Januar Arifin

Beribu Alasan Tak Mampu Mengungkapkannya.

Posted by Januar arifin on Tuesday, 23 November 2010


Bagi orang-orang awam yang kurang mengerti makna yang tersirat dalam pendakian gunung mungkin menganggap kegiatan ini merupakan kegiatan yang sia-sia. Kegiatan yang hanya menghabiskan waktu, menghabiskan uang, dan menyiksa badan saja. Banyak yang berkata "buat apa naik gunung, kalau untuk turun lagi" atau "buat apa bersusah payah hidup di gunung kalau hidup di tempat biasa saja sudah susah". 

Namun, bagi segelintir orang termasuk saya mempunyai alasan tersendiri untuk selalu melakukan kegiatan mendaki tersebut hingga mencapai puncak yang diimpikan. Akan tetapi biasanya kami yang senang akan kegiatan mendaki gunung, susah sekali menyebutkan alasan mengapa harus mendaki gunung karena semua alasan ada di benak hati masing-masing indivudu.

Menurut seorang Soe Hok Gie; 

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” 

Menurut Sir George Leigh Mallory
 
Seorang pendaki asal Inggris ini selalu menjawab "because it is there".  Jawaban yang singkat namun sangat mendalam dan banyak maknanya.

Masih banyak sekali alasan yang lain yang dikemukakan oleh para petualang sejati seperti tokoh diatas. Jika menurut saya, alasan melakukan pendakian adalah; "gunung diibaratkan sebuah proses perjalanan hidup manusia karena didalam hidup kita harus melakukan perjuangan untuk mencapai tujuan, perjuangan tersebut sama halnya seperti seseorang yang sedang mendaki gunung. Setelah sampai di puncak gunung, hal itu diibaratkan layaknya tujuan kita telah tercapai. Tinggal kita menuruni gunung, dalam menuruni gunung kita harus berhati-hati agar tidak terjatuh, sama halnya dengan sebuah kehidupan yang telah mencapai tujuan atau sukses untuk selalu berhati-hati agar tidak jatuh dan sia-sia perjuangannya".

Saya juga menganggap kegiatan ini adalah proses pembelajaran diri bahwa manusia itu hanya sebuah makhluk kecil yang diciptakan Tuhan. Kemudian juga kegiatan pendakian gunung juga bisa memberikan pelajaran akan sebuah arti kebersamaan, kekeluargaan, dan menghargai alam ini sebagai titipan dari Sang Pencipta.

Terserah anda semua mau menilai alasan dari segi apa, bagi saya dan teman-teman saya yang kita lakukan ini adalah sebuah hal yang sangat membanggakan bagi saya dan teman-teman saya. 
 

Pilihlah tujuan hidupMu masing-masing, and just do it your choice.

Tambahkan Komentar

3 comments:

  1. gw udh baca smua blog lo jan..
    mm jd pgn ngrasain..
    kpn2 ajak gw ya,kalo wktny pas n ga trll susah..
    hehehe

    ReplyDelete
  2. betul gan aku setuju alasan agan...karena tiap orang mempunyai alasan tersendiri untuk melakukan sesuatu...salam..

    ReplyDelete
  3. Kalau menurut saya sih, Janu ngga perlu repot2 memberikan alasan dan penjelasan ke orang lain. Setiap orang punya 'passion'nya sendiri2 kan. Yang penting tidak mengganggu orang lain dan alam.

    ReplyDelete