Januar Arifin

Pesan Kuncen Merapi Kepada Pendaki

Posted by Januar arifin on Friday, 22 May 2015

Puncak Merapi nampak dari Pos 2
Melihat kejadian kemarin yang terjadi di Gunung Merapi membuat saya merasa heran, kenapa cuma karena ingin mendapatkan foto yang bagus semua rela mengabaikan keselamatan? Saya sudah beberapa kali ke puncak Gunung Merapi tapi tak pernah untuk mencoba memanjat batu yang kemarin menjadi TKP kejadian tersebut.

Saya mendapatkan artikel dari JPNN yang berisi pesan kuncen Gunung Merapi kepada para pendaki. Berikut isi beritanya :

JOGJA - Lepas dari mitos dan kepercayaan seputar fenomena alam Gunung Merapi, juru kunci gunung teraktif di dunia yang juga putera almarhum Mbah Marijan, Ki Lurah Surakso Sihono, mengingatkan adanya etika yang harus dipahami dan dijalani setiap pendaki gunung.

Menurut pria yang akrab di sapa Asih itu, tutur kata yang baik, tingkah laku sopan, dan menghindari perbuatan negatif, merupakan hal penting. Itu syarat pokok untuk kulonuwun atau izin permisi masuk di tempat asing.

Bahkan waktu mulai mendaki pun ada saatnya. Tidak asal mendaki sesuka hati. Saat Mbah Marijan masih menjadi juru kunci, setiap pendaki selalu diingatkan tentang kapan waktu terbaik memulai pendakian.

Istilahnya, ada petung-nya, ada hitung-hitungan tanggal dan jamnya. Tak jarang, pendaki harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh lampu hijau. “Istilahnya empan papan,” jelas Asih, kemarin.

Penuturan Mbah Marijan bukan tanpa alasan. Itu dimaknai agar para pendaki memiliki kesiapan lahir dan batin sebelum memulai aksi. Dan, tak memaksakan diri untuk menuju puncak. “Kalau capek, ya, harus istirahat. Jangan ngoyo,” ingatnya.

Filosofi itu, lanjut Asih, seperti pesan para orang tua kepada anaknya agar tidak keluar malam atau waktu Magrib, agar tak terkena sawan.

Itu diartikan, anak-anak diimbau tetap berada di rumah dan mengisi waktu untuk belajar atau berdoa.

 

Itulah isi artikelnya yang saya dapatkan dari jpnn.com. 

Saya juga mau menambahkan sedikit buat pendaki yang berniat menyambangi Gunung Merapi. Mendaki Gunung Merapi tentunya sangat berbeda dengan gunung lain dalam hal teknik dan peralatan. Jalur pendakian gunung itu sama seperti gunung lain mulai dari Basecamp Selo sampai Pos Pasar Bubrah. Namun, setibanya di Pasar Bubrah vegetasi berubah menjadi batuan terjal dan pasir. Disinilah harusnya titik akhir pendakian gunung. Jika memaksakan menuju puncaknya sangatlah berbahaya, sebab banyak batuan yang masih labil. Gunung ini memiliki jenis tanah dan batuan yang belum stabil sekali pasca letusan tahun 2010. 

Saat mendaki, banyak batuan besar yang goyang saat kita sentuh. Serta pasir yang dipijak juga masih sangat rawan longsor. Jangan sekali-kali mendekati, memegang, atau berpijak di batuan yang salah. Untuk itu, diperlukan pengetahuan yang dalam sebelum mendakinya, harus banyak membaca dan googling sebelum pergi. Lebih baik dipandu oleh warga sekitar atau teman yang sudah pernah mendakinya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Intinya : Jangan meremehkan dan jangan cuma karena ingin berfoto jadi mengabaikan keselamatan. Gunung Bukan Untuk Ditaklukan tapi Taklukanlah diri Sendiri !!!
 
Di Puncak Merapi cukup sampai sini saja tidak usah naik-naik batuan yang bahaya

Tambahkan Komentar

34 comments:

  1. Pengalamannya keren sob, pengen nyoba mendaki gunung tapi belum siap mental dan fisik takut gk kuat di tengah jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba aja dari latihan trekking yang deket2 dulu mas kalo takut gak kuat. .

