannya, jaga perilaku kita sebagai pendaki. Tidak perlu membawa minuman keras yang alasanya untuk penghangat, ke pantai saja kalau mau hangat. Jangan hanya belajar mencinta belajarlah juga memelihara. Bawa Trashbag lebih dan mari sama-sama secara perlahan kita kembalikan Gunung Cikuray yang asri seperti dahulu.

Januar Arifin

Tambahkan Komentar

25 comments:

  1. Perghhh sempoi la dpt g tmpat mcm ni...

    ReplyDelete
  2. Mantap bro...

    Salam lestari...

    ReplyDelete
  3. Wah mirim cara televisi Swasta "My Adventure"

    ReplyDelete
  4. Siap jaga gunung kita! jangan buang sampah sembarangan!

    ReplyDelete
  5. hello, dear Friend, behind the scenes of the everyday are hidden little wonders that await lucky finder.

    In this sense, I wish you a beautiful, Wednesday, your friend, Dieter

    ReplyDelete
  6. asik.. saya sudah lama sekali blm mendaki GUnung lagi Mas... jadi Kangen pengen naik lagi .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. berangkat lah kang eka kalo liburan biar kangen terobati.. haha

      Delete
  7. Mantap..thanks for sharing..pengen banget ke sini...

    Sekitar 2 minggu lalu saya juga sempat mendaki Gunung Lawu dan sama seperti yang mas Januar Arifin temukan, sampah menggunung di mana2. Padahal baru setahun lalu pos V Gunung Lawu merupakan tempat yang paling saya ingin kunjungi lagi...berbaring sambil melepas lelah di tanah lapangnya yang berumput hijau...sekarang...sudah penuh warung dan sampah..Warung mungkin tak masalah, tapi sampah...arrgghhh...
    Rencana ingin memulai gerakan bersih2 sampah dan mengajak para pendaki untuk membawa turun sampah...

    salam lestari (^_^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua gunung sekarang penuh sampah. yah mungkin sekarang bukan lagi rame oleh pendaki tapi rame oleh wisatawan..

      Delete
  8. duh nampaknya nikmat sekali, mendapat sedikit kehangatan di tempat yang dingin. (minum kopi di gunung saat setelah hujan)

    ReplyDelete
  9. Wah...luar biasa. Sobat nanti kalau mendaki gunung lagi titip cariin batu yah...hehehe. Tapi jangan lupa baca Basmalah ngambilnya biar berkah. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah maaf mas saya ga pernah mau ngambil apa-apa dari gunung kecuali hanya foto saja. .

      Delete
  10. Saya sudah follow blognya gan, follow blog ane juga ya http://typepedia.blogspot.com/2015/05/synthesis-development-indonesia-developer-property.html

    ReplyDelete
  11. boleh ikutan gak mendaki Gunung Cikuray, hehehe

    ReplyDelete