Salam jumpa kembali dengan saya para petualang sejati, kali ini saya akan membahas beberapa faktor penting dalam mendaki gunung. Akhir-akhir ini kita banyak dikejutkan oleh kejaadian-kejadian di gunung yang berujung maut, terakhir kita tahu berita datang dari Gunung Merapi dan Gunung Gede. Apa sih sebenarnya yang membuat mereka harus berhadapan dengan maut? Mari kita sama-sama sharing disini untuk sama-sama mengambil pelajaran sehingga tidak terjadi hal demikian untuk kedepannya.
Kita tahu dari jaman dahulu banyak sekali yang menyukai kegiatan mendaki gunung, namun dahulu kejadian yang berujung maut jarang sekali walau dikatakan peralatan jaman dahulu masih sangat minim dan tidak modern. Kenapa di era peralatan pendakian modern malah semakin banyak hal tersebut terjadi? Kita disini sepakat bahwa mendaki gunung bukan lah wisata, mendaki gunung bukanlah kegiatan yang asal-asalan jalan tanpa perencanaan yang matang.
Salah satu penyebabnya adalah dari dalam diri pendaki tersebut, yaitu meremehkan. Entah itu meremehkan peralatan, jalur pendakian atau kondisi badan dari pendaki tersebut. Seperti yang pernah saya tulis juga >> Disini <<
Setelah
berjalan seharian, malam hari badan harus diistirahatkan agar cukup
tersedia energi untuk pendakian berikutnya. Untuk itu seorang pendaki
gunung memerlukan tempat yang nyaman dan hangat. Sebuah tenda yang baik
diperlukan. Banyak kesalahan diperbuat pendaki pemula dengan meremehkan
peranan tenda. Tanpa tenda, seorang pendaki gunung tidak dapat
beristirahat dengan baik. Mungkin sepanjang malam dia tidak bisa
beristirahat karena tidur di tempat terbuka atau di bivak yang kurang
baik.
Udara gunung yang dingin membuat pendaki gunung harus mampu menjaga
panas badannya. Untuk itu sebuah kantung tidur (sleeping bag)
diperlukan. Sepanjang malam badan jadi hangat dan mampu untuk
menghadilkan energi untuk pandakian besoknya.
Di gunung tropis, tidak bisa diharapkan pemakaian kayu untuk memasak.
Karena itu, kompor harus masuk dalam perlengkapan yang harus dibawa.
Sekarang ini banyak jenis kompor yang ringan. Kompor pompa yang memakai
minyak tanah banyak dipakai untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia.
Seorang pendaki gunung memerlukan 3000 sampai 4000 kalori setiap hari
dalam melakukan kegiatannya. Ia harus mampu memperthitungkan ini. Udara
yang dingin menyebabkan seorang pendaki memerlukan kalori yang tinggi
utnuk menghasilkan energi yang diperlukan.
- See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/03/kematian-pendaki-gunung-berawal-dari.html#sthash.2onDz5aE.dpufUdara gunung yang dingin membuat pendaki gunung harus mampu menjaga panas badannya. Untuk itu sebuah kantung tidur (sleeping bag) diperlukan. Sepanjang malam badan jadi hangat dan mampu untuk menghadilkan energi untuk pandakian besoknya.
Di gunung tropis, tidak bisa diharapkan pemakaian kayu untuk memasak. Karena itu, kompor harus masuk dalam perlengkapan yang harus dibawa. Sekarang ini banyak jenis kompor yang ringan. Kompor pompa yang memakai minyak tanah banyak dipakai untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia.
Seorang pendaki gunung memerlukan 3000 sampai 4000 kalori setiap hari dalam melakukan kegiatannya. Ia harus mampu memperthitungkan ini. Udara yang dingin menyebabkan seorang pendaki memerlukan kalori yang tinggi untuk menghasilkan energi yang diperlukan.
Menurut saya sikap meremehkan ini yang membuat mereka bertemu dengan situasi yang tidak diinginkan.