      Delete
    2. Ok bro,nanti saya coba,kalau pulang ke bandung ada gunung kamojang yang deket plus ada kendaraan jadi kalau gk kuat tinggal naik kendaraan umum buat ngelanjutin

      Delete
    3. tah Kamojang lumayan bagus. kalo sanggup jalan sampai danau ciharus. kalo masih sanggup naik gunung rakutak nya turun di ciparay. ahaha

      Delete
    4. masih mending mas FAJAR Sidik bisa kuat samapai setengah jalan, nah kita cuma kuat seperempat jalan. hehe..!!

      Delete
  2. malah mati konyol..
    kasihan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kasihan.. dia mengabaikan keselamatan dirinya..

      Delete
  3. kadang karena orang udah terbuai dengan keindahan alam. keselamatan di nomor duakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya bukan terbuai keindahan alam, tapi karena mau foto2 yang akan di pamerkan di medsos jadi mengabaikan keselamatan.

      Delete
  4. gak kok, lagi gak jalan dulu. istirahat dulu

    ReplyDelete
  5. Bang Janu kalo jalan2 ga pernah ngajak nih..hahahyy

    ReplyDelete
  6. gunung merapi...rindu dh lama dh gi mendaki.

    ReplyDelete
  7. Mantaaaap Bang Fotonya hehehe.... saya sudah lama tidak mendaki gunung karena sibuk kerjaan...
    Betul sekali apa yang ditulis Mas Janu, Gunung Bukan untuk ditaklukan, tapi taklukanlah diri sendiri... :) sesungguhnya tujuan dari mendaki Gunung itu kan untuk mensyukuri keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan melatih mental serta kesabaran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih Kang Eka.. kapan kalau libur kita mendaki kang, hehe
      Bener kang Eka kita mendaki untuk mensyukuri ciptaan tuhan dan melatih mental bukan untuk pamer-pameran di socmed.

      Delete
  8. Sayang sekali ya, meninggal di usia muda karena ceroboh. Kasihan orang tuanya.
    Menurut saya, mendaki gunung tidak untuk semua orang. Perlu kesiapan mental, fisik,ketrampilan dan pengetahuan. Gunung bukan tempat untuk selfie, ada etika dan aturan yang harus dihormati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Teh Lina sayang sekali anak muda sekarang mencari eksistensi di gunung

      Delete
  9. betul itu bang janu karena pendaki sekarang pengen eksis menunjukkan foto selfie ekstrim di medsos mereka. seharusnya mereka harus memikirkan keselamatan mereka sehingga tidak menyushkan orang disekitar mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, mereka mencari eksistensi doang ga mikirin keselamatan

      Delete
  10. Sekarang banyak liat yang naik gunung seperti kayak jalan-jalan biasa yang bisa cekikikan dan cekakakan, pake jeans, kaos, atau celana pendek.... dan tongsis.. wowww... dipikir gaya kali ya, padahal tu resiko nganga kayak mulut buaya mangap, yang menyelamatkan mereka sampai dibawah dengan selamat ya.. untung-untungan, kalo saya mending over safety dari pada minus safety, mau dikatain cupu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali mas buddy. Berat2an over safety lebih baik daripada minus kalo ada apa2 bingung..

      Delete
  11. makasih mas janu udah berbagi informasinya semoga bermanfaat bagi pendaki pemula yang harus belajar dan bertanya kepada pendaki seniornya, anda tidak salah berada disini karena disini banyak informasi yang anda dapatkan. bravo mas janu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih mas. jika memang dirasa bermanfaat artikel saya ya syukur :)

      Delete
  12. jalan-jalan memang asyik.. bisa bikin seger pikiran

    ReplyDelete
  13. pengen nyoba mendaki gunung tapi belum siap

    ReplyDelete
    Replies
    1. lengkapkan saja dulu peralatannya mas biar safety

      Delete
  14. keren nih blog,Bisa mendapatkan banyak Informasi dari blog inI!!
    mantap!!

    ReplyDelete