Januar Arifin

Papandayan, Cikuray Nasib-Mu Kini

Posted by Januar arifin on Wednesday, 6 May 2015

Papandayan dan Cikuray dari kejauhan (puncak Guntur)
Sudah sekian kalinya saya menulis tentang kerusakan alam terutama gunung yang terjadi secara drastis akhir-akhir ini oleh para pelaku wisata yang tidak bertanggung jawab. Dalam tulisan ini saya berniat untuk mengajak atau menyerukan kepada para pembaca Janu Jalan Jalan agar tetap menjaga kebersihan, kelestarian, dan kealamian gunung yang akan dituju.

Seperti tulisan-tulisan saya terdahulu yaitu : Gunung Bukan Tempat Sampah, Ada Apa dengan Pecinta Alam, Prinsip di Alam Bebas, dan Kalian Yang Mengaku Pecinta Alam, disini saya masih belum bosan untuk menulis tentang kerusakan oleh pendaki yang tak bertangung jawab. Dalam hal ini saya bukan sok bersih, sok peduli atau menggurui, disini saya hanya mengajak agar para pelaku wisata khususnya pendaki sadar akan kelestarian alamnya. Selain dengan tulisan, saya juga beberapa kali mengadakan operasi bersih walau hanya dalam lingkup kecil di gunung karena keterbatasan tenaga. 

Oke, saya langsung menggambarkan kerusakan di gunung yang sangat drastis perubahannya, yaitu Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray.

Gunung Papandayan
Gunung ini terletak di Garut, Jawa Barat. Keindahannya sangatlah luar biasa walau jarak pendakiannya tidak terlalu jauh. Mulai dari kawasan Kawah, Pondok Salada, dan Tegal Alun merupakan tempat yang indah untuk melakukan kegiatan pendakian.
Periode 2008-2011 gunung ini sangatlah indah untuk dikunjungi. Kawah yang mengepulkan asap, Pondok Salada yang penuh dengan pepohonan edelweis dan cantigi, serta Tegal Alun yang sunyi sepi bersih. 

Pondok Salada dari atas masih terlihat agak kecil, sekarang jika dilihat dari tempat yang sama akan terlihat meluas
Masih terlihat rimbun dan asri
Masih ada alang-alang dan rawa ber-air bersih. saat ini sudah keras dan ada kolam ber-air kotor mirip kolam lele
Pondok Salada masih lapang luas berumput belum ada warung, saat ini banyak warung berdiri disana
Hutan mati masih bersih, sekarang sudah banyak yg coret-coret batuan
Gambar diatas adalah foto-foto dulu sebelum gelombang pendaki datang secara besar-besaran. Namun sekarang, baru saja kita sampai di Camp David kita disuguhkan warung-warung yang menjamur disana. Itu masih mending dari pada warung yang berdiri di sepanjang jalur setelah kawah hingga Pondok Salada. Di Pondok Salada kini penuh dengan warung yang berdiri. Dahulu banyak tumbuh edelweis dan cantigi kini berdiri kayu-kayu yang berbentuk bangunan.

Hal yang menjadi ironi memang, disatu sisi warung tersebut membutuhkan penghasilan, disisi lain hutan menjadi tidak lagi alami sebab daerah resapan air tertahan oleh bangunan-bangunan diatasnya. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Perhutani dan lembaga yang berwenang disana.

Beralih ke perilaku pendakinya yang banyak sekali tidak bertanggung jawab. Banyak pendaki yang peduli dengan alam juga sebenarnya tetapi lebih banyak pendaki yang tak bertanggung jawabnya. Beberapa kali saya menemui kelompok-kelompok yang sengaja meninggalkan sampah disana. Setiap sudut tempat berkemah pasti mudah ditemukan sampah. 

Kemudian perilaku pendaki yang membakar api unggun dengan menebang pohon di sekitar Pondok Salada. Jika tak mau dingin lebih baik ke pantai bukan ke gunung, seperti itulah omelan saya saat menemukan pendaki yang seperti ini. Saya juga sering memergoki pendaki yang mencuci tangan, muka, atau peralatan pendakian dengan sabun (bahan kimia). Hal ini sangatlah merusak lingkungan dan tak pernah diajarkan oleh para penggiat alam jaman dahulu. 

Ada lagi perilaku yang aneh seperti teriak-teriak di gunung saling bersahutan. Ini jelas sangat mengganggu baik pendaki lain, hewan, dan makhluk lainnya. Bukankah kita di alam diajarkan untuk saling menghormati??. Beberapa waktu lalu juga ada bbm masuk yang mengejutkan bagi saya. Seseorang melaporkan ke saya bahwa dirinya menemukan kondom (alat kontrasepsi) disana. Luar biasa sekali gunung kini menjadi tempat maksiat.

Jika mau melihat keadaan dari waktu ke waktu keadaan Gunung Papandayan bisa liat saja postingan saya setiap mengunjungi gunung itu dari tahun-tahun kebelakang. 


Gunung Cikuray
Gunung Cikuray masih terletak di daerah Garut. Gunung yang akhir-akhir ini tenar dengan lautan awannya sehingga banyak yang datang berkunjung "cuma ingin melihat lautan awan".

Ya, Gunung ini juga sama dengan Papandayan, 5 tahun kebelakang gunung ini sangat bersih dan asri. Saya pernah berkata waktu tahun 2010 bahwa "Cikuray gunung terbersih yang pernah saya daki". Hal ini masih saya ingat di kepala sebab saya tersesat waktu itu, jadi segala perkataan dan perilaku saya masih ingat di memori saya.