Contohnya, kejadian di Gunung Merapi kemarin, si korban menurut saya meremehkan sebuah tebing yang berbahaya. Dia selfie diatas tebing tersebut tanpa memikirkan keselamatan dirinya. Kejadian berikutnya belum lama terjadi kurang dari seminggu ini di Gunung Gede. Korban meninggal karena hipotermia menurut kepala Taman Nasional. Seharusnya hipotermia bisa dicegah dan ditanggulangi dengan perlatan dan pengetahuan dari korban beserta kelompoknya. Hal ini korban meremehkan kondisi dirinya yang menurut kawannya sudah tidak enak badan sebelum mendaki. Cara menanggulangi dan mencegah hipotermia pernah saya tulis >> Disini <<
Kejadian-kejadian tersebut sebenarnya sudah banyak terjadi dari dahulu. Namun, sayangnya hanya sedikit yang bisa mengambil pejalaran sehingga kejadian-kejadian tersebut terulang kembali. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut agar tidak ada korban lagi dalam mendaki gunung.
Terakhir, saya ingatkan kembali bahwa mendaki gunung itu bukan wisata. Butuh perencanaan yang matang, peralatan yang mendukung serta fisik dan mental yang baik.
Terima kasih sudah menyimak. Semoga Bermanfaat. Jika ada kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf, kita sharing aja disini via kolom komentar.
Salam,
Januar Arifin
Setelah
berjalan seharian, malam hari badan harus diistirahatkan agar cukup
tersedia energi untuk pendakian berikutnya. Untuk itu seorang pendaki
gunung memerlukan tempat yang nyaman dan hangat. Sebuah tenda yang baik
diperlukan. Banyak kesalahan diperbuat pendaki pemula dengan meremehkan
peranan tenda. Tanpa tenda, seorang pendaki gunung tidak dapat
beristirahat dengan baik. Mungkin sepanjang malam dia tidak bisa
beristirahat karena tidur di tempat terbuka atau di bivak yang kurang
baik.
Udara gunung yang dingin membuat pendaki gunung harus mampu menjaga
panas badannya. Untuk itu sebuah kantung tidur (sleeping bag)
diperlukan. Sepanjang malam badan jadi hangat dan mampu untuk
menghadilkan energi untuk pandakian besoknya.
Di gunung tropis, tidak bisa diharapkan pemakaian kayu untuk memasak.
Karena itu, kompor harus masuk dalam perlengkapan yang harus dibawa.
Sekarang ini banyak jenis kompor yang ringan. Kompor pompa yang memakai
minyak tanah banyak dipakai untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia.
Seorang pendaki gunung memerlukan 3000 sampai 4000 kalori setiap hari
dalam melakukan kegiatannya. Ia harus mampu memperthitungkan ini. Udara
yang dingin menyebabkan seorang pendaki memerlukan kalori yang tinggi
utnuk menghasilkan energi yang diperlukan.
- See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2013/03/kematian-pendaki-gunung-berawal-dari.html#sthash.2onDz5aE.dpuf





Friday, 5 June 2015

hadir dan membaca ilmu yang bermanfaat...
ReplyDeleteTerima kasih sudah hadir..
Deleteinformasi yang berguna bagi orang lain,
ReplyDeleteTerima kasih...
DeleteHati2 ya mas.
ReplyDeleteOke siaap..
Deleteinfo yang bagus. Good sharing :)
ReplyDeleteTerima kasih..
Deletenice sharing
ReplyDeleteBetul banget Sobat Janu. Akibat meremehkan, taruhannya nyawa yang terancam atau bahkan hilang.
ReplyDeleteIya teh Lina meremehkan bisa nyawa taruhannya..
Deletebetul sekali kang artikelnya, bersikaplah yg sewajarnya saja jika mau mendaki gunung :)
ReplyDeletebenar kang yaitu bersikap sewajarnya..
Deletesaya paling takut mendaki gunung sob, apa ada latihan sebelumnya?
ReplyDeletelatihan fisik seperti biasa aja dan persiapkan mental dengan baik.
Deleteselamat pagi sobat, mf baru bisa berkunjung
ReplyDeleteterima kasih sudah berkunjung mas..
Delete