Namun, saat ini semua berubah 180 derajat. Kini Cikuray menjadi gunung yang paling kotor. Setiap pos peristirahatan pasti terlihat sampah menumpuk. Saya pernah beberapa kali mengamati perilaku pendaki disana. Kebanyakan dari mereka hanyalah kumpulan anak muda yang ingin melihat sunrise dengan lautan awan lalu berfoto dan memamerkannya di social media. Bukan sekumpulan pemuda yang mendaki untuk belajar dan menjaga kelestarian alam. Jadi hal-hal seperti sampah mereka tidak memperhatikan, soalnya tujuannya mendaki saja sudah beda.

Februari 2015, kekesalan saya memuncak saat melihat Gunung Cikuray semakin suram saja. Sampah banyak sekali bertebaran disana. Beberapa spot yang dahulu rimbun pepohonan kini berubah menjadi datar gersang. Apalagi saya menemukan banyak sampah botol minuman keras. Ini perilaku yang sangat sayangkan terjadi di gunung. Bagi saya ini bukan perilaku pendaki sejati, ini hanya sekumpulan orang-orang hedon kota yang main ke gunung. 
Kondisi Puncak Cikuray
Cukup kesal saya melihat apa yang terjadi sekarang, tapi mau gimana lagi, saya hanya bisa menulis di sini dan melakukan operasi bersih dengan orang-orang yang jumlahnya sedikit dibanding orang yang merusaknya. 
Hanya hal-hal seperti ini yang bisa saya dan kawan-kawan lakukan
Itulah gambaran hutan kita sekarang. Semakin banyak yang mengaku pencinta alam tapi alam semakin rusak. Semakin banyak yang berkata salam lestari tapi lestari hanya di salam saja tidak pernah ada di alam. Dengan tulisan ini saya mengajak mari sama-sama kita jaga dan saling mengingatkan pada semua orang yang berniat wisata alam agar menjaga kelestariannya. 


Salam,
Januar Arifin

Tambahkan Komentar

35 comments:

  1. what a beautiful scenery...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello my friend.
      A good Sunday and a good new week.
      Teb.

      Delete
  2. Itulah Negera kita, masih banyak orang yang kurang sadar akan kelestarian alam, peran pemerintah pun begitu jauh dari kurang. Bahkan banyak penebang hutan liar berlindung di balik kekuasaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas bencana datang silih berganti karena kurang sadarnya kita sebagai manusia...

      Delete
  3. Gunung jadi kotor sudah bikin kita sedih, apalagi dijadikan tempat maksiat :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sedih melihatnya teh. saya aja bingung kaya gini bisa terjadi..

      Delete
  4. Sangat disayangkan masih banyak pendaki yg cma cari wah & numpang narsis tanpa mempedulikan kelestarian alamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya.. tepat sekali banyak yg cuma numpang narsis

      Delete
  5. Dulu gunung menjadi tempat menyepi yang nyaman dan bersih, sekarang pendakian saat weekend menjadi ramai. Sudah banyak warung2 di beberapa pos, para pedagang juga membuang sampai seenaknya, tempat2 yag dulu bersih sekarang berubah menjadi kotor banyak sampai plastik bungkus makanan ringan. DIsetia trek jalur pendakian pasti ada bungkus ekstra joss, hemaviton, botol aqua dll..Semoga pendaki Indonesia lebih sadar akan masalah ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk itu kita harus saling menyadarkan orang2 yang berbuat vandal di gunung mas..

      Delete
  6. Setuju dengan om janu...gunung bukanlah tempat sampah...mereka yang membuang sampah beranggapan bawa..toh nanti juga ada yang bersihin....mereka males karena tempat sampahnya jauh..mereka mungkin tidak bisa membaca kalau sudah ada peringatan dilarang membuang sampah...saya salut dengan usaha dan kinerja on janu...tetap semangat dengan petualangannya om....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba.. Tetep support ya semua yang kami lakukan untuk kelstarian alam ini :)

      Delete
    2. Friend congratulate the materials of this websit. hugs from Brazil

      http://novajerusalemdecristo.blogspot.com.br/

      Delete
  7. ya allah cantiknya ciptaan allah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seperti itulah kebesaran allah. tapi dirusak oleh tangan2 jahat..

      Delete
  8. sekarang orang yg naik gunung itu tangannya banyak yang usil itu kang, mudah2n kang janu mah tidak, amiin. hhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah saya mah ga usil kang ramli... hehe

      Delete
  9. hello, dear friend, in Germany today is Father's Day,
    if the sun of life goes down,
    the stars shine the memory,
    I wish you a nice Thursday

    ReplyDelete
    Replies
    1. hello, happy father's day my friend. thanks for visiting....

      Delete
  10. Ditempat saya gunungnya hampir separo rusak oleh karena Para Penambang Batu Bara..sedih juga saya liat masyarakat yang kena dampaknya Bang Janu,yang jelas yang dulunya ga bisa kena banjir sekarang mereka hampir tiap tahun langganan banjir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh kayanya dibelahan Indonesia mana pun sudah habis alamnya oleh kepentingan2 sesaat... :((

      Delete
  11. Hi, fara letak link blog ini di blog Fara :)

    ReplyDelete
  12. haiiii tq blogwalking blog una....hope to be friend :)

    ReplyDelete
  13. Gemes aku mas sama kelakuan orang-orang yang ngaku pecinta alam tapi buang sampah masih sembarangan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas baktiar, saya bukan gemes lagi udah jengkel. :(

      Delete
  14. iya sekarang banyak orang yg belom tau peraturan digunung malah maen naek ajah ...
    semoga ajah orang orang seperti itu dapet hukum alam ..

    ReplyDelete
  15. Ya, saya dukung go Green dan menjaga kelestarian lingkungan hidup !

    ReplyDelete